Connect with us

Internasional

Pemerintah Italia Tak Kunjung Akui Palestina, Warga Protes Besar-besaran

Puluhan ribu warga Italia turun ke jalan memprotes sikap PM Giorgia Meloni yang menolak pengakuan negara Palestina. Aksi meluas ke 75 kota.

Logompn

Published

on

Pemerintah italia tak kunjung akui palestina, warga protes besar besaran
Demonstrasi dan Aksi Massa di Italia. Gambar : Reuters/Claudia Greco

MPN Indonesia 27 September 2025 - Puluhan ribu warga Italia menggelar demonstrasi dan aksi massa besar-besaran di berbagai kota pada Senin (22/9), memprotes keputusan pemerintah Perdana Menteri Giorgia Meloni yang menolak mengakui negara Palestina.

Dikutip MPN Indonesia dari media berita asing The Guardian, aksi ini berlangsung di tengah meningkatnya pengakuan internasional terhadap Palestina oleh sejumlah negara, termasuk Prancis, Inggris, Australia, Portugal, dan Kanada, menjelang Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat.

Aksi Nasional “Ayo Blokir Semuanya”

Gerakan ini merupakan bagian dari aksi nasional bertajuk “Ayo Blokir Semuanya” yang digerakkan oleh serikat pekerja akar rumput.

Massa menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Palestina serta menyoroti ketidakefisienan pemerintah Italia dan Uni Eropa dalam menangani krisis kemanusiaan di Gaza.

Demonstrasi dilakukan serentak di sedikitnya 75 kota, melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Namun di sejumlah lokasi, aksi berujung bentrokan dengan aparat keamanan.

Kota-Kota Terdampak Aksi

Di Milan, polisi menggunakan gas air mata dan perlengkapan antihuru-hara di stasiun pusat.

Sejumlah demonstran berpakaian hitam menghancurkan jendela dan melempar kursi ke arah polisi.

Lebih dari 60 aparat dilaporkan cedera dan 10 pendemo ditangkap.

Di Roma, sekitar 20 ribu orang berkumpul di depan stasiun Termini.

Massa memblokir jalan lingkar luar kota sambil mengibarkan bendera Palestina dan membawa spanduk bertuliskan “Palestina Merdeka” dan “Ayo Blokir Semuanya”.

Di Milan bagian utara, penyelenggara menyebutkan kehadiran sekitar 50 ribu orang.

Di Bologna, sekitar 10 ribu orang berpartisipasi. Mahasiswa memblokir ruang kuliah dan para pendemo memblokir jalan tol. Polisi menanggapi dengan tembakan water cannon.

Di Genoa dan Livorno, pekerja pelabuhan memblokir akses pelabuhan karena khawatir wilayah Italia dijadikan jalur pengiriman senjata ke Israel.

Baca Juga:  Aksi Tolak UU TNI di Depan Gedung Negara Grahadi Surabaya Berujung Ricuh

Di Genoa, bendera Palestina dikibarkan di sekitar pelabuhan.

Rocky, seorang demonstran dari serikat buruh akar rumput di Genoa, mengatakan, “Rakyat Palestina terus memberikan kepada kita pelajaran tentang martabat dan perlawanan. Kami belajar dari mereka dan berusaha melaksanakan bagian kami.”

Di Turin, mahasiswa melakukan aksi blokade di ruang-ruang kuliah.

Sementara di Naples, massa memaksa masuk ke stasiun utama. Beberapa demonstran bahkan mencapai jalur kereta, menyebabkan penundaan perjalanan.

Respons Pemerintah Italia

Perdana Menteri Giorgia Meloni menegaskan bahwa mengakui negara Palestina sebelum negara tersebut benar-benar berdiri akan menjadi langkah kontraproduktif.

“Jika sesuatu yang tidak ada diakui di atas kertas, masalahnya bisa tampak telah diselesaikan, padahal sebenarnya tidak,” ujar PM Giorgia Meloni dalam wawancara pada Juli lalu, dikutip dari The Guardian.

Meloni juga mengutuk bentrokan yang terjadi dalam aksi tersebut.

“Kekerasan dan penghancuran tidak ada hubungannya dengan solidaritas, dan tidak akan mengubah apa pun dalam kehidupan orang-orang di Gaza,” tulis Meloni di media sosial.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending