Connect with us

Selebriti

Aurelie Moeremans Akui Pernah Ditawari Masuk Politik: Jadi Boneka dan Ijazah Bisa Diatur

Aurelie Moeremans mengaku pernah ditawari bayaran ratusan juta per bulan dan gelar akademik instan untuk bergabung dengan partai politik. Berikut pengakuan lengkapnya.

Logompn

Published

on

Aurelie moeremans akui pernah ditawari masuk politik jadi boneka dan ijazah bisa diatur
Aurelie Moeremans Akui Pernah Ditawari Masuk Politik: Jadi Boneka dan Ijazah Bisa Diatur. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@aurelie

MPN Indonesia 1 September 2025 - Aurelie Moeremans mengungkap pengalaman pribadinya terkait tawaran bergabung ke dunia politik yang ia terima sejak 2016.

Pengakuan itu disampaikan melalui video di akun Instagram pribadinya @aurelie pada Minggu (31/8), sebagai respons terhadap dinamika politik di Indonesia.

Dalam keterangannya, Aurelie mengaku beberapa kali diajak masuk partai politik, bahkan dengan iming-iming bayaran besar dan kemudahan mendapatkan gelar akademik.

Awal Tawaran Politik dengan Bayaran Ratusan Juta

Menurut Aurelie, tawaran pertama datang pada 2016 ketika ia dihubungi seorang artis senior. Pertemuan yang awalnya terkesan santai ternyata memiliki agenda politik.

“Ada seorang artis senior lah telepon aku, terus aku bingung, kayak tumben-tumbenan nih, padahal kita enggak deket. Ternyata bener feeling aku, dia ngenalin aku ke bosnya, orang partai, dan aku diajak gabung. Aku langsung dikasih tau, per bulannya dapet segini nih, ratusan juta,” ujar Aurelie dalam pernyataannya, dikutip MPN Indonesia pada Senin (1/9).

Namun, ia menolak karena merasa tidak memiliki latar belakang politik dan tugas yang ditawarkan hanya bersifat formalitas.

“Katanya enggak apa-apa kok kamu tenang aja, kamu tugasnya gampang banget tinggal ngikutin bapak, bikin rame aja kalau ada acara dan kalau misalnya kamu harus ngomong sama warga, nanti kita kasih tahu kok harus ngomong apa,” kata Aurelie menirukan ucapan artis senior tersebut.

“Aku kayak boneka doang dong dikasih script, aku nggak mau dong. Akhirnya aku tolak,” tegasnya.

Tawaran Ijazah Instan untuk Percepat Karier Politik

Aurelie mengaku sempat merasa minder karena belum menyelesaikan pendidikan tinggi.

Baca Juga:  Profil Meutya Hafid: Perempuan Pertama yang Menjadi Menteri Komunikasi

“Aku tuh dari dulu kan syuting terus, dan aku enggak sempet kuliah, malu kalau misalnya orang tahu,” ucapnya.

Namun, ia justru mendapat tawaran untuk memperoleh gelar akademik secara instan.

“Dia bilang, ‘Sebenernya kalau mau kuliah bisa kok diatur nanti kamu langsung S2 aja, nanti S1-nya udahlah kamu ikutin arahan aku aja nanti kita bikin singkat aja,’” jelas Aurelie.

Situasi itu membuatnya mempertanyakan integritas sistem pendidikan dan politik.

“Aku mikir dong. Kuliah aja bisa nggak ikut aturan gitu, apalagi yang lain,” imbuhnya.

Pesan Aurelie untuk Figur Publik

Berdasarkan pengalamannya, Aurelie menilai ada masalah dalam sistem perekrutan figur publik ke dunia politik.

“Dari pengalaman aku aja nih udah jelas banget ada masalah besar dalam sistem dan ya harus diubah,” tutur Aurelie.

Ia berpesan agar selebritas atau figur publik tidak tergoda hanya karena iming-iming materi.

“Ya harapan aku untuk public figure, ya sebenernya siapa aja sih yang mendapatkan penawaran seperti aku dulu, kalau misalnya mau diterima, jangan diterima cuma karena uangnya cocok karena gede banget, tapi harusnya karena kamu bisa kasih sesuatu untuk bikin Indonesia jadi lebih baik lagi,” pungkas Aurelie.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending