Connect with us

Olahraga

Gagal Tiru Indonesia, Timnas Malaysia Stop Cari Pemain untuk Dinaturalisasi

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menghentikan program naturalisasi Timnas Malaysia.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 13t095517.276
Timnas Malaysia Stop Cari Pemain untuk Dinaturalisasi | Gambar: FAM

MPN Indonesia 13 Maret 2025 - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi menghentikan program pencarian pemain keturunan untuk dinaturalisasi ke dalam Timnas Malaysia.

Keputusan ini diambil setelah upaya mereka mencari pemain keturunan di Eropa tidak membuahkan hasil seperti yang terjadi di Indonesia.

Selain itu, dukungan dari Pemerintah Malaysia terhadap program ini juga tidak optimal, sehingga proses naturalisasi tidak dapat berjalan sesuai harapan.

“Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah menghentikan secara sementara program naturalisasi pemain tim nasional,” demikian bunyi laporan yang dikutip MPN Indonesia dari Malaysia Gazette, Kamis (13/3).

Kesulitan dalam Menemukan Pemain Keturunan Malaysia

Upaya FAM untuk menaturalisasi pemain keturunan menghadapi banyak kendala.

Beberapa nama sempat muncul dalam radar pencarian mereka, seperti Josh Brownhill, Mats Deijl, dan Ferdy Druijf.

Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, sebagian besar pemain yang diincar ternyata tidak memiliki darah keturunan Malaysia.

Josh Brownhill, misalnya, sudah membantah memiliki keturunan Malaysia pada Desember 2024.

Sementara itu, Mats Deijl memiliki garis keturunan yang sudah terlalu jauh untuk memenuhi syarat naturalisasi.

Ferdy Druijf juga menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki darah Malaysia.

Faktor Regulasi dan Kurangnya Dukungan Pemerintah

Selain kesulitan menemukan pemain yang memenuhi syarat, penghentian program naturalisasi juga dipengaruhi oleh faktor regulasi.

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Chow Yu Hu menjelaskan bahwa proses naturalisasi pemain berada di bawah yurisdiksi Kementerian Dalam Negeri Malaysia.

Regulasi yang berlaku mewajibkan pemain asing yang ingin dinaturalisasi harus bermain di Liga Super Malaysia setidaknya selama lima tahun berturut-turut.

Baca Juga:  Asosiasi Minta Durian Jadi Buah Nasional Malaysia, Bakal Ada Hari Durian Nasional?

FAM tidak dapat memenuhi syarat tersebut, alhasil program pencarian pemain keturunan dihentikan sementara.

“Secara umum, kriteria untuk memilih pemain yang dinaturalisasi meliputi telah bermain di liga nasional selama setidaknya lima tahun berturut-turut di bawah naungan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM),” kata Chow Yu Hu dikutip MPN Indonesia dari Malaymail.

Selain itu, pemain juga harus berusia minimal 18 tahun dan belum pernah mewakili negara lain di level senior.

Perbandingan dengan Indonesia dalam Naturalisasi Pemain

Dalam beberapa tahun terakhir, Timnas Indonesia telah berhasil meningkatkan kualitasnya dengan memanfaatkan program naturalisasi pemain keturunan.

Banyak pemain berdarah campuran, terutama dari Belanda dan beberapa negara Eropa lainnya, telah bergabung dengan skuad Garuda.

Kehadiran mereka membantu Indonesia bersaing di kompetisi internasional, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Melihat keberhasilan tersebut, FAM berupaya melakukan hal serupa untuk memperkuat Timnas Malaysia.

Sebelumnya, Malaysia memang sudah memiliki program naturalisasi, tetapi lebih terbatas pada pemain yang telah berkarier di Liga Malaysia selama lima tahun.

Dalam beberapa waktu terakhir, FAM mulai melacak pemain keturunan di Eropa dengan harapan bisa mendatangkan talenta baru ke Timnas Malaysia.

(AKM/NID/RAD)

Trending