Connect with us

Internasional

PM Jepang Shigeru Ishiba Mundur dari Jabatan

Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan setelah adanya tekanan dari internal LDP yang dipimpinnya.

Logompn

Published

on

Pm jepang shigeru ishiba mundur dari jabatannya
PM Jepang Shigeru Ishiba Mundur dari Jabatannya | Gambar: AP/David Mareuil

MPN Indonesia 8 September 2025 - Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagaimana yang diberitakan media Jepang pada Minggu (7/9).

Keputusan ini diambil setelah adanya tekanan dari internal Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpinnya, menyusul kekalahan dalam pemilihan majelis tinggi pada Juli lalu dan situasi ekonomi Jepang yang terus tertekan akibat kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).

“Saya selalu bilang saya tidak akan mempertahankan posisi ini, dan akan memutuskan untuk mengundurkan diri pada waktu yang tepat setelah menyelesaikan apa yang perlu saya lakukan,” katanya dikutip MPN Indonesia dari media lokal NHK, Senin (8/9).

Alasan Pengunduran Diri

Keputusan Ishiba mundur didorong oleh kekhawatiran terjadinya perpecahan di dalam LDP serta tekanan akibat hasil buruk dalam pemilu.

Sejak menjabat pada September 2024, koalisi Ishiba kehilangan mayoritas suara dalam pemilihan umum, dipicu kemarahan pemilih terhadap kenaikan biaya hidup.

Sebelumnya, Ishiba sempat menolak desakan mundur. Ia memilih untuk fokus menyelesaikan kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat yang menyangkut tarif impor otomotif Jepang.

Dan kini usai berhasil melakukan negosiasi tarif dengan AS, Ishiba memutuskan untuk mundur dari jabatannya.

“Sekaranglah saatnya saya mengundurkan diri karena negosiasi tarif AS telah berakhir, dan saya memutuskan untuk menyerahkan tongkat estafet kepada orang berikutnya,” kata Ishiba.

Ishiba telah menginstruksikan LDP untuk segera mengadakan pemilihan kepemimpinan darurat. Ia menegaskan tetap menjalankan tugasnya hingga penggantinya terpilih secara resmi.

Dampak Terhadap Ekonomi Jepang

Isu kemunduran Ishiba menimbulkan kekhawatiran atas ketidakpastian politik di Jepang. Akibatnya, aksi jual yen dan penjualan obligasi pemerintah Jepang mencapai rekor tertinggi pekan lalu.

Baca Juga:  Diinjak-injak saat Ikut Lomba Panjat Pinang, Dedi Mulyadi: Ampun Rakyat!

Di samping itu, ekonomi Jepang masih menghadapi tekanan berat usai menjanjikan investasi sebesar USD 550 miliar sebagai imbalan atas penurunan tarif yang dipatok Trump terhadap industri otomotif utama Jepang.

Pelaku pasar kini menaruh perhatian pada kemungkinan Ishiba digantikan oleh tokoh dan figur publik yang mendukung kebijakan ekonomi lebih ringan.

Salah satu nama yang disebut di antaranya adalah Sanae Takaichi, yang sempat mengkritik kebijakan kenaikan suku bunga Bank of Japan.

(ADN/NID/RAD)

Trending