Connect with us

Internasional

Pertama di Asia Tenggara, Thailand secara Resmi Akui Pernikahan Sesama Jenis

Thailand secara resmi mengakui pernikahan sesama jenis dengan diberlakukannya UU Kesetaraan Pernikahan.

habigates

Published

on

Thailand secara Resmi Akui Pernikahan Sesama Jenis
Thailand secara Resmi Akui Pernikahan Sesama Jenis. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 24 Januari 2025 - Thailand menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang secara resmi mengakui pernikahan sesama jenis dengan diberlakukannya Undang-Undang (UU) Kesetaraan Pernikahan pada Rabu (22/1).

Pengesahan ini menjadi keputusan penting dalam isu gender dan hak LGBTQ di kawasan Asia Tenggara.

Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, menyambut dengan baik momen bersejarah ini.

Pernikahan Massal di Thailand

Untuk merayakan pemberlakuan UU Kesetaraan Pernikahan, digelar pernikahan massal yang melibatkan puluhan pasangan sesama jenis dan transgender di Bangkok.

Acara ini diorganisir oleh kelompok kampanye Bangkok Pride bersama pemerintah kota, bertempat di sebuah aula besar di pusat perbelanjaan.

Acara tersebut juga mendapatkan perhatian dari mantan Perdana Menteri Srettha Thavisin, yang secara terbuka memberikan tanggapan terhadap pernyataan tentang gender yang sering muncul di tingkat global.

UU Kesetaraan Pernikahan: Perubahan Besar di Thailand

UU Kesetaraan Pernikahan yang kini berlaku di Thailand memberikan hak yang setara bagi pasangan sesama jenis. Hak tersebut mencakup aspek hukum, keuangan, dan medis.

Selain itu, UU ini memungkinkan pasangan transgender untuk menikah, serta memberikan hak adopsi dan warisan kepada semua pasangan menikah, tanpa terkecuali.

Thailand menjadi negara ketiga di Asia yang mengakui pernikahan sesama jenis, setelah Taiwan dan Nepal.

Lebih dari itu, Thailand kini memegang gelar sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengambil langkah signifikan dalam isu gender dan hak LGBTQ.

Perjuangan Panjang Menuju Kesetaraan

Pengesahan UU Kesetaraan Pernikahan merupakan hasil dari perjuangan panjang aktivis LGBTQ di Thailand yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

Baca Juga:  Kepala Daerah Dicopot usai Banjir di Thailand Tewaskan 162 Orang

Undang-undang ini disetujui melalui pemungutan suara di parlemen pada Juni 2024 dan mulai berlaku setelah diratifikasi oleh Raja Maha Vajiralongkorn.

Thailand, yang sudah lama dikenal sebagai negara dengan tingkat toleransi tinggi terhadap komunitas LGBTQ, semakin memperkuat citranya dengan langkah ini.

"מחבר תוכן מרתק בכל הפלטפורמות, יוצר יצירות ייחודיות, מותאמות SEO ואנושיות שמעניקות השראה, מידע וחיבור."

Trending