Connect with us

Selebriti

Chef Juna Ngamuk, Ungkap Ada Pelayan Restoran yang Makan Sisa Customer

Chef Juna menegaskan pentingnya standar higienitas restoran setelah mengungkap praktik tidak etis yang pernah ia temui di industri kuliner.

Logompn

Published

on

Chef Juna Ngamuk, Ungkap Ada Pelayan Restoran yang Makan Sisa Customer
Chef Juna Ngamuk, Ungkap Ada Pelayan Restoran yang Makan Sisa Customer. Gambar: YouTube/Raditya Dika

MPN Indonesia 27 Mei 2026 - Chef Juna Rorimpandey mengungkap adanya pelanggaran etika serius yang pernah ia temui di industri Food and Beverage (F&B), yakni pelayan restoran yang memakan sisa makanan pelanggan.

Hal itu disampaikan saat ia menjadi bintang tamu dalam podcast Raditya Dika yang diunggah pada Selasa (19/5).

Dalam perbincangan tersebut, Juna secara terbuka membahas dinamika pengelolaan restoran, termasuk persoalan kebersihan dan disiplin sumber daya manusia yang menurutnya masih menjadi tantangan di industri kuliner Indonesia.

Juna menjelaskan bahwa setiap makanan sisa pelanggan seharusnya langsung dibuang demi menjaga standar higienitas restoran.

Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi karyawan yang mencoba mencicipi atau memakan makanan bekas pengunjung.

“Kalau dari pengunjung kita enggak pusing karena udah dibayar langsung buang. Buang. Enggak ada cerita. Bahkan employee makan sisa punya customer-nya, gaplok!,” ujar Juna, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Raditya Dika pada Rabu (27/5).

Raditya Dika yang mendengar penjelasan tersebut sempat terkejut dan meminta penegasan mengenai praktik tersebut.

Pelanggaran Etika dan Standar Kebersihan Restoran

Dalam penjelasannya, Juna memaparkan bahwa biasanya pelayan membawa piring sisa pelanggan ke area belakang untuk dibuang ke tong sampah sebelum diserahkan ke bagian steward untuk dicuci.

Namun, dalam beberapa kasus, ia memergoki pelayan yang diam-diam mencicipi makanan tersebut sebelum dibuang.

“Ya, kadang-kadang certain restoran tuh server-nya yang mesti bertanggung jawab membuang. Nah itu sebelum buang tuh ada… ayo gini dulu (memperagakan pelayan yang diam-diam nyicipin),” jelasnya.

“Oh, itu enggak boleh ya?,” tanya Radit.

“Gaplok. Gaplok! Saya senang tuh ngelihat yang kayak gitu tuh karena bahan… nih ada alasan ngelempar tong. Dilempar tong,” ungkap Juna.

Baca Juga:  Umrah bareng Igun, Ruben Onsu Ngaku Lebih Sering Jalani Ibadah Masing-Masing karena Ini

Raditya Dika menanggapi dengan reaksi terkejut.

“Ya Allah, astaga,” ujarnya sambil tertawa heran.

Juna menambahkan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan.

Ia menegaskan restoran profesional menyediakan makanan khusus bagi karyawan setelah jam pelayanan selesai.

“Saya lempar tuh! Gila lu kelaparan banget gitu sampai harus kayak gitu? Kita kasih staff meal loh gitu,” tegasnya.

Selain menyoroti pelanggaran kebersihan, Juna juga menekankan bahwa persoalan dalam industri F&B tidak hanya berasal dari persaingan harga dan tren konsumen, tetapi juga dari pengelolaan sumber daya manusia.

Ia menyebut mentalitas sebagian pekerja profesional di bidang tersebut masih tergolong “manja,” yang menurutnya kerap memicu ketegangan di dapur, terutama saat jam sibuk atau rush hour.

Menurut Juna, standar higienitas dan etika profesi harus dijaga secara konsisten demi mempertahankan reputasi restoran dan kepercayaan pelanggan.

(ELG/NID/RAD)

Trending