Connect with us

Internasional

Anak Muammar Gaddafi, Saif al-Islam Gaddafi Tewas Ditembak di Rumahnya

Saif al-Islam Khadafi tewas ditembak empat pria bersenjata. Kejaksaan Libya kini melakukan penyelidikan.

Logompn

Published

on

Anak Muammar Gaddafi, Saif al Islam Gaddafi Tewas Ditembak di Rumahnya
Anak Muammar Gaddafi, Saif al-Islam Gaddafi Tewas Ditembak di Rumahnya. Gambar: AP Photo/Ammar El-Darwish

MPN Indonesia 6 Februari 2026 - Saif al-Islam Gaddafi, anak dari mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi, tewas ditembak oleh empat pria bersenjata di kediamannya di kota Zintan, sekitar 136 km barat daya Tripoli, Libya, pada Selasa (4/2).

Kematian pria berusia 53 tahun ini dikonfirmasi oleh penasihat politiknya, Abdullah Othman Abdurrahim, serta pengacaranya Khaled al-Zaidi.

Abdurrahim menyampaikan dalam keterangannya, serangan terjadi di rumah pribadi korban.

“Empat pria bersenjata menyerbu kediaman Saif al-Islam Gaddafi,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia dari AFP pada Jumat, (6/2).

Ia menambahkan bahwa penyerang menonaktifkan kamera pengawas sebelum mengeksekusi korban di tempat dalam upaya putus asa untuk menyembunyikan jejak kejahatan keji mereka.

Sementara itu, tim politik Gaddafi juga menyebut insiden tersebut sebagai tindakan pembunuhan pengecut dan keji oleh empat pria bertopeng yang sempat terlibat bentrokan dengan korban.

Kejaksaan Agung Libya menyatakan bahwa tim forensik telah dikirim ke lokasi untuk menyelidiki pembunuhan tersebut.

Hingga kini, identitas dan motif para pelaku belum diungkapkan secara resmi.

Khaled al-Mishri, mantan kepala Dewan Negara Tinggi yang berbasis di Tripoli, meminta agar dilakukan penyelidikan mendesak dan transparan atas insiden tersebut.

Riwayat Politik dan Hukum Saif al-Islam Gaddafi

Saif al-Islam Gaddafi merupakan anak kedua dari Muammar Gaddafi.

Lahir pada Juni 1972 di Tripoli, ia dikenal sebagai figur yang menampilkan citra reformis pro-Barat dalam pemerintahan ayahnya.

Ia pernah menempuh pendidikan di London School of Economics dan memimpin sejumlah inisiatif diplomatik, termasuk negosiasi penghentian program senjata pemusnah massal Libya dan kompensasi pemboman Pan Am Flight 103 di Lockerbie.

Baca Juga:  Menantu Kirim Sate Pakai Racun Tikus ke Ibu Mertua, Diduga Sakit Hati

Proses Penegakan Hukum

Kantor kejaksaan belum memberikan informasi resmi mengenai motif para pelaku, namun telah menyatakan bahwa proses investigasi sedang berjalan.

Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Pemerintah dan tokoh politik menyerukan proses hukum yang transparan untuk mengungkap pelaku dan mencegah ketegangan lebih lanjut dalam konteks hukum dan kriminal di Libya.

(ADN/NID/RAD)

Trending