Connect with us

Selebriti

Zaskia Adya Mecca Ceritakan Situasi Sulit saat Menuju Global March to Gaza

Zaskia Adya Mecca ungkap tantangan yang dihadapi saat hendak ikut Global March to Gaza, termasuk pengawasan ketat dan larangan menuju perbatasan Gaza.

Logompn

Published

on

Zaskia adya mecca ceritakan situasi sulit saat menuju global march to gaza
Zaskia Adya Mecca Ceritakan Situasi Sulit saat Menuju Global March to Gaza. Gambar : Instagram/@zaskiaadyamecca

MPN Indonesia 16 Juni 2025 - Zaskia Adya Mecca bersama sejumlah artis dan aktivis Indonesia menghadapi tekanan dari aparat keamanan Mesir saat hendak mengikuti aksi Global March to Gaza.

Mereka tiba di Kairo, Mesir, sejak Kamis (12/6), sebagai bagian dari rombongan asal Malaysia, karena kuota dari Indonesia telah ditutup.

Dalam unggahan di media sosial pribadinya @zaskiaadyamecca pada Minggu (15/6), Zaskia mengungkapkan situasi menegangkan yang mereka alami sejak tiba.

Mulai dari pengawasan ketat hingga pemeriksaan intensif oleh polisi dan intelijen Mesir.

“Sampai di hotel malam-malam vibenya sudah nggak enak. Ada polisi yang langsung mencatat semua paspor dan berbicara serius sambil melihat kami dengan staf hotel,” tulis Zaskia Adya Mecca dalam unggahannya, dikutip MPN Indonesia pada Senin (16/6) .

Menurutnya, sekitar 20 aparat dan kendaraan tahanan disiapkan di sekitar bus mereka. Akses dan pergerakan pun dibatasi, membuat mereka seolah “terkunci” dan tak bebas bergerak.

“Tapi situasi kami lebih sulit, seolah terkunci untuk bergerak karena sekitar 20 polisi, intel, mobil polisi bahkan mobil tahanan siap di depan bus, khusus disiapkan untuk kami ber-10,” ungkapnya.

Tujuan Kemanusiaan dan Situasi di Lapangan

Zaskia menyatakan bahwa keikutsertaan mereka dalam aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi di Gaza.

Namun, di lapangan, tantangan terus bermunculan. Pemerintah Mesir mulai menganggap aksi damai itu sebagai kegiatan ilegal.

Negosiasi pun terus dilakukan oleh penyelenggara aksi dengan otoritas Mesir agar peserta tetap bisa menjalankan misi kemanusiaan.

Kronologi Perjalanan Menuju Aksi Global

Zaskia berangkat bersama Ratna Galih, Wanda Hamidah, Indadari, dan enam WNI lainnya.

Baca Juga:  Jennifer Coppen Buka Suara usai Netizen Singgung soal Ketiak Hitam padahal Jual Produk Deodoran

Mereka bergabung dalam aksi jalan kaki sejauh 50 km dari Kairo menuju Gerbang Rafah, yang melibatkan ribuan aktivis dari 50 negara dan direncanakan mencapai puncaknya pada 15 Juni 2025.

“Semua dokumen, briefing dari panitia sangat clear, risiko apa pun ditanggung masing-masing, ini adalah gerakan perdamaian dari seluruh dunia, tapi dengan risiko tinggi,” jelas Zaskia.

Mereka juga menyaksikan langsung penangkapan sejumlah aktivis oleh aparat Mesir. Beberapa bahkan langsung dideportasi.

“Baca grup long march sudah banyak aktivis yang ditangkap, ada yang ditahan tapi juga ada yang dipulangkan,” imbuhnya.

Dukungan dan Kekhawatiran dari Keluarga

Hanung Bramantyo, suami Zaskia, mengungkapkan kekhawatirannya atas keselamatan sang istri.

Namun, ia tetap mendukung langkah Zaskia yang memilih menyuarakan isu kemanusiaan di Gaza.

“Khawatir iya, tapi kami harus menyuarakan apa yang terjadi di Gaza sampai hari ini. Situasi di Gaza hari ini terjadi krisis kelaparan yang luar biasa. Ini bukan soal agama, tapi soal kemanusiaan,” kata Hanung Bramantyo.

Ia juga menegaskan bahwa meski hanya berangkat dalam jumlah kecil, dampak dari aksi mereka tetap besar.

“Meskipun kami hanya berangkat sepuluh orang, tapi sepuluh orang ini suaranya besar sekali bisa memengaruhi banyak hal,” pungkasnya.

(ELG/NID/RAD)

Trending