Internasional
India Desak IAEA Awasi Senjata Nuklir Milik Pakistan
Pemerintah India mendesak IAEA mengambil alih pengawasan terhadap nuklir milik Pakistan.
MPN Indonesia 18 Mei 2025 - Pemerintah India mendesak Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk mengambil alih pengawasan terhadap persenjataan nuklir milik Pakistan.
Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, seruan ini disampaikan Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, beberapa hari setelah India dan Pakistan mencapai gencatan senjata.
“Saya percaya bahwa senjata nuklir Pakistan harus berada di bawah pengawasan IAEA,” ujar Singh dalam pidato di Srinagar.
India Lancarkan Serangan
Ketegangan meningkat setelah India melancarkan serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “kamp teroris” di wilayah Pakistan.
Serangan tersebut merupakan balasan atas serangan di Kashmir India bulan lalu yang menewaskan 26 orang dan disebut-sebut didukung oleh Pakistan.
Menanggapi situasi ini, Rajnath Singh menyampaikan kekhawatiran tentang keamanan senjata nuklir di bawah kendali Pakistan, menyebutnya sebagai negara yang “tidak bertanggung jawab dan nakal”.
Pemerintah Pakistan segera mengecam pernyataan tersebut. Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut komentar India sebagai cerminan “ketidakamanan dan frustrasi” terhadap kemampuan pertahanan Pakistan yang efektif dalam menghadapi “agresi militer India secara konvensional”.
India-Pakistan Punya Nuklir
India dan Pakistan sama-sama menjadi negara bersenjata nuklir setelah melakukan uji coba pada tahun 1998.
Rivalitas lama antara kedua negara telah menjadikan kawasan Asia Selatan sebagai salah satu titik panas konflik nuklir global.
Insiden terakhir ini menimbulkan kekhawatiran internasional akan potensi penggunaan senjata pemusnah massal.
Terlebih setelah militer Pakistan menyatakan bahwa badan pengawas senjata nuklir mereka akan melakukan pertemuan, meski kemudian dibantah oleh Menteri Pertahanan Pakistan bahwa tidak ada agenda seperti itu.
Di tengah meningkatnya risiko eskalasi, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan kesiapan untuk berdialog dengan India.
Dalam pidatonya di markas Angkatan Udara Pakistan di Kamra, ia menyampaikan, “Sekarang mari kita bicara tentang perdamaian. Kami siap untuk itu”.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
