Internasional
Raja Harald V Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun, Haakon VIII Naik Takhta
Raja Harald V meninggal dunia di usia 89 tahun. Putranya kemudian naik takhta sebagai Raja Haakon VIII di tengah masa berkabung Norwegia.
MPN Indonesia 29 Agustus 2026 - Raja Harald V meninggal dunia pada Jumat (28/8) di Rumah Sakit Universitas Oslo, Norwegia, pada usia 89 tahun.
Kabar duka tersebut diumumkan Istana Kerajaan dan langsung diikuti penetapan masa berkabung nasional.
“Dengan duka cita mendalam, kami mengumumkan bahwa Yang Mulia Raja Harald telah wafat. Raja Harald mengembuskan napas terakhir dengan tenang di Rumah Sakit Universitas Oslo Rikshospitalet pada Jumat, 28 Agustus, pukul 06.35,” tulis pernyataan istana kerjaan, dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi Royal Court, Sabtu (29/8).
Haakon VIII Penerus Takhta
Pengumuman wafatnya raja disambut ribuan warga yang mendatangi kawasan Istana Kerajaan di Oslo untuk meletakkan bunga dan memberikan penghormatan terakhir.
Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional hingga setelah pemakaman.
Bendera di seluruh negeri dikibarkan setengah tiang, sementara lonceng gereja dibunyikan sebagai bentuk penghormatan.
Putra mendiang raja, Haakon, secara otomatis menjadi kepala negara baru dengan gelar Raja Haakon VIII.
Perdana Menteri Jonas Gahr Støre menyampaikan perubahan kepemimpinan tersebut dengan mengatakan,
“Sebuah era telah berakhir. Era baru dimulai. Raja telah wafat. Hidup raja!,” ujar Jonas, dikutip MPN Indonesia dari The Guardian, Sabtu (29/8).
Para Tokoh Ucapkan Belasungkawa
Ucapan belasungkawa datang dari berbagai tokoh dan figur publik, termasuk para pemimpin negara, keluarga kerajaan Eropa, hingga atlet.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Raja Charles III dari Inggris.
- Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia.
- Raja Frederik dan Ratu Mary dari Denmark.
- Keluarga Kerajaan Spanyol.
- Keluarga Kerajaan Belgia.
- Presiden Prancis Emmanuel Macron.
- Kanselir Jerman Friedrich Merz.
- Pesepak bola Erling Haaland.
Sosok Reformis yang Membuka Monarki Lebih Modern
Harald naik takhta pada 1991 setelah wafatnya Raja Olav V. Sebagai kepala negara seremonial, ia dikenal memperkenalkan berbagai perubahan yang membuat monarki lebih terbuka.
Salah satu langkah yang banyak disorot ialah pernikahannya dengan Sonja Haraldsen, seorang rakyat biasa, pada 1968.
Keputusan tersebut mematahkan tradisi lama keluarga kerajaan dan kemudian membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk menikahi pasangan dari kalangan nonbangsawan.
Pada 2005, Harald dan Ratu Sonja mengundang sekitar 550 warga menghadiri pesta dansa dalam rangka peringatan 100 tahun kemerdekaan Norwegia dari Swedia.
Pada saat wawancara, Harald menegaskan pentingnya keterbukaan bagi keluarga kerajaan.
“Jika Anda sudah membuka gerbangnya, sangat sulit untuk menutupnya kembali. Saya tidak yakin saya ingin menutupnya. Sejauh ini semuanya baik-baik saja, menurut saya,” ujar Harald.
Riwayat Kepemimpinan Harald
Harald lahir pada 21 Februari 1937 dan menjadi pewaris takhta pertama yang lahir di Norwegia dalam hampir 570 tahun.
Saat Perang Dunia II pecah, keluarganya mengungsi ke Swedia sebelum melanjutkan perjalanan ke Amerika Serikat.
Setelah perang berakhir, ia kembali ke tanah air dan menempuh pendidikan di sekolah negeri.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Balliol College, Oxford, dengan mempelajari ilmu sosial, sejarah, dan ekonomi.
Selain menjalankan tugas kenegaraan, Harald juga dikenal aktif di bidang olahraga.
Kondisi Kesehatan Harald Menurun
Kondisi kesehatan Harald beberapa kali menjadi perhatian publik.
Riwayat kesehatannya antara lain:
- Operasi kanker kandung kemih pada 2003.
- Dirawat akibat infeksi saat berada di Malaysia pada 2024.
- Mendapat alat pacu jantung permanen pada 2024.
- Mengurangi kegiatan resmi sejak 2024.
- Dirawat mulai 17 Agustus akibat penyakit darah sebelum akhirnya meninggal dunia.
Meski kondisi kesehatannya terus menurun, Harald berulang kali menolak turun takhta.
Ia menegaskan sumpahnya sebagai raja berlaku seumur hidup di hadapan parlemen.
(RAD/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
