Selebriti
Chelsea Olivia Ceritakan Awal Mula Penyakitnya hingga Jalani 4 Operasi Sekaligus di Malaysia
Chelsea Olivia jalani empat prosedur medis di Malaysia usai alami gangguan menstruasi dua bulan akibat polip rahim dan penebalan endometrium.
MPN Indonesia 1 Maret 2026 - Chelsea Olivia menjalani empat prosedur medis di Malaysia setelah mengalami gangguan menstruasi selama hampir dua bulan.
Istri dari Glenn Alinskie ini mengungkap bahwa keluhan kesehatan bermula saat ia mengalami nyeri haid tidak biasa disertai perdarahan yang tak kunjung berhenti.
Setelah berkonsultasi dengan tiga dokter, termasuk dokter kandungan dan internis, Chelsea Olivia tetap tidak menemukan jawaban pasti atas kondisinya hingga akhirnya meminta opini keempat di Malaysia.
Dalam pemeriksaan lanjutan oleh Dr. Low Kah Pin, Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Island Hospital, ditemukan adanya penebalan endometrium dan polip rahim melalui USG.
Temuan ini mengharuskan Chelsea menjalani empat prosedur medis sekaligus, yaitu hysteroscopy, polypectomy, D&C (dilation and curettage), serta endometrial resection—semuanya berkaitan dengan pembersihan jaringan pada rahim dan pengangkatan polip sebagai sumber perdarahan.
“Dokter keempat adalah Dr. Low Kah Pin—Island Hospital Specialist Obstetri & Ginekologi (O&G). Pada saat USG, ditemukan lingkaran putih ini,” tulis Chelsea di Instagram Story @chelseaoliviaa, dikutip MPN Indonesia pada Minggu (1/3).
Dokter menyampaikan bahwa penyebab dari kondisi tersebut kemungkinan besar adalah ketidakseimbangan hormon yang bisa dipicu oleh faktor genetik maupun kondisi pascamelahirkan.
“Jadi pertanyaan kenapa dok?? Apakah pola makanku yg salah?? Kurang olahraga?? Atau apa?? Jawabannya 1: tidak ada yang bisa memastikan, karna imbalance hormon bisa terjadi pada semua orang (apalagi yg sudah melahirkan) dan faktor genetik-ku,” jelas Chelsea.
Gejala Dirasakan sejak Awal Januari 2026
Gangguan menstruasi mulai dirasakan Chelsea sejak awal Januari 2026, setelah kembali dari liburan di Jepang. Ia mengalami menstruasi lebih sakit dari biasanya, disertai kram hebat.
“Rasanya lebih sakit dan kramnya jauh lebih kuat. Awalnya aku pikir wajar, mungkin karena kecapekan setelah liburan,” tulisnya.
Setelah 10 hari hingga dua bulan terus mengalami perdarahan, Chelsea berkonsultasi dengan tiga dokter berbeda, termasuk dokter kandungan dan dokter penyakit dalam.
Tes hormon dan pemeriksaan rahim menunjukkan kondisi normal.
“Rahimku sehat, banyak telur ditemukan,” ungkapnya.
Ia sempat menjalani pengobatan dengan obat hormonal selama 10 hari, tetapi tidak ada perbaikan.
Tubuhnya makin lemas, perut semakin sakit, dan suasana hati berubah-ubah akibat efek obat.
Setelah melepas alat kontrasepsi IUD, hasil pemeriksaan tetap tidak menunjukkan adanya kelainan seperti miom atau kista.
Selama dua bulan tersebut, ia juga mengalami gejala fisik lain seperti:
- Perut membengkak layaknya orang hamil
- Berat badan naik sekitar 5 kilogram
- Kram dan rasa lemas berlebih
- Pusing, mual, serta wajah dan mata yang membengkak saat bangun tidur
“Terlihat seperti hamil padahal tidak. Perut membengkak, kram, lemas dan terkadang disertai rasa pusing… Dalam 2 bulan aku hampir naik bb 5kg,” tulis Chelsea.
Prosedur Operasi
Setelah diagnosis polip rahim dan penebalan endometrium, dokter menyarankan tindakan medis segera. Chelsea menjalani empat prosedur.
Prosedur tersebut dikategorikan sebagai operasi kecil dan dilakukan dalam satu waktu. Chelsea menyampaikan bahwa proses pemulihannya berjalan baik.
Ia juga mengklarifikasi bahwa pembengkakan pada bibir bukan akibat alergi, melainkan tergigit tanpa sadar saat operasi.
“Sekali lagi terima kasih banyak untuk doanya. Aku recovery dengan baik sekarang,” tulisnya.
Pesan untuk Para Perempuan
Chelsea Olivia menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan rutin bagi perempuan, yakni Pap smear, tes darah lengkap setahun sekali, mencatat siklus menstruasi secara teratur, melakukan tes hormon bila ada gejala tidak biasa.
“Jika kamu merasa badanmu tidak bersahabat terus menerus ada baiknya langsung cari second opini ke profesional dan test hormon (ini sangat membantu). Catet tanggal mens dan juga selesainya, jadi kalo ada kejadian seperti aku gampang untuk di-track lebih lanjut!! Lebih cepat lebih baik. We can do this girls,” tulisnya.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
