Connect with us

Viral

Warga Panic Buying, Antrean BBM di Aceh Capai 3 Km

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah SPBU di Aceh terlihat dipadati warga hingga menimbulkan antrean yang memadati badan jalan.

Logompn

Published

on

Warga panic buying, antrean bbm di aceh capai 3 km
Warga Panic Buying, Antrean BBM di Aceh Capai 3 Km | Gambar: Kolase TikTok/@tatarofstar

Aceh, MPN Indonesia 2 Desember 2025 - Kabupaten Aceh Tengah yang tengah menghadapi bencana banjir-longsor kini dilanda krisis energi menyusul aksi panic buying bahan bakar minyak (BBM).

Berdasarkan pantauan MPN Indonesia dari video yang beredar di media sosial, sejumlah SPBU di Aceh terlihat dipadati warga. Bahkan antrean terlihat mengular hingga memadati badan jalan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah dalam situsnya menyebut antrean itu mengular sepanjang tiga kilometer di mana para warga menyerbu sisa stok BBM yang tersedia.

Aksi panic buying ini dipicu oleh kekhawatiran warga akan terhentinya pasokan BBM sepenuhnya, menyusul terputusnya akses jalur darat dari luar daerah ke Aceh Tengah.

Berdampak ke Proses Evakuasi hingga Layanan Medis

Bupati Aceh Tengah, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab, Jauhari, menyampaikan aksi tersebut berdampak pada evakuasi korban serta layanan medis di rumah sakit.

“Akibat panic buying yang tak terkendali, stok bahan bakar minyak untuk operasional genset evakuasi korban dan juga untuk kebutuhan operasional Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru (RSUD) kini telah habis total,” ungkapnya seperti dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Pemkab Aceh Tengah, Selasa (2/12).

Ketiadaan BBM bisa menimbulkan efek domino terhadap proses tanggap darurat. Unit-unit evakuasi yang bergantung pada generator listrik di daerah-daerah terisolir kini tidak dapat beroperasi.

Hal ini memperlambat pencarian korban dan distribusi bantuan awal di wilayah terdampak.

Kondisi serupa juga dirasakan di RSUD Datu Beru, yang menjadi pusat layanan medis utama di tengah bencana.

Dengan terputusnya aliran listrik di 14 kecamatan, rumah sakit tersebut sepenuhnya bergantung pada pasokan energi dari genset.

Namun, dengan habisnya BBM, operasional medis kritis serta layanan pasien rawat inap kini berada dalam posisi rentan dan terancam lumpuh dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Kapolres Bungo Sidak SPBU, Bongkar Modus Pelangsir BBM Pakai Tangki Modifikasi

(AKM/NID/RAD)

Trending