Connect with us

Internasional

Banjir Melanda Gurun Sahara di Maroko hingga Sungai Amazon Mengering

Gurun Sahara mengalami hujan deras dan banjir besar setelah 50 tahun, sementara Sungai Amazon menghadapi kekeringan terparah dalam sejarah.

Actress 1299250

Published

on

Banjir Melanda Gunung Sahara di Maroko hingga Sungai Amazon Mengering
Gunung Sahara dan Sungai Amazon. Gambar : Dok. ussfeed.com

MPN Indonesia 14 Oktober 2024 - Fenomena alam ekstrem baru-baru ini terjadi di dua wilayah yang berbeda, yakni Gurun Sahara di Maroko dan Sungai Amazon di Amerika Selatan.

Gurun Sahara yang biasanya kering dilanda banjir besar untuk pertama kalinya dalam 50 tahun, sementara Sungai Amazon mengalami kekeringan terparah dalam sejarahnya.

Banjir di Gurun Sahara: Hujan Deras Mengubah Padang Pasir

Pada September 2024, Gurun Sahara di Maroko dilanda hujan deras yang melebihi curah hujan tahunan hanya dalam dua hari.

Di desa Tagounite, sekitar 450 km dari ibu kota Rabat, tercatat lebih dari 100 mm hujan turun dalam waktu singkat.

“Sudah 30 hingga 50 tahun sejak terakhir kali kami mendapatkan hujan sebanyak ini dalam waktu singkat,” kata Houssine Youabeb dari badan meteorologi Maroko.

Akibat hujan ini, Danau Iriqui yang telah kering selama 50 tahun kembali terisi air, terlihat jelas dari citra satelit NASA.

Banjir bandang ini menyebabkan kerusakan infrastruktur, menewaskan 18 orang di Maroko dan Aljazair, serta mengakibatkan kerusakan lahan pertanian di kawasan tersebut.

Selain itu, peristiwa global ini juga membawa dampak jangka panjang pada cuaca lokal akibat peningkatan kelembapan di udara.

Kekeringan Ekstrem di Sungai Amazon

Di sisi lain, Sungai Amazon mengalami kekeringan terparah dalam sejarah.

Sungai Negro, salah satu anak sungai utama Amazon, menyusut ke level terendah sepanjang sejarah, mencapai 12,66 meter di pelabuhan Manaus, jauh di bawah level normal sekitar 21 meter.

“Ini adalah level terendah sejak pengukuran dimulai 122 tahun yang lalu,”* ungkap badan geologi Brasil.

Baca Juga:  Prancis Diterjang Tornado, 39 Orang Terluka

Kekeringan ini telah mengganggu kehidupan masyarakat lokal, menghambat transportasi sungai, serta memicu kebakaran hutan.

Penduduk setempat seperti Gracita Barbosa, seorang kasir di toko terapung di Sungai Negro, kehilangan pekerjaannya karena perahu-perahu tidak bisa berlayar akibat sungai yang dangkal.

Perubahan Iklim dan Dampaknya pada Ekosistem Global

Kedua bencana alam internasional ini menjadi bukti nyata dari perubahan iklim yang semakin memengaruhi keseimbangan alam.

Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia, Celeste Saulo, menyatakan bahwa siklus air global kini berubah dengan cepat dan tidak dapat diprediksi akibat kenaikan suhu.

“Akibat peningkatan suhu, siklus hidrologi menjadi lebih cepat dan tidak menentu, menyebabkan terlalu banyak atau terlalu sedikit air,” jelasnya.

Trending