Connect with us

Lifestyle

Salat Tahajud Tanpa Tidur, Apakah Sah?

Salat tahajud harus dilakukan setelah tidur, meski sebentar. Jika tanpa tidur, tetap sah sebagai salat malam tapi bukan tahajud, menurut ulama.

Logompn

Published

on

Salat tahajud tanpa tidur, apakah sah
Ilustrasi Salat Tahajud. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 24 April 2025 - Salat tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam, terutama bagi umat Muslim yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Namun, dalam praktiknya, muncul pertanyaan keagamaan penting, apakah sah melaksanakan salat tahajud jika dilakukan tanpa tidur sebelumnya, misalnya oleh seseorang yang begadang sepanjang malam?

Syarat Utama Salat Tahajud: Tidur Terlebih Dahulu

Salat tahajud secara terminologi adalah salat sunnah malam yang dilakukan setelah tidur.

Hal ini ditegaskan oleh Imam Romli dalam kitab Nihayatul Muhtaj Ila Syarhil Minhaj, yang menjelaskan bahwa pelaksanaan salat tahajud harus dilakukan setelah adanya tidur, meskipun hanya sebentar.

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Kemenag, dalam karyanya Nihayatul Muhtaj Ila Syarhil Minhaj (Beirut, Darul Fikr: 1404 H) juz 2, halamam 131, Imam Romli menyebutkan:

 وَيُسَنُّ (التَّهَجُّدُ) بِالْإِجْمَاعِ لِقَوْلِهِ تَعَالَى {وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ} [الإسراء: ٧٩] وَلِمُوَاظَبَتِهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَهُوَ التَّنَفُّلُ لَيْلًا بَعْدَ نَوْمٍ

“Shalat tahajud disunnahkan dengan kesepakatan ulama berdasarkan firman Allah Taala: Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu (QS. Al-Isra’: 79) dan juga berdasarkan ketekunan Nabi Muhammad SAW dalam melaksanakannya. Shalat tahajud adalah shalat sunnah di malam hari setelah tidur.“

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa tidur menjadi unsur pembeda utama antara salat tahajud dan salat sunnah malam lainnya.

Oleh karena itu, salat tahajud yang dilakukan sebelum tidur tidak memenuhi syarat untuk disebut sebagai salat tahajud, walaupun tetap tergolong sebagai salat sunnah malam.

Baca Juga:  14 Mei 2026 Libur Apa? Cek Jadwal Lengkapnya di Sini, Ada Long Weekend

Penjelasan Ulama Lain: Syarat Minimal Tidur dan Waktu Pelaksanaan

Senada dengan Imam Romli, Syekh Sulaiman ibn Muhamad ibn Umar Al-Bujairomi dalam Hasyiyatul Bujairomi ‘ala Syarhil Minhaj juga menjelaskan:

وَتَهَجُّدٌ – أَيْ: تَنَفُّلٌ بِلَيْلٍ بَعْدَ نَوْمٍ

“Dan sunnah melaksanakan salat tahajud, yaitu salat sunnah setelah tidur.“

قَوْلُهُ: (بَعْدَ نَوْمٍ) وَلَوْ يَسِيرًا، وَلَوْ كَانَ النَّوْمُ قَبْلَ فِعْلِ الْعِشَاءِ، لَكِنْ لَا بُدَّ أَنْ يَكُونَ التَّهَجُّدُ بَعْدَ فِعْلِ الْعِشَاءِ، حَتَّى يُسَمَّى بِذَلِكَ وَهَذَا هُوَ الْمُعْتَمَدُ

“Penjelasan kalimat [setelah tidur]: walaupun tidur sebentar dan tidurnya dilakukan sebelum salat Isya, tapi salat tahajud tetap dilakukan setelah salat Isya. Oleh sebab itu salat ini disebut salat tahajud dan inilah pendapat yang mu’tamad (kuat).“

Dari kutipan tersebut, dua hal penting dijelaskan secara rinci. Pertama, tidur meskipun singkat tetap dianggap sah sebagai prasyarat salat tahajud.

Kedua, pelaksanaan salat tahajud harus tetap dilakukan setelah salat Isya, terlepas dari kapan tidurnya berlangsung.

Kombinasi antara kedua syarat ini, tidur dan pelaksanaan setelah Isya, menjadi dasar kuat untuk membedakan salat tahajud dari salat sunnah malam lainnya.

Alternatif Ibadah Malam Selain Salat Tahajud

Bagi kamu yang tidak sempat tidur sebelum waktu malam, pelaksanaan salat tahajud tidak lagi sah menurut definisi yang telah dijelaskan.

Namun, tetap tersedia opsi ibadah lainnya di waktu malam yang juga memiliki nilai keagamaan tinggi.

Beberapa di antaranya adalah salat tasbih, salat hajat, dan salat witir, yang dapat dilakukan kapan saja di malam hari tanpa syarat tidur sebelumnya.

Dengan demikian, aspek keagamaan tetap dapat dijalankan oleh umat Islam melalui berbagai bentuk ibadah malam, meskipun tidak memenuhi syarat sah untuk salat tahajud.

Baca Juga:  Khutbah Jumat 16 Januari 2026: Empat Pelajaran Umat Manusia dalam Peristiwa Isra Miraj

Penjelasan dari para ulama ini menegaskan pentingnya pemahaman yang tepat terhadap syarat dan tata cara ibadah, termasuk perbedaan antara salat tahajud dan salat sunnah lainnya.

(ADN/NID/RAD)

Trending