Connect with us

Internasional

Deretan Fakta Kasus Penembakan Staf KBRI di Peru: Benarkah Dihabisi Geng Kriminal?

Seorang staf KBRI di Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba, tewas ditembak pada Senin malam (1/9) waktu setempat.

Logompn

Published

on

Deretan fakta kasus penembakan staf kbri di peru diduga dihabisi geng kriminal
Deretan Fakta Kasus Penembakan Staf KBRI di Peru: Diduga Dihabisi Geng Kriminal | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 7 September 2025 - Seorang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba, tewas ditembak pada Senin malam (1/9) waktu setempat.

Ia menjadi korban penembakan ketika pulang bersepeda bersama istrinya di depan apartemen tempat tinggalnya di Jalan César Vallejo, distrik Lince.

Kronologi Penembakan

Zetro, 40 tahun, dicegat dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Pelaku melepaskan tiga tembakan, dua kali saat korban masih berdiri lalu satu kali ketika korban sudah jatuh.

Zetro sempat dibawa ke Klinik Javier Prado, namun meninggal akibat luka parah yang dideritanya.

Menurut keterangan Kepolisian Nasional Peru, para pelaku langsung melarikan diri setelah aksi penembakan.

Rekaman kamera pengawas menunjukkan pelaku mengenakan helm dan beraksi cepat sebelum kabur dengan sepeda motor.

Dugaan Pembunuhan Bayaran

Dikutip MPN Indonesia dari Associated Press, Menteri Dalam Negeri Peru, Carlos Malaver menyebut penembakan itu sebagai “pembunuhan kontrak”.

Ia menegaskan tidak ada barang milik korban yang dicuri, sehingga kuat dugaan Zetro menjadi target serangan terencana.

“Mereka menunggunya dan peluru-peluru itu mengenai kepalanya; mereka ingin membunuhnya,” ujar Malaver.

Kaitan dengan Geng Kriminal

Dugaan awal mengarah pada keterlibatan geng kriminal One Family yang dipimpin pria berjuluk El Chino.

Geng ini dikenal kerap melakukan eksploitasi seksual, pemerasan, hingga pembunuhan bayaran.

Salah satu sumber menyebut jika Zetro memiliki hubungan dengan perempuan yang bekerja di daerah Risso dan mengenal El Chino.

“Beberapa nomor tampaknya milik anak-anak perempuan, dengan kode Venezuela dan Kolombia, ditemukan dalam HP korban. Mereka masih dilacak. Tampaknya, dia sering mengunjungi tempat itu,” kata sumber itu, dikutip MPN Indonesia dari CNN Indonesia yang mengutip media lokal.

Baca Juga:  Dua Terduga Pelaku Penistaan Agama di The Sounds Project Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya

Namun, terkait dugaan keterlibatan El Chino, Kementerian Luar Negeri RI telah membantah melalui Direktur Informasi dan Media, Hartyo Harkomoyo.

“Dari komunikasi yg dilakukan oleh KBRI Lima dengan Kepolisian Peru, diperoleh keterangan bahwa pemberitaan di media mengenai keterlibatan sindikat prostitusi setempat dalam pembunuhan saudara Zetro adalah tidak benar,” kata Hartyo Harkomoyo, Jumat (5/9).

Respons Pemerintah Indonesia

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan telah meminta penyelidikan menyeluruh kepada Menlu Peru Elmer Schialer.

Ia juga mengaku telah menginstruksikan Dubes RI di Lima, Ricky Suhendar, untuk mengawal proses hukum.

“Saya telah berbicara dengan Menlu Peru Elmer Schialer untuk menyampaikan permintaan RI supaya ada penyelidikan menyeluruh atas wafatnya kolega kami, Zetro Leonardo Purba,” ujar Sugiono melalui akun media sosial X @menlu_ri, Selasa (2/9).

(ADN/NID/RAD)

Trending