Connect with us

Lifestyle

Apa Bedanya Matcha dan Green Tea?

Meskipun matcha dan green tea sama-sama berasal dari tanaman Camellia sinensis, keduanya memiliki perbedaan dalam proses budidaya, pengolahan, dan rasa.

Logompn

Published

on

Apa Bedanya Matcha dan Green Tea
Apa Bedanya Matcha dan Green Tea? | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 16 Mei 2026 - Di tengah popularitas tren minuman herbal dan gaya hidup sehat, green tea dan matcha kian mendominasi pasar.

Namun sayangnya, masih banyak miskonsepsi bahwa matcha hanyalah istilah bahasa Jepang untuk teh hijau.

Meskipun matcha dan green tea sama-sama berasal dari tanaman Camellia sinensis, keduanya memiliki perbedaan dalam proses budidaya, pengolahan, dan rasa.

Perbedaan Budidaya

Perbedaan utama antara matcha dan green tea terletak pada metode budidaya. Dikutip MPN Indonesia dari The Art of Tea, green tea ditanam di bawah sinar matahari penuh.

Paparan cahaya matahari ini mendorong perkembangan katekin dan antioksidan yang memberikan rasa sedikit sepat pada daun.

Daunnya tumbuh dengan warna hijau kusam dengan sedikit rona cokelat.

Sebaliknya, matcha dinaungi selama 4-8 minggu sebelum panen. Naungan ini meningkatkan kadar klorofil sehingga daun memiliki warna hijau cerah.

Selain itu, kadar asam amino, terutama L-theanine, meningkat sehingga memengaruhi rasa.

Dalam proses panen dan pengolahan, green tea dipetik secara menyeluruh termasuk batang dan urat daun, lalu segera dipanaskan untuk menghentikan oksidasi.

Setelah itu daun digulung, dikeringkan, kemudian dikemas. Daun kering inilah yang digunakan saat penyeduhan minuman.

Matcha memiliki proses berbeda. Hanya daun termuda dan paling lembut yang dipilih secara manual. Batang dan urat daun dihilangkan.

Daun yang telah dipanaskan dan dikeringkan (disebut tencha) kemudian digiling menggunakan batu hingga menjadi bubuk halus.

Bubuk inilah yang menjadi produk akhir matcha dan digunakan langsung dalam minuman maupun makanan.

Perbedaan Metode Penyajian

Perbedaan lain terlihat pada cara penyajian. Green tea disiapkan dengan menyeduh daun kering dalam air panas selama sekitar tiga menit pada suhu 180°–185°F.

Baca Juga:  Kopi Mulai Kalah Pamor? Fakta Ungkap Alasan Matcha jadi Primadona Baru!

Air yang terlalu panas dapat melepaskan tanin berlebih sehingga rasa menjadi sepat. Green tea juga dapat diseduh ulang dua hingga tiga kali sebelum rasa menurun.

Matcha tidak diseduh seperti green tea. Bubuk matcha dikocok langsung ke dalam air panas hingga berbusa atau dicampur dengan susu untuk menghasilkan minuman yang lebih creamy, seperti matcha latte. Karena seluruh bubuk dikonsumsi, tidak ada ampas yang dibuang.

Perbedaan Rasa

Dikutip MPN Indonesia dari Teapigs, dari segi rasa, green tea memiliki karakter ringan dan segar, dengan nuansa rumput atau tanah. Penyeduhan dingin menghasilkan rasa yang lebih lembut.

Sementara itu, matcha memiliki rasa lebih kaya dan pekat, dengan kombinasi manis serta umami gurih.

Kualitas matcha juga memengaruhi rasa. Kualitas seremonial cenderung lebih lembut dan manis, sedangkan kualitas kuliner lebih kuat.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending