Connect with us

Internasional

11 Tahun Hilang, Malaysia akan Kembali Lanjutkan Pencarian Pesawat MH370

Pemerintah Malaysia kembali membuka pencarian MH370 mulai 30 Desember 2025. Operasi berlangsung 55 hari bersama Ocean Infinity dengan skema no find, no fee dan fokus pada area 15.000 km² di Samudra Hindia.

Logompn

Published

on

11 tahun hilang, malaysia akan kembali lanjutkan pencarian pesawat mh370
11 Tahun Hilang, Malaysia akan Kembali Lanjutkan Pencarian Pesawat MH370. Gambar : Reuters/Maxim Zmeyev

MPN Indonesia 5 Desember 2025 - Pemerintah Malaysia akan melanjutkan kembali pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 mulai 30 Desember 2025, lebih dari 11 tahun setelah pesawat tersebut hilang.

Pencarian direncanakan berlangsung selama 55 hari dan dilakukan oleh perusahaan eksplorasi Ocean Infinity dengan skema no find, no fee.

Pemerintah akan memberikan imbalan sebesar US$70 juta apabila bangkai pesawat berhasil ditemukan.

Pesawat MH370, jenis Boeing 777, hilang pada 8 Maret 2014 dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing dengan membawa 239 orang yang terdiri dari 227 penumpang dan 12 awak.

Kementerian Transportasi Malaysia menyatakan bahwa langkah pencarian ini dilakukan untuk memberikan kepastian bagi keluarga korban.

“Perkembangan terbaru ini menunjukkan kesungguhan Malaysia untuk memberikan penutupan bagi keluarga yang terdampak tragedi ini,” demikian pernyataan kementerian, dikutip MPN Indonesia dari Reuters, Jumat (5/12).

Area Pencarian dan Peran Ocean Infinity

Pencarian akan difokuskan pada area seluas 15.000 km² di Samudra Hindia bagian selatan, wilayah yang dinilai memiliki probabilitas tertinggi untuk menemukan bangkai pesawat. Lokasi spesifik belum diumumkan.

Operasi dilakukan berdasarkan kesepakatan antara pemerintah Malaysia dan Ocean Infinity, perusahaan yang juga memimpin pencarian pada 2018 namun belum menemukan sisa utama pesawat.

Upaya pencarian tambahan pada Maret 2025 sempat dilakukan, tetapi dihentikan akibat cuaca buruk.

Latar Belakang Kehilangan MH370

MH370 kehilangan kontak kurang dari satu jam setelah lepas landas dari Kuala Lumpur.

Data radar menunjukkan pesawat keluar dari jalur penerbangan normal.

Laporan investigasi tahun 2018 menyimpulkan bahwa sistem kendali pesawat kemungkinan besar dimanipulasi secara sengaja hingga menyimpang dari rute, namun penyelidik tidak dapat memastikan pelakunya dan tidak dapat memberikan kesimpulan akhir penyebab insiden.

Baca Juga:  Ban Pesawat Garuda Indonesia Copot Saat Mendarat di Tanjungpinang, 161 Penumpang Selamat

Sejumlah puing pesawat ditemukan di pesisir Afrika dan pulau-pulau di Samudra Hindia.

Sebagian telah dikonfirmasi sebagai bagian dari MH370, sementara lainnya belum dapat dipastikan.

Penumpang pesawat berasal dari berbagai negara, termasuk lebih dari 150 warga China, 50 warga Malaysia, serta penumpang dari Prancis, Australia, Indonesia, India, Amerika Serikat, Ukraina, dan Kanada.

Keluarga korban terus mendorong pencarian lanjutan dan mengajukan tuntutan kompensasi kepada sejumlah pihak seperti Malaysia Airlines, Boeing, Rolls-Royce, dan grup asuransi Allianz.

Upaya Pencarian Sebelumnya

Sejak kecelakaan pesawat terjadi, berbagai operasi pencarian telah dilakukan.

Operasi multinasional awal melibatkan sekitar 60 kapal, 50 pesawat, dan 26 negara, namun dihentikan pada 2017 tanpa hasil.

Ocean Infinity kemudian melanjutkan pencarian pada 2018 tetapi juga belum menemukan bangkai pesawat.

Upaya paling baru pada April 2025 dihentikan karena kondisi cuaca tidak mendukung.

Pihak penyelidik menyimpulkan bahwa penyebab pasti hilangnya MH370 hanya dapat diketahui apabila bangkai pesawat ditemukan.

Investigasi sebelumnya juga tidak menemukan indikasi mencurigakan terkait latar belakang, kondisi keuangan, pelatihan, atau kesehatan mental kapten maupun kopilot.

(AKM/NID/RAD)

Trending