Connect with us

Internasional

Kementerian Luar Negeri Israel Kecam Pernyataan Paus Fransiskus Soal ‘Kekejaman’ di Gaza

Paus Fransiskus mengkritik serangan Israel di Gaza sebagai kekejaman. Israel merespons dengan menyebut pernyataan itu tidak mencerminkan fakta.

Logompn

Published

on

Kementerian Luar Negeri Israel Kecam Pernyataan Paus Fransiskus Soal 'Kekejaman' di Israel
Kementerian Luar Negeri Israel Kecam Pernyataan Paus Fransiskus Soal 'Kekejaman' di Israel. Gambar: Remo Casilli/Pool Photo via AP

MPN Indonesia 26 Desember 2024 - Kementerian Luar Negeri Israel mengkritik keras pernyataan Paus Fransiskus mengenai konflik yang berlangsung di Gaza, terutama terkait serangan udara Israel yang menargetkan wilayah tersebut.

Pernyataan Paus yang menyinggung isu kekejaman dalam serangan itu memicu respons tajam dari pemerintah Israel.

Pernyataan Paus Fransiskus tentang Konflik Gaza

Pada Sabtu (21/12), Paus Fransiskus mengutuk serangan udara Israel yang diklaim menargetkan warga sipil, termasuk anak-anak, di Gaza.

Dalam pernyataannya, pemimpin Gereja Katolik ini menyoroti dampak serangan terhadap masyarakat sipil.

“Kemarin mereka tidak mengizinkan Patriark (Yerusalem) masuk ke Gaza seperti yang dijanjikan,” ujar Paus dalam pertemuan dengan pejabat Tahta Suci, sebagaimana dilaporkan oleh The New Arab pada Minggu (22/12).

“Kemarin anak-anak dibom. Ini adalah kekejaman, ini bukan perang. Saya ingin mengatakannya karena ini menyentuh hati saya,” tambahnya.

Respons dari Kementerian Luar Negeri Israel

Menanggapi pernyataan tersebut, Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa komentar Paus Fransiskus tidak mencerminkan situasi sebenarnya dari konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas.

Melalui pernyataan resmi yang dilansir oleh Times of Israel pada Minggu (22/12), Israel meminta agar tidak ada standar ganda dalam menilai tindakan negara Yahudi itu.

“Cukup sudah dengan standar ganda dan pengucilan terhadap negara Yahudi dan rakyatnya,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel.

Mereka menambahkan bahwa kekejaman sejati adalah tindakan Hamas yang diduga menggunakan anak-anak sebagai perisai manusia dan menyandera warga sipil Israel, termasuk anak-anak, selama lebih dari 440 hari.

Israel juga mengklaim bahwa tindakan seperti itu sengaja diabaikan oleh Paus Fransiskus.

Baca Juga:  Penjambret yang Tewaskan Ibu Pemotor di Pamulang Ditangkap

Konflik Israel-Hamas

Konflik bersenjata antara Israel dan Hamas yang dimulai pada 7 Oktober 2023 telah menyebabkan korban jiwa.

Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan di Gaza per Senin (23/12), jumlah korban tewas telah mencapai 45.317 orang, dengan 107.713 lainnya terluka.

Serangan ini juga mengakibatkan pemblokiran bantuan kemanusiaan, yang menurut para pejabat dan lembaga internasional, menjadi upaya yang disengaja untuk menghancurkan populasi di Gaza.

Selain itu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk beberapa tokoh penting, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, serta pemimpin Hamas atas dugaan kejahatan perang.

Israel juga sedang menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional terkait perang mematikan di Gaza.

Trending