Connect with us

Internasional

Kekayaan Elon Musk Tembus Rp12.155 T, Lebih Tajir dari Ekonomi Belgia-Argentina

Kekayaan Elon Musk melonjak hingga USD 726 miliar per 1 Januari 2026, didorong valuasi SpaceX dan opsi saham Tesla, melampaui PDB sejumlah negara.

Logompn

Published

on

Kekayaan elon musk tembus rp12.147 t, lebih tajir dari ekonomi belgia argentina
Pemilik Tesla, Elon Musk. Gambar : Reuters/Daniel Cole

MPN Indonesia 6 Januari 2026 - Elon Musk mencatat lonjakan kekayaan bersih hingga mencapai USD 726 miliar atau sekitar Rp12.155 triliun per Kamis (1/1) pukul 00.00 waktu Eastern.

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Forbes, capaian ini menempatkannya sebagai orang terkaya nomor satu di dunia dan menjadi individu pertama dalam sejarah yang menembus nilai kekayaan USD 700 miliar.

Nilai tersebut melampaui Produk Domestik Bruto (PDB) sejumlah negara, termasuk Belgia sebesar USD 716 miliar dan Argentina USD 683 miliar, berdasarkan perbandingan Forbes yang mengacu pada data Dana Moneter Internasional.

Lonjakan kekayaan Elon Musk terjadi setelah valuasi perusahaan roket miliknya, SpaceX, meningkat tajam menjadi USD 800 miliar melalui penawaran tender swasta pada Desember 2025.

Lonjakan Valuasi SpaceX dan Opsi Saham Tesla

Empat hari setelah kekayaan Elon Musk mencapai USD 600 miliar pada 15 Desember 2025, Mahkamah Agung Delaware mengembalikan opsi saham Tesla milik Elon Musk senilai USD 130 miliar.

Opsi tersebut sebelumnya dibatalkan oleh pengadilan tingkat rendah pada 2024.

Keputusan ini secara signifikan mendorong total kekayaan Elon Musk, sekaligus menegaskan posisinya sebagai orang terkaya dalam sejarah modern.

SpaceX sendiri didirikan Elon Musk pada 2002 dan mengalami lonjakan valuasi dari USD 400 miliar pada Agustus 2025 menjadi USD 800 miliar pada Desember 2025.

Elon Musk tercatat memiliki sekitar 42 persen saham di perusahaan tersebut.

Sementara itu, Elon Musk juga menguasai sekitar 12 persen saham Tesla dan menjabat sebagai CEO sejak 2008.

Baca Juga:  Profil Jenna Ortega, Bintang Utama dalam Serial Wednesday

Ia mulai terlibat di Tesla pada 2004 sebagai investor dan ketua, sebelum kemudian diakui sebagai salah satu pendiri perusahaan.

Kekayaan Lampaui Perusahaan dan Aset Global

Per akhir 2025, kekayaan Elon Musk melampaui nilai pasar sejumlah perusahaan besar dunia, seperti Oracle sebesar USD 560 miliar, Johnson & Johnson USD 498,6 miliar, dan LVMH USD 375,9 miliar.

Nilainya bahkan hampir menyamai total kapitalisasi pasar mata uang kripto global pada 2018 yang tercatat sebesar USD 773 miliar, serta lebih dari dua kali lipat kapitalisasi Ethereum pada 2025 yang berada di angka USD 358 miliar.

Selain Tesla dan SpaceX, Elon Musk juga menjabat sebagai ketua dan kepala teknologi xAI Holdings, perusahaan gabungan antara startup kecerdasan buatan xAI dan platform media sosial X, sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Elon Musk mengakuisisi Twitter pada 2022 dengan nilai USD 44 miliar.

Posisi Puncak Daftar Orang Terkaya Dunia

Berdasarkan daftar Forbes per Kamis (1/1), Elon Musk berada di peringkat pertama orang terkaya dunia, mengungguli Larry Page dengan kekayaan USD 257 miliar, Larry Ellison USD 245 miliar, Jeff Bezos USD 242,2 miliar, dan Sergey Brin USD 237,1 miliar.

Total kekayaan gabungan 10 orang terkaya dunia mencapai USD 2,6 triliun, meningkat USD 200 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan ini sepenuhnya ditopang oleh lonjakan kekayaan Elon Musk sebesar USD 244 miliar dalam satu bulan.

Sementara itu, sembilan miliarder lain dalam daftar 10 besar justru mengalami penurunan kekayaan akibat melemahnya harga saham.

Larry Page kehilangan USD 5 miliar setelah saham Alphabet turun 2 persen, Sergey Brin turun USD 6 miliar, dan Larry Ellison mencatat penurunan terbesar sebesar USD 8 miliar seiring turunnya saham Oracle sebesar 3 persen.

Baca Juga:  Profil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya

Potensi Kekayaan Menuju USD 1 Triliun

Ke depan, kekayaan Elon Musk berpotensi terus bertambah.

Paket kompensasi Tesla yang disetujui pemegang saham pada 6 November 2025 lalu membuka peluang peningkatan kekayaan hingga USD 1 triliun dalam 10 tahun ke depan, apabila seluruh target kinerja tercapai.

Target tersebut dikenal sebagai Mars shot dan mencakup peningkatan kapitalisasi pasar Tesla lebih dari delapan kali lipat.

Di sisi lain, xAI Holdings juga dikabarkan tengah menjajaki penggalangan dana dengan target valuasi USD 230 miliar.

Angka ini jauh melampaui valuasi awal perusahaan gabungan tersebut saat dibentuk pada Maret 2025, yang berada di kisaran USD 125 miliar.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending