Connect with us

Internasional

Penembakan Massal di Halte Bus Yerusalem Tewaskan 5 Orang, Belasan Orang Terluka

Penembakan di halte bus Yerusalem menewaskan lima orang dan melukai 11 lainnya. Polisi tembak mati dua pelaku bersenjata.

Logompn

Published

on

Penembakan massal di halte bus yerusalem tewaskan 5 orang, belasan orang terluka
Ilustrasi Penembakan. Gambar : Pixabay/TheDigitalArtist

MPN Indonesia 9 September 2025 - Penembakan terjadi di halte bus dekat Persimpangan Ramot, Yerusalem, pada Senin (8/9), menewaskan lima orang dan melukai 11 lainnya. Insiden ini berlangsung di wilayah pinggiran Yerusalem yang dikuasai Israel.

Menurut laporan kepolisian, dua pelaku tiba dengan mobil dan langsung menembaki warga yang sedang menunggu bus.

Keduanya ditembak mati di lokasi oleh seorang petugas keamanan dan warga sipil bersenjata.

Identitas Korban dan Kondisi Luka

Layanan ambulans Israel, Magen David Adom, dalam laporannya, seperti dikutip MPN Indonesia dari AFP dan Reuters, Selasa (9/9), mengidentifikasi korban tewas terdiri dari satu pria berusia 50 tahun, satu perempuan berusia 50-an tahun, serta tiga pria berusia 30-an tahun.

Selain korban tewas, 11 orang mengalami luka-luka, enam di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius.

Paramedis Fadi Dekaidek mengatakan, beberapa korban ditemukan tergeletak di jalan dan trotoar dalam kondisi tidak sadarkan diri. Ia menggambarkan situasi di lokasi sebagai sangat serius.

Kronologi Penyerangan dan Barang Bukti

Menurut kepolisian, dua pelaku datang dengan kendaraan dan langsung menembaki warga di halte bus.

Setelah ditembak mati, polisi menemukan senjata api, amunisi, dan pisau di lokasi kejadian.

Pihak kepolisian menyebut kedua pelaku sebagai “teroris”, namun identitas mereka belum diungkapkan.

Reaksi dan Langkah Keamanan

Kelompok Hamas memuji aksi dua orang yang disebut sebagai “pejuang perlawanan” Palestina, meski tidak mengklaim bertanggung jawab. Kelompok Jihad Islam juga memberikan pujian serupa.

Sebagai respons, militer Israel mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah Ramot untuk membantu kepolisian.

Baca Juga:  Kecanduan Judol, Anak di Lahat Mutilasi Ibu Kandung

Operasi militer juga dilakukan di Ramallah, Tepi Barat, guna interogasi dan mencegah aksi lanjutan.

Respons Pemerintah dan Kondisi Wilayah

Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa Benjamin Netanyahu segera menggelar rapat penilaian situasi bersama pejabat keamanan.

Rekaman dari Reuters menunjukkan kehadiran aparat kepolisian dalam jumlah besar di lokasi tak lama setelah penembakan.

Persimpangan Ramot berada di wilayah Yerusalem yang direbut Israel pada perang 1967 dan kemudian dianeksasi.

Namun, aneksasi ini tidak diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun sebagian besar negara di dunia.

Serangan Sebelumnya di Yerusalem

Serangan mematikan di Yerusalem bukan kali pertama terjadi. Pada November 2023, dua pria bersenjata Palestina menewaskan tiga orang di halte bus.

Sementara pada Oktober 2024, dua warga Palestina bersenjata menewaskan tujuh orang di Tel Aviv.

(ADN/NID/RAD)

 

Trending