Meskipun matcha dan green tea sama-sama berasal dari tanaman Camellia sinensis, keduanya memiliki perbedaan dalam proses budidaya, pengolahan, dan rasa.
Kandungan senyawa aktif dalam matcha, seperti L-theanine dan epigallocatechin gallate (EGCG), berperan dalam menciptakan efek relaksasi.
Seorang farmasis memperingatkan konsumsi matcha berlebihan dapat mengganggu siklus menstruasi.
Matcha semakin diminati sebagai pengganti kopi karena efek energi lebih stabil dan kandungan kafein yang lebih rendah. Simak manfaat, kandungan, dan cara penyajiannya.
Matcha bermanfaat tapi berisiko bagi penderita jantung, ginjal, dan ibu hamil. Konsumsi berlebihan bisa ganggu penyerapan zat besi dan picu masalah kesehatan.
Konsumsi matcha berlebihan berisiko gangguan hati, anemia, dan metabolik. Dokter imbau batasi asupan, terutama bagi ibu hamil dan pasien ginjal.
Banyak yang belum tahu bahwa waktu minum matcha sangat memengaruhi efektivitas kandungan gizinya.