Selebriti
Jokowi Tanggapi Pemintaan Hasto agar KPK Selidiki Keluarganya: Silakan!
Jokowi merespons permintaan Hasto agar KPK memeriksa keluarganya dengan syarat ada fakta hukum yang kuat.
MPN Indonesia 22 Februari 2025 - Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menegaskan bahwa dirinya tidak keberatan jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa keluarganya, asalkan terdapat bukti hukum yang jelas.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap permintaan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang mendorong KPK untuk menyelidiki keluarga mantan presiden tersebut.
“Ya kalau ada fakta hukum, ada bukti hukum ya silakan,” kata Jokowi dilansir dari Tempo.co saat ditemui di kediaman pribadinya di Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (21/2).
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Jokowi bersikap terbuka terhadap penegakan hukum dan tidak mempermasalahkan pemeriksaan apabila memang diperlukan berdasarkan bukti yang sah.
Jokowi Kembali Dihubungkan dengan Kasus Korupsi
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga menanggapi santai ketika namanya kembali dikaitkan dengan kasus korupsi yang menyeret Hasto Kristiyanto.
“Ya sudah sering pernyataan seperti itu, masa saya ulang-ulang terus. Kalau ada bukti hukum, ada fakta hukum ya silakan,” ujar Jokowi.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Jokowi tidak ingin terlibat dalam polemik dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku.
Hasto Kristiyanto Dorong KPK Periksa Keluarga Jokowi
Permintaan agar KPK menyelidiki keluarga Jokowi disampaikan langsung oleh Hasto Kristiyanto sebelum dirinya resmi ditahan oleh lembaga antirasuah tersebut.
Sebelumnya, massa pendukung Hasto juga mendesak KPK untuk memeriksa Jokowi beserta keluarganya.
Desakan tersebut disampaikan melalui aksi membawa spanduk berwarna dasar putih yang bertuliskan “Adili Jokowi Gibran Bobby”.
Selain itu, terdapat pula spanduk dengan tulisan #Reformasipolri yang dipasang di dinding depan Gedung Merah Putih KPK.
Dari atas mobil komando, sang orator menyebut pemeriksaan Hasto saat ini merupakan ulah Mulyono dan kroni-kroninya.
“Mulyono dan kroni kroninya harus diadili,” kata dia pada Kamis, (20/2).
Hasto ditahan atas dugaan kasus suap serta perintangan penyidikan dalam perkara buron Harun Masiku.
“Semoga ini menjadi momentum bagi Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menegakkan hukum tanpa kecuali. Termasuk memeriksa keluarga Pak Jokowi, terima kasih, merdeka,” kata Hasto saat akan dibawa masuk ke mobil tahanan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/2).
Hasto juga menegaskan bahwa dirinya tidak menyesal ditahan KPK.
Ia menganggap penahanannya sebagai bagian dari perjuangan dan menyatakan akan tetap berjuang meskipun dari balik jeruji besi.
“Karena Indonesia dibangun dengan penuh pengorbanan jiwa dan raga. Kita adalah negeri pejuang, sehingga saya tidak pernah menyesal. Saya akan terus berjuang dengan api yang menyala-nyala,” ujar Hasto.
Sebagai Sekjen PDI Perjuangan, Hasto menyatakan dirinya siap menerima konsekuensi hukum yang ada dan berharap agar penegakan hukum berjalan secara adil tanpa tebang pilih.
“Sejak awal saya katakan bahwa sebagai Sekjen PDIP saya dengan kepala tegak siap menerima konsekuensi apa pun bagi Indonesia Raya kita,” tambahnya.
Pernyataan Jokowi yang mempersilakan KPK memeriksa keluarganya jika ada bukti hukum mengindikasikan bahwa dirinya menghormati proses hukum yang berjalan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
