Lifestyle
Simak! Ini Kesalahan Milenial yang Bikin Susah Beli Rumah
Bagi beberapa orang, terutama milenial, membeli rumah di usia muda mungkin akan terdengar sulit.
MPN Indonesia 17 April 2025 - Bagi beberapa orang, terutama milenial, membeli rumah di usia muda mungkin akan terdengar sulit.
Pasalnya, harga rumah makin melambung tiap tahunnya, namun tak semua orang memiliki penghasilan yang memadai untuk mengikuti kenaikan harga properti.
“Di kota besar harga rumah sering tidak sebanding dengan gaji rata-rata milenial (Rp5–10 juta/bulan),” kata milenial home owner, Irfan saat dihubungi MPN Indonesia melalui aplikasi perpesanan.
Kesalahan Finansial yang Sering Terjadi
Salah satu penghalang utama bagi milenial dalam memiliki rumah, kata Irfan, adalah kesalahan dalam pengelolaan keuangan pribadi.
Salah satu yang paling umum adalah gaya hidup konsumtif. Anak muda saat ini umumnya lebih memprioritaskan pengeluaran konsumtif, seperti ngopi, gadget, traveling, dibanding menabung DP.
Selain itu, tidak sedikit yang belum menyiapkan dana darurat, yang menyebabkan keterlambatan dalam menyisihkan dana untuk rumah karena terlambat menyisihkan uang karena terbebani biaya tak terduga.
Utang konsumtif, seperti kredit motor dan penggunaan kartu kredit, juga menggeser prioritas keuangan yang seharusnya ditujukan untuk persiapan membeli rumah.
“Menyimpan uang hanya di tabungan (kalah inflasi) tanpa mempertimbangkan instrumen yang lebih growth-oriented (reksadana, saham) merupakan kekeliruan yang sering terjadi,” kata Irfan.
Gaya hidup kekinian seperti FOMO (Fear of Missing Out), traveling, dan kebiasaan minum kopi di luar memang memiliki dampak terhadap rencana membeli rumah.
Namun demikian, hal ini tidak sepenuhnya menjadi penghambat utama. Artinya, meskipun gaya hidup berpengaruh, tapi pengelolaan keuangan yang seimbang tetap memungkinkan milenial untuk menabung dan berinvestasi secara efektif guna membeli rumah.
Strategi Menabung untuk DP Rumah
Untuk dapat mengumpulkan dana uang muka rumah dalam kurun waktu 5–10 tahun, milenial perlu menyisihkan sebagian besar pendapatannya, sekitar 30-50%.
“Tergantung rumah seperti apa yang diinginkan, ada yang cukup dengan 30%, ada yang merasa harus lebih dari 50% bahkan hanya untuk DP,” kata Irfan.
Beberapa instrumen yang direkomendasikan untuk menabung dan investasi meliputi tabungan berjangka, reksadana pasar uang/pendapatan tetap, investasi jangka panjang lebih dari 5 tahun.
Selain itu, memperoleh penghasilan tambahan dari pekerjaan freelance atau usaha digital juga disebut sebagai cara efektif untuk mempercepat pencapaian target dana rumah.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
