Olahraga
Daftar Pemain Piala Dunia yang Pernah Unjuk Gigi di Liga Indonesia
Daftar pemain Piala Dunia yang punya jejak di Indonesia mulai dari Mario Kempes hingga Frans Putros.
MPN Indonesia 1 Juli 2026 - Di tengah semarak Piala Dunia FIFA 2026 yang sedang berlangsung, sejarah baru saja tercipta untuk sepak bola Indonesia.
Bek Persib Bandung, Frans Putros, resmi menjadi pemain aktif Liga Indonesia pertama yang tampil di putaran final Piala Dunia FIFA 2026. Ia membela Timnas Irak.
“Banyak sekali, ya, saya merasakannya (dukungan). Saya sangat berterima kasih kepada Bobotoh (pendukung Persib Bandung),” ujar Putros, dikutip MPN Indonesia melalui laman FIFA pada Rabu (1/7).
“Menerima begitu banyak pesan membuat momen itu terasa sangat istimewa. Jadi, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih,” sambungnya.
Keberhasilan Frans Putros menembus panggung dunia menjadi babak baru dari hubungan unik antara kompetisi Indonesia dengan Piala Dunia.
Jauh sebelum Putros mencatatkan sejarah ini, sepak bola Indonesia sebenarnya sudah sering terhubung dengan turnamen akbar tersebut melalui berbagai cara.
Ada para pemain yang datang merumput di Indonesia setelah mereka mencatat sejarah di panggung dunia, seperti legenda besar Argentina, Mario Kempes.
Mario Kempes
Tidak banyak pemain berstatus juara dunia yang pernah berkarier di Indonesia. Mario Kempes menjadi salah satu nama paling menonjol dalam daftar tersebut.
Legenda Argentina itu dikenal sebagai tokoh penting di balik keberhasilan negaranya menjuarai Piala Dunia 1978. Ia mencetak dua gol pada laga final melawan Belanda.
Pada fase akhir kariernya, Kempes bergabung dengan Pelita Jaya pada 1996.
Kehadirannya membuatnya tercatat sebagai salah satu pemain terbesar yang pernah tampil di kompetisi sepak bola Indonesia.
Pedro Pasculli
Pedro Pasculli merupakan anggota skuad Argentina saat menjuarai Piala Dunia 1986 di Meksiko.
Ia turut memberi kontribusi penting dengan mencetak gol penentu kemenangan Argentina atas Uruguay pada babak 16 besar.
Setelah berkarier di Argentina, Italia, dan Jepang, Pasculli menutup karier bermainnya di Indonesia bersama Pelita Jaya pada 1996.
Roger Milla
Roger Milla dikenal sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Penyerang Kamerun itu mencuri perhatian saat membawa negaranya menembus perempat final Piala Dunia 1990 dan mencetak empat gol meski sudah berusia 38 tahun.
Pada Piala Dunia 1994, Milla kembali mencatat sejarah setelah mencetak gol di usia 42 tahun.
Usai tampil di panggung dunia, ia sempat melanjutkan karier di Indonesia bersama Pelita Jaya dan Putra Samarinda.
Ernest Ebongue
Ernest Ebongue menjadi bagian penting Kamerun pada Piala Dunia 1982, yang merupakan penampilan perdana negara tersebut di putaran final.
Ia tampil dalam seluruh pertandingan Kamerun pada turnamen itu.
Setelah berkarier di Eropa, Ebongue datang ke Indonesia pada pertengahan 1990-an dan memperkuat Persma Manado serta Pupuk Kaltim.
Bertin Ebwelle
Bertin Ebwelle termasuk dalam skuad Kamerun yang membuat kejutan besar di Piala Dunia 1990 dengan lolos hingga perempat final.
Pemain berjuluk “The Missile” itu kemudian melanjutkan perjalanan kariernya ke Indonesia.
Pada pertengahan 1990-an, ia memperkuat Putra Samarinda dan menjadi salah satu pemain Kamerun yang meramaikan kompetisi Tanah Air.
Jules Onana
Jules Onana merupakan bagian dari generasi emas Kamerun yang tampil impresif pada Piala Dunia 1990.
Sebelum datang ke Indonesia, ia sempat berkarier di Prancis dan Kamerun.
Onana kemudian cukup lama bermain di kompetisi Indonesia dengan membela Persma Manado, Persis Solo, dan Pelita Krakatau Steel sebelum akhirnya pensiun.
Emmanuel Maboang
Emmanuel Maboang pernah tampil dalam dua edisi Piala Dunia bersama Kamerun.
Berposisi sebagai gelandang serang, ia membawa pengalaman internasional saat berkarier di Indonesia.
Pada akhir 1990-an, Maboang memperkuat Pelita Jaya dan menjadi salah satu pemain Afrika berpengalaman yang tampil di kompetisi nasional.
