Connect with us

Selebriti

Tasyi Athasyia Kemalingan hingga Rugi Rp500 Juta Lebih, Pelaku Karyawan Terdekatnya

Barang mewah Tasyi Athasyia senilai lebih dari Rp500 juta hilang selama enam bulan. Pelaku karyawan terdekatnya sendiri.

Logompn

Published

on

Tasyi Athasyia Kemalingan hingga Rugi Rp500 Juta Lebih, Pelaku Karyawan Sendiri
Tasyi Athasyia Kemalingan hingga Rugi Rp500 Juta Lebih, Pelaku Karyawan Sendiri. Gambar: Instagram/@tasyiiathasyia

MPN Indonesia 8 Agustus 2026 - Kreator konten Tasyi Athasyia menjadi korban pencurian oleh karyawan terdekatnya sendiri setelah dirinya kehilangan sejumlah barang mewah selama kurang lebih enam bulan.

Peristiwa itu diungkap melalui Instagram pribadinya pada Jumat (7/8), tim Tasyi menemukan bukti transaksi penjualan barang-barang yang hilang.

“Tremor Ya Allah, udah enam bulan kehilangan barang-barang dari tas, sepatu dan lain-lain. Total lebih dari 1/2 miliar harganya,” tulis Tasyi melalui Instagram Story, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (8/8).

Ia juga mengaku sempat mengikhlaskan kehilangan tersebut karena tidak menemukan barang-barangnya.

“Tau-taunya ketahuan yang malingnya siapa. Ya Allah, ga nyangka setiap hari bareng tau-taunya maling,” tulisnya.

Kronologi Kejadian

Menurut penjelasan Tasyi, kejadian bermula sekitar awal Maret setelah renovasi walkincloset selesai.

Saat hendak merapikan koleksi, ia menyadari sekitar lima tasnya hilang.

“Disitu jujur aku pasrah aja, cuma aku cari di area rumah dan pas ga ketemu, aku udh ikhlasin, aku ga cari tau lagi, aku mikir kalo emang rezeki ga akan kemana,” jelas Tasyi.

Seiring berjalannya waktu, jumlah barang yang hilang terus bertambah. Meski demikian, ia mengaku tetap tidak mencari tahu penyebab hilangnya barang-barang tersebut.

Petunjuk baru muncul ketika salah satu anggota tim menerima notifikasi email di perangkat yang digunakan bersama.

Email tersebut berisi pemberitahuan bahwa sebuah barang telah terjual.

“Pas dia (salah satu tim Tasyi) liat itu adalah sepatu aku, langsung sama dia di check dan ketika dia scroll dia menemukan semua bukti penjualan dan transaksi barang2 aku yg selama ini hilang, total saat ini yg ketauan ada 12 barang, dan hampir semua dijual di sumber yang sama,” kata Tasyi.

Baca Juga:  Mendes PDT Ungkap Ada Penyelewengan Dana Desa, Sudah Kantongi Nama-Nama Terduga Pelaku

Tasyi juga menemukan banyak notifikasi pembayaran hasil penjualan barang bermerek di salah satu toko jual beli barang branded.

Karyawan Akui Ada Lebih dari 12 Barang yang Dijual

Walau sempat tidak mengakui perbuatannya, Tasyi mengatakan karyawan tersebut akhirnya mengakui perbuatannya.

Ia juga mengaku jumlah barang yang dijual lebih banyak dibanding yang telah ditemukan.

“Setelah kita tunjukkan bukti baru dia ngaku, bahkan dia bilang lebih banyak dari itu yang dia jual,” katanya.

Saat ditanya mengenai jumlah barang yang dijual, menurut Tasyi, yang bersangkutan mengaku tidak mengingat jumlah pastinya karena sudah terlalu banyak.

Tasyi Tempuh Jalur Hukum

Tasyi mengaku kembali mengalami trauma. Ia mengatakan sebelumnya pernah mengalami persoalan serupa yang melibatkan karyawan.

Menurut Tasyi, pengalaman tersebut membuatnya membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun untuk kembali mempercayai orang lain. Namun, kejadian serupa disebut kembali terulang.

Ia juga menyampaikan bahwa karyawan yang diduga melakukan pencurian telah bekerja tanpa pengalaman sebelumnya.

Selama bekerja, menurut Tasyi, karyawan tersebut menerima gaji di atas UMR, bonus, fasilitas kerja, serta kesempatan mengikuti berbagai kegiatan.

Pada awalnya, Tasyi mengaku sempat berniat memaafkan terduga pelaku.

Namun, keputusan itu berubah karena yang bersangkutan dinilai terus membantah dan tidak menunjukkan itikad baik.

“Sebenernya aku udah niat mau maafin aja, cuma karena dia sama sekali ga ada itikad baik untuk ngaku dan bohong terus, plus mengingat kasus aku yang sebelumnya, ketika karyawan salah kita maafin malah setelah dimaafkan mereka malah ngefitnah aku, jadinya aku putusin untuk laporkan ke pihak berwajib,” jelasnya.

(ELG/NID/RAD)

Trending