Internasional
Israel Dikabarkan Setuju dengan Gencatan Senjata selama 60 Hari dengan Hizbullah
Israel dan Hizbullah menyetujui gencatan senjata 60 hari, hasil mediasi AS dan Prancis. Netanyahu pimpin rapat membahas langkah ini.
MPN Indonesia 27 November 2024 - Israel dilaporkan menyetujui gencatan senjata selama 60 hari dengan milisi Hizbullah asal Lebanon.
Keputusan ini dianggap sebagai langkah penting di tengah konflik berkepanjangan, dengan mediasi aktif dari Amerika Serikat (AS) dan Perancis.
Netanyahu dan Pertemuan Kabinet Keamanan
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dijadwalkan memimpin rapat kabinet keamanan pada Selasa (26/11) malam untuk membahas kesepakatan tersebut.
Menurut pejabat Tel Aviv yang dikutip oleh Times of Israel, meskipun gencatan senjata akan diberlakukan, Israel tetap tidak mengakhiri perang melawan Hizbullah.
“Durasi gencatan senjata masih belum pasti. Bisa sebulan, bisa setahun,” ungkap pejabat itu pada Senin (25/11).
Namun, kesepakatan awal menetapkan penghentian permusuhan selama dua bulan.
Peran AS dan Perancis dalam Mediasi
Laporan dari Reuters menyebutkan bahwa Presiden AS Joe Biden dan Presiden Perancis Emmanuel Macron akan segera mengumumkan kesepakatan ini.
Kedua negara tersebut berperan sebagai mediator utama dalam proses negosiasi.
Motivasi utama di balik keputusan Israel disebut-sebut berkaitan dengan kekhawatiran terhadap potensi sanksi internasional.
Pemerintah AS dikabarkan siap membawa isu tersebut ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk menekan Israel.
Selain itu, pengurangan dukungan AS terhadap Israel, termasuk ancaman pembatasan pasokan buldoser D9, turut memengaruhi kesediaan Israel menerima gencatan senjata.
Pembentukan Komite Pemantau Internasional
Kesepakatan mengenai pemantauan gencatan senjata juga telah dicapai, menyelesaikan kebuntuan negosiasi dalam 24 jam terakhir.
Wakil Ketua Parlemen Lebanon, Elias Bou Saab, menyatakan bahwa komite pemantau akan terdiri dari lima negara, dengan AS sebagai pemimpin.
Perancis turut menjadi anggota meskipun sebelumnya Israel menolak keterlibatan negara tersebut.
Ketegangan antara Israel dan Perancis sempat meningkat setelah Presiden Macron menyerukan embargo senjata terhadap Israel sebagai bentuk tekanan untuk mengakhiri perang.
Selain itu, Perancis adalah salah satu negara yang meratifikasi Mahkamah Pidana Internasional (ICC), yang baru-baru ini mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu.
Pada Jumat (22/11), Perancis mengindikasikan tidak akan menangkap Netanyahu jika ia berada di wilayahnya, meskipun ada surat perintah dari ICC.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
