Connect with us

Internasional

Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Pesawat yang Hilang pada 2014 Silam

Malaysia kembali menggelar pencarian pesawat MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014.

Actress 1299250

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 25t072724.158
Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370 dengan Teknologi Canggih | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 25 Maret 2025 - Malaysia kembali menggelar pencarian pesawat MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014.

Keputusan ini diambil setelah pemerintah Malaysia memberikan persetujuan kepada perusahaan eksplorasi bawah laut Ocean Infinity untuk memulai pencarian baru.

Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, operasi ini akan mencakup area seluas 15.000 kilometer persegi di Samudra Hindia bagian selatan, sekitar 1.500 km sebelah barat Perth, Australia.

Pencarian ini dilakukan setelah upaya sebelumnya yang melibatkan Malaysia, Australia, dan Tiongkok tidak membuahkan hasil.

Ocean Infinity, yang terakhir kali mencari pesawat pada 2018, kini akan mengerahkan teknologi terbaru dalam eksplorasi bawah laut.

Teknologi Canggih Dikerahkan

Ocean Infinity akan menggunakan kapal pendukung lepas pantai Armada 7806 sepanjang 78 meter, yang dibangun oleh perusahaan Norwegia, Vard, pada 2023.

Kapal ini dilengkapi dengan kendaraan bawah air otonom (AUV) buatan Kongsberg, yang mampu beroperasi hingga kedalaman 6.000 meter selama 100 jam nonstop.

Selain itu, teknologi sonar akan digunakan untuk mendeteksi objek di dasar laut. Jika target potensial ditemukan, sistem kamera dan pencahayaan akan diterapkan untuk mengonfirmasi serta mengidentifikasi puing.

Ocean Infinity telah meningkatkan kemampuan robotik dan analisis data mereka sejak pencarian terakhir.

Hal ini memungkinkan pengerahan lebih banyak kendaraan bawah laut secara bersamaan guna mempercepat proses pencarian.

Skema “No Find, No Fee”

Pemerintah Malaysia dan Ocean Infinity sepakat menggunakan skema no find, no fee yang berarti perusahaan hanya akan dibayar jika berhasil menemukan puing pesawat MH370.

Jika bangkai pesawat ditemukan, Malaysia akan membayar Ocean Infinity sebesar USD70 juta atau sekitar Rp1,16 triliun.

Baca Juga:  Luas RI Nambah, 127,3 Hektare Wilayah Malaysia di Sebatik Kini Milik Indonesia

Kesepakatan ini disetujui pada 21 Maret 2025 oleh Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke.

Pemerintah berharap upaya ini dapat memberikan kepastian bagi keluarga penumpang yang telah menunggu lebih dari satu dekade.

Operasi ini diperkirakan akan berlangsung selama 18 bulan, dengan periode pencarian terbaik antara Januari dan April.

Sejarah Hilangnya Pesawat MH370

Pesawat MH370, sebuah Boeing 777 milik Malaysia Airlines, menghilang saat dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014.

Pesawat membawa 239 orang, termasuk 227 penumpang dan 12 awak kabin.

Penyelidikan menunjukkan bahwa sistem komunikasi pesawat dimatikan kurang dari satu jam setelah lepas landas.

Radar militer mendeteksi pesawat berbalik arah melintasi Malaysia menuju utara Sumatera sebelum akhirnya kehilangan kontak.

Dugaan sementara menyatakan bahwa pesawat kehabisan bahan bakar dan jatuh ke Samudra Hindia bagian selatan.

Pencarian sebelumnya mencakup area seluas 120.000 kilometer persegi di Samudra Hindia, tetapi tidak berhasil menemukan pesawat.

Pihak keluarga penumpang MH370 telah lama menuntut kepastian atas nasib pesawat, termasuk mengajukan tuntutan terhadap Malaysia Airlines, Boeing, dan pihak terkait lainnya.

(ADN/NID/RAD)

Trending