Politik
Momen Hangat Prabowo dan PM India Narendra Modi Naik Helikopter Kunjungi Candi Prambanan
Presiden Prabowo Subianto dan PM Narendra Modi mengunjungi Candi Prambanan untuk menandai kerja sama konservasi warisan budaya Indonesia-India.
Jawa Tengah, MPN Indonesia 9 Juli 2026 - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi Candi Prambanan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (8/7).
Keduanya menempuh perjalanan bersama menggunakan helikopter dari Bandara Internasional Yogyakarta menuju Pangkalan TNI AU Adisutjipto sebelum melanjutkan perjalanan darat ke kompleks Candi Prambanan.
Agenda itu dilakukan untuk meninjau kawasan candi sekaligus menandai kerja sama konservasi warisan budaya Indonesia-India.
Prabowo dan Modi Tinjau Candi Prambanan
Berdasarkan pantauan MPN Indonesia di YouTube Sekretariat Presiden, kedua pemimpin melakukan peninjauan di sejumlah titik area candi.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo dan Modi juga menyaksikan pertunjukan seni tari tradisional Ramayana.
Keduanya kemudian mendengarkan pemaparan proyek konservasi warisan dunia UNESCO dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon, meresmikan prasasti, dan mengikuti sesi foto bersama.
Modi Jalani Ibadah Hindu
Dalam rangkaian kunjungan itu, Modi juga menjalankan ibadah Hindu di Candi Siwa.
Sementara itu, sekitar 290 pandita dan umat Hindu mengikuti doa bersama di area Candi Wisnu dan Candi Brahma.
Mereka duduk bersila menghadap Candi Siwa, menciptakan suasana yang khidmat selama kunjungan kedua pemimpin berlangsung.
Setelah melakukan peninjauan dan mengikuti rangkaian peribadatan, Prabowo bersama Modi melanjutkan agenda ke Plataran Prambanan.
Di sana, kedua pemimpin menyaksikan penunjukan plakat kerja sama konservasi warisan budaya antara Indonesia dan India untuk Candi Prambanan.
Kerja Sama Indonesia-India
Kerja sama konservasi Candi Prambanan telah menjadi bagian dari kesepakatan Indonesia dan India.
Program tersebut bertajuk Indonesia-India Collaborative Cultural Heritage Conservation.
Program ini berfokus pada lebih dari 200 candi perwara di halaman kedua kompleks Prambanan dengan durasi kerja sama jangka panjang pada 2026 hingga 2036.
Pendekatan teknis yang akan digunakan meliputi survei LiDAR, rekonstruksi digital AI, metode anastilosis, dan dokumentasi digital.
Modi menyebut Candi Prambanan memiliki nilai penting dalam hubungan budaya kedua negara.
“Candi tersebut berusia lebih dari 1.000 tahun merupakan simbol dari budaya yang kita miliki bersama keterkaitan budaya antara Indonesia dan India,” paparnya.
Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty mengatakan kedatangan Modi ke Yogyakarta berkaitan dengan dukungan India terhadap upaya restorasi Candi Prambanan.
“Beliau berkunjung karena, jika melihat Pernyataan Bersama tahun 2025, kedua pemimpin (India dan Indonesia) telah menyepakati bahwa India akan mendukung pemugaran Candi Prambanan,” ujar Sandeep.
Sandeep menjelaskan, setelah pernyataan bersama itu, India bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Indonesian Heritage Institute, dan Archaeological Survey of India atau ASI.
“Tim ASI telah datang ke Indonesia, meninjau candi tersebut, dan menyusun laporan proyek yang saat ini sedang dalam tahap evaluasi,” ujarnya.
“Kami meyakini bahwa ketika kedua pemimpin bertemu, mereka akan mengumumkan dimulainya pekerjaan pemugaran candi tersebut,” imbuh dia.
Alasan India Ingin Kerja Sama dengan RI
Fadli Zon menjelaskan alasan India tertarik mendukung revitalisasi atau restorasi Candi Prambanan.
“Khusus Prambanan, mereka sangat tertarik karena ini merupakan salah satu candi Hindu terbesar ya yang ada gitu ya dengan tiga candi utama dan dua ratusan perwara,” kata Fadli kepada awak media di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (7/7).
Fadli mengatakan, masih terdapat bagian Candi Prambanan yang belum selesai direvitalisasi.
“Ada seperempat bagian dari Candi Prambanan yang memang yang namanya perwara, itu candi-candi kecilnya itu belum kita revitalisasi. Dari dua ratusan itu baru enam yang kita revitalisasi. Kalau tiga candi besarnya sudah, sudah semua,” jelasnya.
“Jadi kita tentu menyambut baik ya keinginan dari pihak India juga untuk mendukung kita merevitalisasi candi-candi Hindu, dalam hal ini khususnya adalah Candi Prambanan,” tuturnya.
Terkait nilai bantuan atau biaya revitalisasi, Fadli menyebut hal tersebut masih dalam kajian.
“Ya memang cukup besar. Tapi kita belum tahu angka-angkanya, masih terus kita kaji terutama ketersediaan nanti batu-batu dan ukiran-ukiran yang ada, karena ini kan sudah lebih dari seribu tahun dari abad ke-9 ya,” tuturnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
