Connect with us

Lifestyle

Sering Bingung Pilih Lensa Kacamata? Ini Bedanya Bluechromic dan Photochromic

Lensa photochromic dan bluechromic hadir untuk lindungi mata dari sinar UV dan sinar biru digital. Ketahui perbedaan, manfaat, dan fungsinya di sini.

Logompn

Published

on

Sering bingung pilih lensa kacamata ini bedanya bluechromic dan photochromic
Ilustrasi Kacamata. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 11 Oktober 2025 - Di era digital saat ini, mata menjadi organ tubuh yang bekerja paling keras.

Sejak pagi hingga sore, mata terpapar sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan, lalu malam hari masih menatap layar komputer atau ponsel dalam waktu lama.

Akibatnya, mata mudah lelah, terasa kering, bahkan bisa mengalami gangguan penglihatan.

Untuk mengatasi hal tersebut, teknologi lensa modern seperti photochromic dan bluechromic dikembangkan guna memberikan perlindungan menyeluruh terhadap paparan sinar matahari dan sinar biru dari layar digital.

Lensa Photochromic: Berubah Warna, Perlindungan Otomatis

Lensa photochromic dibuat dengan bahan kimia yang peka terhadap sinar ultraviolet (UV).

Saat terkena sinar matahari, lensa ini otomatis berubah warna menjadi lebih gelap, dan kembali bening ketika kamu berpindah ke dalam ruangan atau tempat dengan pencahayaan rendah.

Teknologi ini membuat kamu tetap nyaman dalam berbagai kondisi pencahayaan sekaligus melindungi mata dari sinar UV.

Selain mengurangi silau, lensa ini juga membantu mencegah kerusakan mata akibat paparan sinar matahari jangka panjang.

Jenis lensa ini cocok bagi mereka yang sering berpindah dari luar ke dalam ruangan, seperti pekerja lapangan, pelajar aktif, atau pengendara motor yang kerap terpapar sinar langsung.

Lensa Bluechromic: Perlindungan Ganda dari Sinar Matahari dan Layar Digital

Berbeda dari photochromic, lensa bluechromic memiliki fungsi ganda.

Selain bisa berubah warna saat terkena sinar matahari, lensa ini juga dilengkapi blue light filter yang berfungsi menyaring sinar biru dari perangkat digital seperti komputer, ponsel, tablet, dan televisi.

Baca Juga:  Meta Glasses Meluncur, Kacamata AI Rp5 Jutaan yang Bisa Diajak Ngobrol

Paparan sinar biru yang berlebihan dapat menyebabkan mata terasa kering, tegang, buram, hingga memicu sakit kepala.

Dalam jangka panjang, paparan tersebut berisiko menimbulkan degenerasi makula, yaitu kerusakan pada retina yang berperan penting dalam penglihatan tajam.

Karena itu, lensa bluechromic menjadi pilihan ideal bagi pekerja kantoran, mahasiswa, dan siapa pun yang sering menatap layar digital.

Hanya dengan satu pasang kacamata, kamu mendapatkan perlindungan dari sinar matahari maupun sinar biru buatan.

Perbedaan Teknologi dan Tampilan Kedua Lensa

Perbedaan utama antara kedua jenis lensa ini terletak pada mekanisme dan fungsi perlindungannya.

Lensa photochromic menggunakan bahan kimia khusus yang bereaksi terhadap cahaya UV.

Saat terpapar sinar matahari, struktur molekul pada lensa berubah dan membuat warnanya menjadi gelap.

Ketika kembali ke ruangan, molekul akan kembali ke bentuk semula sehingga lensa menjadi bening kembali.

Sementara itu, lensa bluechromic memiliki lapisan penyaring sinar biru di permukaannya.

Lensa ini biasanya tampak sedikit keunguan atau kebiruan, dan tidak selalu berubah warna secara signifikan, kecuali tipe yang juga memiliki fitur photochromic.

Dengan demikian, photochromic fokus melindungi dari sinar UV alami, sedangkan bluechromic melindungi dari sinar biru buatan, dua sumber cahaya yang sama-sama berisiko bagi mata.

Sumber Sinar Biru dan Potensi Risikonya

Sinar biru banyak dipancarkan dari perangkat elektronik seperti komputer, laptop, tablet, smartphone, televisi, serta lampu LED dan neon.

Meskipun intensitasnya tidak sekuat sinar matahari, penggunaan perangkat digital dalam waktu lama membuat akumulasi paparan sinar biru meningkat.

Kondisi ini dikenal sebagai digital eye strain atau kelelahan mata digital.

Sinar biru dengan panjang gelombang 400–500 nm sulit difokuskan oleh mata, sehingga menurunkan kontras visual dan menyebabkan sensasi “berbayang” yang membuat mata cepat lelah.

Baca Juga:  Meta Glasses Meluncur, Kacamata AI Rp5 Jutaan yang Bisa Diajak Ngobrol

Tanda-Tanda Mata Terlalu Lama Terpapar Sinar Biru

Gejala umum akibat paparan sinar biru berlebih antara lain mata terasa kering dan pegal, penglihatan buram, sakit kepala setelah menatap layar lama, kesulitan fokus, serta mata merah atau berair.

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menurunkan produktivitas dan kenyamanan sehari-hari.

Manfaat Perlindungan dari Kedua Jenis Lensa

Baik lensa photochromic maupun bluechromic memberikan manfaat besar bagi kesehatan mata.

Lensa photochromic melindungi dari sinar UV, mengurangi silau, dan menurunkan risiko penyakit mata seperti katarak dan degenerasi makula akibat paparan sinar matahari.

Sementara itu, lensa bluechromic berfungsi menyaring sinar biru berenergi tinggi dari perangkat digital, mengurangi ketegangan mata, serta membantu menjaga fokus dan kenyamanan visual.

Dengan memilih lensa sesuai kebutuhan, kamu dapat menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang, terutama di tengah gaya hidup modern yang sarat dengan aktivitas luar ruangan dan penggunaan perangkat digital setiap hari.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending