Connect with us

Selebriti

Tasya Farasya Jalani Sleep Therapy karena Insomnia

Tasya Farasya baru-baru ini mengungkap kondisi kesehatannya yang tengah mengalami gangguan tidur berupa insomnia.

Logompn

Published

on

Tasya farasya jalani sleep therapy karena insomnia
Tasya Farasya Jalani Sleep Therapy karena Insomnia | Gambar: TikTok/@tasyafarasya.story

MPN Indonesia 25 Agustus 2025 - Tasya Farasya baru-baru ini mengungkap kondisi kesehatannya yang tengah mengalami gangguan tidur berupa insomnia.

Melalui unggahan video di media sosial, ia memperlihatkan dirinya menjalani terapi tidur dengan berbagai alat medis yang dipasang pada kepala dan tubuh.

Terapi ini dilakukan setelah hasil pemeriksaan gelombang otak menunjukkan adanya ketidakseimbangan aktivitas otak yang mengganggu kualitas tidurnya.

Jalani Analisis EEG

Sebelumnya, Tasya telah menjalani analisis elektroensefalografi (EEG) yang memperlihatkan dominasi gelombang beta dan high beta, kondisi yang biasanya muncul saat seseorang berada dalam keadaan sangat waspada, terfokus berlebihan, atau sedang cemas.

Sementara itu, gelombang delta yang seharusnya mendominasi ketika seseorang memasuki fase tidur terdalam justru sangat rendah. Temuan ini menjadi bukti kuat adanya gangguan tidur yang dialaminya.

Dalam unggahannya, Tasya menyampaikan bahwa pengalaman ini penting untuk dibagikan sebagai bentuk edukasi pada pengikutnya.

“Kalau aku share ini, tujuannya supaya orang-orang tahu bahwa semua orang bisa ngalamin. Jangan sampai kita ngerasa sendirian,” ungkap Tasya.

Ia menegaskan bahwa kesehatan mental dan kualitas tidur merupakan hal serius yang harus diperhatikan, terutama bagi siapa pun yang menghadapi tekanan atau rutinitas padat.

Tujuan Sleep Therapy

Tujuan utama sleep therapy yang dijalani Tasya Farasya adalah mengembalikan keseimbangan gelombang otak agar tubuh dapat beristirahat dengan optimal.

Insomnia tidak hanya berkaitan dengan kesulitan tidur, tetapi juga ketidakmampuan otak memasuki kondisi tenang yang diperlukan untuk tidur berkualitas.

Dengan terapi ini, diharapkan aktivitas otak Tasya kembali normal sehingga kualitas istirahatnya meningkat.

(ELG/NID/RAD)

Baca Juga:  Didiagnosa Kanker Payudara Stadium Awal, Jessie J: Saya Akan Menghilang Sebentar

Trending