Connect with us

Entertainment

Film A Business Proposal Terancam Diboikot, Falcon Pictures Buka Suara

Falcon Pictures mengeluarkan surat terbuka untuk menjelaskan kontroversi Abidzar Al-Ghifari yang tidak menonton drama Korea A Business Proposal.

Pexels photo

Published

on

Film A Business Proposal Terancam Diboikot, Falcon Pictures Buka Suara
Film A Business Proposal Terancam Diboikot, Falcon Pictures Buka Suara. Gambar: Kolase Instagram/@falconpictures_

MPN Indonesia 4 Februari 2025 - Studio produksi Falcon Pictures mengeluarkan surat terbuka untuk menanggapi kritik dan ancaman boikot dari penggemar A Business Proposal terkait adaptasi film Indonesia berjudul sama.

Surat ini dirilis setelah aktor utama dalam film tersebut, Abidzar Al-Ghifari, mendapat kritik tajam atas pernyataannya di media sosial.

Kontroversi Pernyataan Abidzar Al-Ghifari

Kritik terhadap Abidzar bermula dari pengakuannya saat jumpa media bahwa ia hanya menonton sebagian episode pertama dari versi drama Korea A Business Proposal sebelum memutuskan untuk tidak melanjutkan.

Ia beralasan ingin mengembangkan karakternya sendiri tanpa terpengaruh versi aslinya.

Keputusan ini menuai reaksi negatif karena ia berperan sebagai karakter utama pria yang dalam versi drama Korea dikenal sebagai Kang Tae-moo.

Sementara itu, lawan mainnya, Ariel Tatum, mengaku telah menonton versi drama sebelum membangun karakternya.

Selain itu, Abidzar kembali menuai kecaman ketika dalam sebuah siniar menyebut sebagian penggemar sebagai “fanatik.”

Istilah ini dianggap sensitif bagi komunitas penggemar hallyu karena dinilai sebagai stereotipe yang merendahkan.

Akibatnya, para penggemar mulai menyerukan boikot terhadap film A Business Proposal, yang dijadwalkan tayang pada 6 Februari 2025.

Falcon Pictures Memberikan Klarifikasi

Menanggapi kontroversi ini, Falcon Pictures merilis surat terbuka pada Senin (3/2), menjelaskan alasan mereka mengadaptasi A Business Proposal ke dalam film Indonesia.

“Webtoon ini kami adaptasi karena kecintaan terhadap ceritanya, baik dalam versi webtoon maupun serial,” tulis Falcon Pictures dalam pernyataannya.

Mereka juga menekankan bahwa proyek ini dikerjakan oleh lebih dari 100 kru dan 20 seniman yang berusaha memberikan yang terbaik dalam proses produksi.

Baca Juga:  Business Proposal Akan Diadaptasi jadi Film, Abidzar Akui Tak Nonton Drakor tersebut sebelum Berakting

Falcon menyatakan bahwa berita mengenai aktor yang tidak menonton serial aslinya bukanlah bentuk kesombongan, melainkan bagian dari metode pendekatan akting yang dipilih masing-masing pemain.

“Berita mengenai cast yang tidak menyaksikan serialnya terlebih dahulu, bukan berakar kesombongan, tapi berakar dari pemilihan pendekatan akting. Seniman memiliki banyak cara (dan semua cara valid) dalam melakukan pendekatan terhadap cerita. Ada yang ingin memiliki referensi, ada yang memilih untuk berpegang pada skrip dan memberikan interpretasi sendiri,” lanjut pernyataan tersebut.

Falcon Pictures juga menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan Abidzar yang menimbulkan kontroversi, menegaskan bahwa tidak ada niat buruk dalam pernyataan maupun tindakan yang dilakukan.

Permintaan Maaf dari Abidzar Al-Ghifari

Tak lama setelah Falcon Pictures merilis pernyataannya, Abidzar juga mengunggah permintaan maaf melalui media sosial.

Ia mengakui kesalahannya dan berterima kasih kepada para penggemar yang telah memberinya pelajaran berharga.

“Saya memohon maaf untuk semua yang telah tersakiti atas sikap, perbuatan, dan ucapan saya yang salah. Terima kasih buat kalian semua sudah memberikan saya pelajaran yang sangat berharga,” tulis Abidzar.

Ia juga menyatakan bahwa insiden ini menjadi proses pembelajaran baginya untuk menjadi lebih bijaksana di masa depan.

Respons Penggemar terhadap Klarifikasi Falcon Pictures dan Abidzar

Meskipun Falcon Pictures dan Abidzar telah menyampaikan permintaan maaf, respons dari para penggemar masih beragam.

Banyak dari mereka tetap skeptis dan menyatakan akan tetap memboikot film tersebut.

Beberapa komentar yang beredar di media sosial menunjukkan ketidakpuasan penggemar.

“Kenapa penonton harus mikirin 20 seniman dan 100 kru kalau satu orang aktornya nggak bisa mikirin mereka?” tulis seorang pengguna.

“Gak dimaafkan. Aku fanatik soalnya. Aku boikot aja,” ujar lainnya.

Baca Juga:  Agak Laen: Menyala Pantiku! Pecahkan Rekor, Tembus 1 Juta Penonton di Hari Ketiga Penayangan

Beberapa penggemar juga menyoroti sikap Abidzar yang dinilai kurang menghargai basis penggemar A Business Proposal.

“Seharusnya dia mendekati kami, karena mayoritas yang akan menonton adalah pecinta K-drama yang penasaran dengan remake ini. Tapi malah terkesan menjauhi,” kata seorang penggemar.

Sinopsis Film A Business Proposal

Film A Business Proposal menceritakan kisah Sari (Ariel Tatum), seorang wanita yang menghadapi kesulitan keuangan.

Untuk membantu sahabatnya, Yasmin, ia menggantikannya dalam sebuah kencan buta.

Namun, pria yang ia temui, Utama (Abidzar Al-Ghifari), ternyata adalah seorang bos perusahaan ternama.

Film ini merupakan adaptasi dari webtoon populer karya Hae Hwa. Naskahnya ditulis oleh Adhitya Mulya dan disutradarai oleh Rako Prijanto.

Selain Abidzar dan Ariel Tatum, film ini juga dibintangi oleh Caitlin Halderman dan Ardhito Pramono.

Film A Business Proposal dijadwalkan tayang di bioskop pada 6 Februari 2025.

Trending