Connect with us

Entertainment

Penyanyi Dangdut Malaysia, Baby Shima Difitnah Mencuri Minus One oleh Penyanyi Dayak Sarawak

Baby Shima menghadapi tuduhan mencuri minus one oleh penyanyi Dayak PN. Ironisnya, minus one itu adalah milik Baby Shima yang digunakan tanpa izin.

Logompn

Published

on

Penyanyi Dangdut Malaysia, Baby Shima Difitnah Mencuri Minus One oleh Penyanyi Dayak Sarawak
Penyanyi Dangdut Malaysia, Baby Shima Difitnah Mencuri Minus One oleh Penyanyi Dayak Sarawak. Gambar: Kolase Instagram/@babyshimaofficial

MPN Indonesia 29 Desember 2024 - Penyanyi dangdut asal Malaysia, Baby Shima, menghadapi tuduhan mencuri Minus One oleh seorang penyanyi Dayak Sarawak berinisial PN.

Ironisnya, Minus One tersebut justru adalah milik Baby Shima yang digunakan tanpa izin oleh pihak PN.

Tuduhan Berbalik Arah

Dalam pernyataan resminya pada Rabu (25/12), Baby Shima mengungkapkan kekecewaannya atas tuduhan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Minus One yang digunakan PN sebenarnya adalah musik yang dibuat khusus untuk penampilannya.

“Minus One saya yang dicuri dia, kok saya yang difitnah mencuri. Kan jadi kebalik-balik,” tegas Shima.

Masalah ini bermula dari penggunaan sejumlah lagu milik Baby Shima, seperti Bujang Sarawak, Ikan Dalam Kolam, dan Pantun Janda, yang dinyanyikan oleh PN tanpa izin.

Meski Shima tidak keberatan lagunya dinyanyikan oleh orang lain, ia menegaskan bahwa izin tetap diperlukan, terutama untuk penggunaan materi eksklusif seperti Minus One.

Klarifikasi dan Bantahan Baby Shima

Menurut Baby Shima, pihak PN berdalih bahwa Minus One tersebut diperoleh dari YouTube.

Namun, Shima dengan tegas membantah klaim tersebut. Ia menyebut bahwa Minus One itu diambil secara tidak sah melalui kru teknisnya.

“Mereka bilang mendapatkannya dari YouTube, tapi saya tahu itu bohong. Saya sudah menghubungi pihak-pihak terkait dan menemukan bahwa Minus One tersebut diambil secara diam-diam,” ungkapnya.

Shima juga menegaskan bahwa ia menghargai jika ada pihak yang ingin menyanyikan lagu-lagunya.

Namun, ia tidak dapat menerima perubahan atau penggunaan tanpa izin, karena hal ini dapat menimbulkan kebingungan di kalangan penggemarnya.

“Sebagai penyanyi profesional, sebelum merekam dan mempublikasikan, minta izin dulu. Saya keberatan jika lagu saya diubah-ubah tanpa izin,” tambahnya.

Langkah Hukum yang Diambil

Merasa dirugikan, Baby Shima telah menunjuk kantor pengacara Azfar Azmi & Co untuk menangani kasus ini.

Dalam somasinya, manajemen Baby Shima menekankan pentingnya perlindungan hukum atas karya seni, termasuk aransemen musik dan lagu.

“Kami ingin memastikan bahwa industri seni dihormati dan hak para seniman dilindungi dengan baik,” ujar Shima.

Karier dan Prestasi Baby Shima

Baby Shima, yang memiliki nama asli Nor Ashima Ramli, adalah penyanyi dangdut asal Johor, Malaysia.

Namanya mulai dikenal setelah menjuarai Bintang Idola Berita Harian 2010 dan bergabung dengan KRU Music Group.

Kariernya semakin berkembang hingga ia menjadi peserta D’Academy Asia musim ketiga di Indonesia pada 2017 dan Big Stage musim pertama di Malaysia.

Selain berkarier di dunia dangdut, Baby Shima juga aktif di dunia akting.

Prestasinya semakin diakui secara internasional ketika saluran YouTube miliknya meraih YouTube Malaysia Gold Creators Awards pada 2020.

Saat ini, ia bernaung di bawah label Nagaswara Music.

Melalui kasus ini, Baby Shima menyampaikan pesan penting tentang penghormatan terhadap hak cipta dalam industri musik.

“Kalau mau pakai lagu saya, tanya saja ke saya atau pihak manajemen. Saya juga suka meng-cover lagu orang, tapi selalu meminta izin terlebih dahulu,” ujarnya.

Ia berharap permasalahan ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghargai karya seniman lain.

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Continue Reading

Trending