Jean-Pierre Fiala
Jean-Pierre Fiala memperkuat Kamerun pada Piala Dunia 1994 yang berlangsung di Amerika Serikat.
Bek tengah tersebut kemudian melanjutkan kariernya ke Indonesia setelah tampil di level internasional.
Di Tanah Air, Fiala sempat membela Persma Manado sebelum bergabung dengan Persija Jakarta.
Pierre Njanka
Pierre Njanka pernah tampil dalam dua edisi Piala Dunia bersama Kamerun. Ia juga mencatatkan gol untuk negaranya saat menghadapi Austria pada Piala Dunia 1998.
Saat berkarier di Indonesia, Njanka langsung meraih prestasi dengan membawa Arema Indonesia menjuarai Indonesia Super League 2009–10.
Bek tangguh itu kemudian melanjutkan kiprahnya bersama Persija Jakarta, Mitra Kukar, dan Persisam Putra Samarinda.
Eric Djemba-Djemba
Eric Djemba-Djemba merupakan mantan gelandang Manchester United yang masuk skuad Kamerun pada Piala Dunia 2002.
Setelah berkarier di berbagai klub luar negeri, ia sempat melanjutkan perjalanan kariernya ke Indonesia.
Pada 2015, Djemba-Djemba bergabung dengan Persebaya ISL, klub yang kini dikenal sebagai Bhayangkara FC.
Nastja Ceh
Nastja Ceh tampil bersama Slovenia pada Piala Dunia 2002, yang menjadi debut negara tersebut di putaran final.
Gelandang tersebut sebelumnya memiliki pengalaman panjang di sejumlah kompetisi Eropa.
Dalam perjalanan kariernya, Ceh juga pernah bermain di Indonesia dengan memperkuat PSMS Medan.
Michael Essien
Kedatangan Michael Essien ke Persib Bandung pada 2017 menjadi salah satu transfer paling mencuri perhatian dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Mantan pemain Chelsea dan Real Madrid itu didatangkan sebagai pemain marquee dan langsung menjadi sorotan internasional.
Sebelum bermain di Indonesia, Essien pernah membela Ghana pada Piala Dunia 2006 dan 2014.
Ia dikenal sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki The Black Stars.
Ivan Bosnjak
Ivan Bosnjak merupakan bagian dari skuad Kroasia pada Piala Dunia 2006 di Jerman.
Meski tidak selalu menjadi pilihan utama, ia tetap tercatat sebagai anggota generasi Kroasia yang tampil di level tertinggi sepak bola dunia.
Menjelang akhir kariernya, penyerang tersebut sempat bermain untuk Persija Jakarta pada musim 2014.
Didier Zokora
Didier Zokora pernah tampil dalam tiga edisi Piala Dunia bersama Pantai Gading.
Ia juga dikenal sebagai salah satu pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah tim nasional negaranya.
Mantan gelandang Tottenham Hotspur dan Sevilla itu merupakan bagian dari generasi emas Les Elephants.
Pada 2017, Zokora melanjutkan karier ke Indonesia dengan memperkuat Semen Padang di Liga 1.
Shane Smeltz
Shane Smeltz menjadi salah satu pemain penting Selandia Baru pada Piala Dunia 2010.
Namanya semakin dikenang setelah mencetak gol ke gawang juara bertahan Italia dalam laga yang berakhir imbang 1-1.
Setelah menjalani karier panjang di Australia dan Asia, Smeltz sempat memperkuat Borneo FC pada 2017.
Peter Odemwingie
Peter Odemwingie pernah membela Nigeria dalam dua edisi Piala Dunia.
Ia juga mencetak gol kemenangan Nigeria atas Bosnia dan Herzegovina pada Piala Dunia 2014.
Setelah berkarier di Inggris bersama West Bromwich Albion dan Stoke City, Odemwingie mencoba tantangan baru di Indonesia.
Bersama Madura United, ia tampil tajam dengan torehan 15 gol dari 23 pertandingan Liga 1.
Marcel Mahouve
Marcel Mahouve memiliki perjalanan karier yang cukup unik karena sudah lebih dulu dikenal di Indonesia sebelum tampil di Piala Dunia.
Gelandang asal Kamerun itu pernah memperkuat Putra Samarinda sebelum masuk skuad negaranya untuk Piala Dunia 1998 di Prancis.
Setelah tampil di turnamen sepak bola terbesar dunia, Mahouve kembali ke Indonesia dan melanjutkan karier bersama Persita Tangerang.
Frans Putros
Frans Putros mencatat sejarah sebagai pemain aktif Liga Indonesia pertama yang tampil di Piala Dunia.
Bek Persib Bandung itu membawa pengalaman dari kompetisi sepak bola Indonesia ke skuad Irak yang kembali setelah penantian panjang sejak 1986.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
