Connect with us

Selebriti

Willie Salim Temui Helmy Yahya soal Kasus Rendang 200 Kg Hilang di Palembang

Willie Salim bertemu Helmy Yahya untuk meminta maaf atas insiden hilangnya 200 kg rendang di Palembang.

Logompn

Published

on

Willie salim temui helmy yahya soal kasus rendang 200 kg hilang di palembang
Willie Salim meminta maaf kepada Helmy Yahya atas insiden hilangnya 200 kg rendang di Palembang. Gambar : Kolase Instagram/@helmyyahya/@willie27_

MPN Indonesia 25 Maret 2025 - Konten kreator Willie Salim bertemu dengan Helmy Yahya setelah ramai perbincangan mengenai insiden hilangnya 200 kg rendang di Palembang. 

Helmy Yahya, yang menjabat sebagai Ketua Asosiasi Konten Kreator Seluruh Indonesia (AKKSI), sebelumnya mengkritik konten tersebut dan menyebut kejadian itu sebagai bentuk kelalaian dalam perencanaan.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf Willie Salim

Willie Salim menemui Helmy Yahya pada Minggu (23/3) pagi. Pertemuan tersebut diabadikan dalam unggahan Helmy di media sosialnya. 

Dalam pertemuan itu, Willie Salim meminta maaf atas kejadian yang terjadi saat acara memasak rendang 200 kg di Benteng Kuto Besak, Palembang.

“Pagi tadi Willie Salim sudah menemui saya. Dia sudah minta maaf, tapi saya betul-betul menekankan bahwa pantas kami itu tersinggung. Banyak sekali orang-orang Palembang, baik di sana maupun di rantau, yang merasa tersinggung dan tersakiti akibat video konten yang dibuat demikian tidak bertanggung jawab,” ujar Helmy Yahya dari Instagram pribadinya, dikutip MPN Indonesia pada Selasa (25/3).

Helmy Yahya menyoroti kurangnya persiapan dalam acara tersebut dan menegaskan bahwa perencanaan yang buruk berujung pada kegagalan.

“Saya katakan, kamu boleh mengatakan bahwa kamu persiapannya tidak matang. Nah, persiapan tidak matang itu menunjukkan gagal membuat perencanaan. Gagal membuat perencanaan itu sama saja dengan merencanakan kegagalan,” tambahnya.

Kritik Terhadap Konsep Konten

Dalam perbincangan tersebut, Helmy Yahya juga mengungkapkan bahwa kurangnya persiapan membuka peluang bagi orang-orang yang hadir untuk mengambil rendang tersebut. Ia mengutip nasihat dari program televisi lama tentang kejahatan yang bukan hanya terjadi karena niat, tetapi juga karena adanya kesempatan.

Baca Juga:  Azizah Salsha Cabut Laporan terhadap Jessica Felicia atas Kasus Pencemaran Nama Baik

“Willie Salim sudah membuat kesempatan orang untuk mengambil. Kenapa rendangnya dimasak? Kenapa tidak pindang atau pempek yang lebih cepat? Dimasaknya setelah berbuka, jadi orang tidak lama menunggu,” jelas Helmy Yahya.

Lebih lanjut, Helmy Yahya mempertanyakan mengapa rendang tersebut ditinggalkan di tengah kerumunan tanpa pengawasan.

“Kenapa ditinggal? Kalau ada barang ditinggal di tengah kerumunan, lalu ada yang mengambil, yang salah adalah orang yang melakukan pembiaran,” tambahnya.

Tuduhan Settingan dan Dampak Konten

Meskipun Willie Salim telah membantah bahwa kontennya adalah rekayasa, Helmy Yahya tetap berpendapat bahwa ada unsur settingan dalam kejadian tersebut.

“Jadi kamu boleh mengaku ada setting-an atau tidak. Menurut saya, ini setting-an. Saya tahu betul bagaimana konten direncanakan secara matang. Dan, saya sarankan dia untuk minta maaf secara tulus kepada masyarakat Palembang,” tegas Helmy Yahya.

Helmy Yahya juga mengingatkan para kreator konten untuk lebih berhati-hati dalam membuat materi yang bisa berdampak luas terhadap masyarakat.

“Saya sebagai Ketua Asosiasi Konten Kreator Indonesia ingin mengajak kepada content creator, tolong pertimbangkan bahwa apa yang kita buat bisa merugikan banyak orang. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kejadian ini,” pungkas Helmy Yahya.

Respons Publik dan Kesimpulan

Sebelumnya, insiden hilangnya rendang 200 kg menjadi perbincangan luas di media sosial. Salah satu warga Palembang mengaku mengambil rendang tersebut karena dibiarkan tanpa pengawasan saat Willie Salim pergi ke mobilnya.

Helmy Yahya menilai kejadian ini berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap masyarakat Palembang. Ia berharap agar konten kreator lebih memperhatikan dampak dari video yang mereka buat dan bertanggung jawab atas konten yang mereka hasilkan.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending