Connect with us

Selebriti

Cerita Haru Anya Geraldine, Mendadak Nangis Tepat di Waktu Vidi Aldiano Meninggal Dunia

Anya Geraldine mengaku tiba-tiba menangis di pesawat saat perjalanan dari Singapura ke Jakarta, yang mana waktu tersebut bertepatan dengan meninggalnya Vidi Aldiano.

Logompn

Published

on

Cerita Haru Anya Geraldine, Mendadak Nangis Tepat di Waktu Vidi Aldiano Meninggal Dunia
Cerita Haru Anya Geraldine, Mendadak Nangis Tepat di Waktu Vidi Aldiano Meninggal Dunia. Gambar: Instagram/@aeroaswar

MPN Indonesia 9 Maret 2026 - Anya Geraldine mengalami momen emosional yang tidak biasa saat berada di pesawat dalam perjalanan dari Singapura menuju Jakarta pada Sabtu sore (7/3).

Tanpa mengetahui kabar duka terlebih dahulu, ia tiba-tiba menangis saat penerbangan, bertepatan dengan waktu wafatnya Vidi Aldiano pada pukul 16.30 WIB.

Vidi meninggal dunia pada usia 35 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal.

Lokasi kejadian berada di dalam pesawat, sementara Vidi dinyatakan meninggal di hari yang sama.

“Aku enggak tahu kenapa di pesawat kemarin tiba-tiba air mata netes terus. Aku lihat awan dan tiba-tiba rasanya peaceful sekali, terus aku videoin awannya itu,” ungkap Anya Geraldine saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (8/3).

Ia baru mengetahui kabar duka tersebut saat dalam perjalanan pulang dari bandara setelah mendarat.

Setelah mencocokkan waktu video di galeri ponselnya, Anya menyadari bahwa momen ia meneteskan air mata di pesawat terjadi bersamaan dengan waktu meninggalnya sahabatnya, Vidi Aldiano.

“Ternyata pas aku landing dapat kabar dari teman kalau Vidi meninggal di jam sekian. Pas aku lihat di camera roll di HP, di galeri, ya ampun itu di mana aku lagi netesin air mata tanpa sebab sama sekali,” ujarnya.

Kenangan Terakhir Bersama Vidi Aldiano

Anya menyebut bahwa kabar meninggalnya Vidi disampaikan oleh sahabatnya bernama Aero, tidak lama setelah ia mendarat.

“Ada sahabat aku namanya Aero, dia yang kasih tahu aku sekitar sore. Kebetulan kemarin itu aku baru banget landing dari Singapura,” kata Anya.

Saat itu, ia belum mengetahui bahwa Vidi telah meninggal dunia dan hanya merasakan kedamaian yang mendalam di dalam pesawat.

Baca Juga:  Fariz RM Ditangkap Lagi, Pakar Sebut Sudah Masuk Kategori Residivis

“Beliau itu setahuku meninggal di saat sore sekitar jam 16.00 sekian, 16.30 lebih. Dan di saat itu, aku masih di pesawat. Aku enggak tahu kenapa di pesawat kemarin tiba-tiba air mata menetes, terus aku lihat awan,” lanjutnya dengan nada bergetar.

Ia juga sempat mengabadikan pemandangan awan tersebut menggunakan ponselnya.

Meski merasa kehilangan, Anya menyatakan bahwa ia telah mengikhlaskan kepergian sahabatnya.

“Kalau dari aku secara pribadi, aku ikhlas dan semoga juga keluarga bisa ikhlas dan tabah juga. Aku yakin Vidi sekarang sudah berada di tempat yang lebih baik, yang lebih menenangkan, lebih bahagia,” ungkapnya.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending