Connect with us

Internasional

Jadi Negara Terkaya, Warga Irlandia Terancam jadi Gembel karena Ini

Krisis perumahan di Irlandia makin parah, warga kesulitan mendapat tempat tinggal. Sewa melonjak, rumah dijadikan rental liburan, hingga budaya Irlandia terancam.

Pexels photo

Published

on

Jadi negara terkaya, warga irlandia terancam jadi gembel karena ini
Jadi Negara Terkaya, Warga Irlandia Terancam jadi Gembel karena Ini. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 14 Maret 2025 - Krisis perumahan semakin menekan warga Irlandia, termasuk di kalangan masyarakat berpenghasilan menengah.

Kondisi ini menyebabkan banyak orang kehilangan tempat tinggal dan terpaksa tinggal di tempat penampungan darurat atau menumpang di rumah keluarga serta kerabat.

Dikutip MPN Indonesia dari Deutsche Welle (DW), pada Jumat (14/3), salah satu keluarga yang mengalami dampaknya adalah Jordyn, Jonathan, dan putri mereka.

Mereka kesulitan mendapatkan tempat tinggal tetap dan harus mengandalkan bantuan teman atau saudara.

“Kami kehilangan rumah kami pada September. Saat ini, saya sedang meminta bantuan dari pemerintah, namun belum ada jawaban pasti dan kami belum mendapatkan bantuan. Jadi kami hanya berpindah tempat setiap malam,” ujar Jonathan.

Sementara itu, Justin, seorang pekerja sosial, juga mengalami nasib serupa. Sebelumnya, ia bekerja di tempat penampungan darurat untuk tunawisma.

Namun, setelah tempat tersebut dijual, ia kehilangan pekerjaan sekaligus rumahnya.

“Saya sudah menjadi tunawisma sejak satu dekade lalu. Selama 10 tahun, saya telah berpindah tempat 24 kali,” ungkap Justin.

Krisis Properti Irlandia Kian Memburuk

Krisis properti di Irlandia semakin memburuk sejak krisis keuangan 2008. Keadaan ini diperparah dengan kenaikan harga sewa yang melonjak akibat minimnya pembangunan perumahan baru.

Menteri Perumahan James Browne mengungkapkan bahwa pertumbuhan di Dublin saat ini sangat minim, bahkan beberapa izin pembangunan diperkirakan akan kedaluwarsa tanpa ada pengembang yang mulai membangun proyeknya.

“Saat ini pertumbuhan di Dublin sangat minim dan yang mengkhawatirkan, beberapa izin perencanaan akan berakhir tanpa adanya pembangun yang mulai bekerja di lokasi,” kata James Browne kepada RTE.

Baca Juga:  Irlandia Surplus Anggaran hingga Rp126 Triliun Saat Negara di Eropa Hadapi Kenaikan Pajak

Kebijakan Zona Tekanan Sewa Tidak Cukup Efektif

Untuk mengatasi harga sewa yang terus meroket, pemerintah Irlandia memperkenalkan kebijakan Zona Tekanan Sewa pada tahun 2016 sebagai langkah sementara.

Kebijakan ini telah diperpanjang beberapa kali dan diperketat pada 2021, dengan menetapkan batas kenaikan sewa maksimal 2% per tahun atau mengikuti tingkat inflasi mana yang lebih rendah.

Namun, meskipun aturan ini menjadikan Irlandia sebagai salah satu negara dengan regulasi sewa paling ketat di dunia, banyak warga tetap kesulitan menemukan perumahan yang layak dan terjangkau.

Maraknya Rumah Rental Liburan Perparah Masalah

Selain kurangnya pembangunan rumah baru, banyaknya properti yang dijadikan rumah sewa liburan juga memperburuk krisis perumahan di Irlandia.

Pada Senin (11/3), kelompok masyarakat di wilayah Gaeltacht, aktivis bahasa, dan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di berbagai kantor pemerintah.

Mereka memprotes maraknya persewaan Airbnb, yang menyebabkan warga lokal semakin sulit membeli atau menyewa rumah.

Rumah-rumah yang dipasarkan kerap dijual sebagai properti liburan dengan harga yang jauh di atas kemampuan penduduk setempat.

Selain berdampak pada ketersediaan perumahan, fenomena ini juga mengancam kelestarian budaya asli Irlandia.

Bahasa dan Budaya Irlandia Terancam Punah

Kelompok aktivis menyoroti bahwa semakin banyak warga asing yang menghuni rumah-rumah rental liburan, membuat penggunaan bahasa Irlandia di Gaeltacht semakin berkurang.

“Kami banyak mendengar pembicaraan tentang perencanaan bahasa, tetapi jika tidak ada orang di Gaeltacht yang dapat berbicara dalam bahasa tersebut, apa gunanya membahas perencanaan bahasa? Kami sedang menghadapi krisis sekarang dan negara harus segera mengatasi masalah ini,” ujar Seanán Mac Aoidh, manajer koperasi Gaeltacht Pobal Eascarrach di Donegal, kepada Irish Times.

Para pengunjuk rasa mendesak pemerintah untuk:

  • Memberikan dukungan lebih kuat terhadap badan pembangunan Gaeltacht Údarás na Gaeltachta.
  • Menerapkan pedoman yang lebih ketat terhadap penyewaan rumah liburan.
  • Memastikan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab hukum dalam melestarikan bahasa Irlandia.
  • Meningkatkan penyediaan perumahan sosial dan terjangkau bagi masyarakat setempat.
Baca Juga:  Irlandia Siapkan RUU Larangan Perdagangan dengan Pemukiman Ilegal Israel

“Kami telah mengajukan proposal yang jelas yang akan menyelesaikan banyak tantangan. Yang dibutuhkan untuk menerapkannya hanyalah kemauan dan komitmen, dua hal yang belum kami terima dari pemerintah terkait perumahan Gaeltacht dalam waktu yang sangat, sangat lama. Jika kami ingin mengamankan masa depan Gaeltacht, tindakan mendesak diperlukan,” tegas Mac Aoidh.

(ADN/NID/RAD)

Trending