Selebriti
Wajah Geradakan Disorot, Wulan Guritno Curhat Sulitnya jadi Pejuang Acne
Wulan Guritno mengaku trauma akibat masalah jerawat yang dihadapinya sejak remaja, terutama setelah tampil tanpa editing dalam film Norma: Antara Mertua dan Menantu.
MPN Indonesia 13 Desember 2025 - Wulan Guritno mengakui masih menyimpan trauma akibat masalah kulit wajah yang telah dialaminya sejak lama.
Trauma tersebut kembali muncul setelah bekas jerawat (acne scars) di wajahnya menjadi sorotan publik usai tampil dalam film Norma: Antara Mertua dan Menantu, yang menampilkan wajahnya tanpa proses editing maupun riasan berlebih.
Respons publik terhadap penampilannya dalam film tersebut memicu kecemasan dan mengingatkan Wulan pada pengalaman panjangnya bergelut dengan masalah jerawat.
Jerawat Sejak Remaja dan Bekas yang Terus Bertambah
Wulan menyebut masalah jerawat bukanlah hal baru baginya. Ia telah mengalaminya sejak masa remaja dengan kondisi yang datang dan pergi.
“Sebenarnya itu tuh permasalahan aku dari remaja sih, on and off breakout,” ujar Wulan dalam podcast Curhat Bang Denny Sumargo, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (13/12).
Ia menjelaskan bahwa setiap jerawat yang muncul kerap meninggalkan bekas yang terus bertambah seiring waktu.
“Dari sekian banyak yang breakout, mungkin yang besar atau yang tipe apa aku enggak ngerti, jadi scar. Jadi nambah lagi satu scar, nambah lagi satu scar,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat Wulan merasa tidak percaya diri selama bertahun-tahun.
“Tapi untuk si pejuang acne ini, itu insecurity, itu hal yang paling bikin aku enggak percaya diri,” ungkapnya.
Selama ini, ia mengandalkan riasan wajah dan proses editing visual untuk menyamarkan bekas jerawat tersebut.
Tantangan Tampil Tanpa Editing dan Dampak Mental
Dalam film Norma, Wulan menghadapi tantangan besar karena wajahnya ditampilkan apa adanya tanpa editing.
Ia mengaku sempat meminta agar wajahnya diedit, namun permintaan itu tidak dikabulkan.
“Aku sampai memohon banget, di edit dikit. Tapi enggak tahu, mungkin atas alasan peran dan sebagainya, memang jadinya pas untuk peran tersebut,” ucapnya.
Keputusan tersebut membuat trauma lama kembali muncul dan memicu rasa cemas.
“Pada saat trauma ke trigger lagi, enggak tahu kenanya yang di mana, tapi aku benar-benar anxiety. Orang mikir apa ya,” lanjut Wulan.
Ia menegaskan bahwa masalah jerawat tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga kesehatan mental.
“Orang hanya mikirnya it’s just a skin problem, padahal it gets into your mental health,” imbuhnya.
Kondisi tersebut bahkan memengaruhi fokusnya saat bekerja.
“Pada saat aku kerja enggak fokus, misal lagi meeting, ‘orang mikir apa ya kalau ngelihat Wulan di TV, Wulan ini dilihatnya mulus.’ Jadi di kepala, perasaan tuh, enggak fokus sama tujuan gue ke sini meeting,” tuturnya.
Trauma yang Masih Membekas
Meski kini telah menjalani perawatan dan merasa lebih percaya diri, Wulan mengakui trauma tersebut belum sepenuhnya hilang.
“Sebenarnya udah menerima, udah ikhlas, udah 70 persen pulih, tetapi those memories, those trauma, itu still in me. Masih nempel, masih terekam di badan,” pungkasnya.
Wulan secara terbuka membagikan pengalamannya sebagai pejuang jerawat, termasuk dampak psikologis yang masih ia rasakan hingga saat ini.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
