Connect with us

Internasional

Demo di Iran Pecah! Tewaskan 36 Orang

Aksi protes akibat anjloknya nilai tukar rial meluas di Iran. Sedikitnya 36 orang tewas dan lebih dari 2.000 orang ditangkap sejak akhir Desember 2025.

Logompn

Published

on

Demo di iran pecah! tewaskan 36 orang
Demo di Iran. Gambar : Reuters/WANA (West Asia News Agency

MPN Indonesia 7 Januari 2026 - Sedikitnya 36 orang tewas dan lebih dari 2.000 orang ditangkap dalam rangkaian demonstrasi dan aksi massa yang meluas di Iran sejak Minggu (28/12).

Gelombang protes dipicu krisis ekonomi akibat anjloknya nilai tukar mata uang rial, yang memicu bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan di berbagai wilayah.

Aksi protes dilaporkan terjadi di 27 dari 31 provinsi di Iran, termasuk di Teheran dan Provinsi Ilam.

Demonstrasi bermula dari aksi duduk para pemilik toko di Grand Bazaar Teheran yang memprotes pelemahan nilai rial terhadap dolar Amerika Serikat.

Aksi tersebut dibubarkan pasukan keamanan dengan gas air mata.

Dikutip dari BBC, Human Rights Activists News Agency (HRANA) mencatat dari total korban tewas, 34 orang merupakan demonstran dan dua lainnya anggota pasukan keamanan.

Pemicu Protes dan Pernyataan Presiden

Gelombang demonstrasi dipicu kebijakan Bank Sentral Iran yang menghapus subsidi nilai tukar dolar untuk sebagian besar produk.

Kebijakan ini menyebabkan lonjakan tajam harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengakui situasi tersebut dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Selasa (6/1).

“Jika kita tidak mengambil keputusan yang realistis, kita sendiri akan mendorong negara menuju krisis dan kemudian mengeluh tentang konsekuensinya,” ujar Pezeshkian, seperti dikutip MPN Indonesia dari AP News pada Rabu (7/1).

Bentrokan di Berbagai Wilayah

Di Grand Bazaar Teheran pada Selasa (6/1), pengunjuk rasa duduk di lorong-lorong pasar sambil meneriakkan slogan anti-pemerintah.

Pasukan keamanan kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa, yang mengakibatkan banyak toko tutup.

Baca Juga:  Wakil Presiden AS, JD Vance Pimpin Negosiasi As-Iran di Islamabad

Rekaman video memperlihatkan gas air mata menyebar hingga ke rumah sakit dan stasiun metro.

Aksi serupa juga terjadi di pasar Yaft Abad, pusat perbelanjaan Caterpillar, serta persimpangan Azari di Teheran. Bentrokan turut dilaporkan di kota Abdanan, Provinsi Ilam.

Di Kabupaten Malekshahi, satu anggota polisi dilaporkan tewas akibat tembakan dalam bentrokan dengan demonstran.

Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan massa yang menghadiri pemakaman dua korban demonstrasi merusak tiga bank di Malekshahi.

Insiden tersebut menyebabkan satu orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kebakaran di bank dan properti lainnya.

Penyelidikan Pemerintah dan Reaksi Internasional

Presiden Pezeshkian memerintahkan Kementerian Dalam Negeri membentuk tim khusus untuk menyelidiki insiden di Provinsi Ilam.

Sejumlah video menunjukkan pasukan keamanan menggerebek Rumah Sakit Imam Khomeini di Kota Ilam, wilayah dengan mayoritas penduduk etnis Kurdi.

Para aktivis menyebut rumah sakit tersebut menampung demonstran yang terluka.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengecam penggerebekan tersebut dan menyebutnya sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan”.

“Menyerbu bangsal, memukuli staf medis, dan menyerang korban luka dengan gas air mata dan amunisi adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang nyata,” tulis pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS berbahasa Persia di platform X.

HRANA mencatat sebanyak 2.076 orang ditangkap dan lebih dari 60 orang mengalami luka-luka.

Protes dipicu inflasi yang mencapai 40 persen, sanksi internasional terkait program nuklir Iran, serta dugaan salah urus dan korupsi.

Sikap Otoritas Iran dan Dampak Ekonomi

Ketua Kehakiman Iran Gholamhossein Mohseni Ejei menyatakan pihaknya akan mendengarkan warga yang “secara sah dan benar memiliki kekhawatiran tentang mata pencaharian mereka”, namun menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada “para perusuh”.

Baca Juga:  FIFA Tolak Permintaan Iran untuk Pindah Venue ke Meksiko

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga menegaskan bahwa “para perusuh harus ditempatkan pada tempatnya”.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa jika Teheran “membunuh demonstran damai secara brutal”, maka Amerika Serikat “akan datang untuk menyelamatkan mereka”.

Dari sisi ekonomi, nilai tukar rial dilaporkan mencapai 1,46 juta per dolar AS pada Selasa (6/1).

Pelemahan ini berdampak langsung pada harga dan ketersediaan barang pokok.

Harga minyak goreng, keju, dan ayam melonjak tajam, sementara beras impor dilaporkan menghilang dari sejumlah toko.

Kantor berita IRNA menyebut harga minyak goreng telah naik dua kali lipat.

Bank Sentral Iran sebelumnya menghapus subsidi nilai tukar untuk semua produk kecuali obat-obatan dan gandum.

Kebijakan tersebut memicu kenaikan harga di tingkat konsumen, di tengah laporan bahwa sebagian pedagang memanfaatkan perbedaan kurs, sementara daya beli masyarakat terus menurun.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending