Connect with us

Olahraga

Inter Milan Didenda Hampir Rp1 Miliar Imbas Suporter Lempar Flare ke Emil Audero

Inter Milan didenda 50.000 euro oleh Lega Serie A usai insiden pelemparan petasan ke arah kiper Cremonese, Emil Audero, dalam laga Serie A.

Logompn

Published

on

Inter Milan Didenda Hampir Rp1 Miliar Imbas Suporter Lempar Flare ke Emil Audero
Inter Milan Didenda Hampir Rp1 Miliar Imbas Suporter Lempar Flare ke Emil Audero. Gambar: Instagram/@emil_audero

MPN Indonesia 5 Februari 2026 - Inter Milan resmi dijatuhi sanksi denda sebesar 50.000 euro atau sekitar Rp991 juta oleh Lega Serie A pada Rabu (4/2), sebagai imbas dari insiden pelemparan petasan oleh suporter ke arah kiper Cremonese, Emil Audero, dalam laga yang digelar di Stadion Giovanni Zini, Cremona, pada Minggu (1/2).

Petasan dilemparkan dari tribun yang ditempati pendukung Inter Milan dan meledak di dekat posisi Audero, menyebabkan sang kiper terjatuh dan mengalami luka.

Kiper timnas Indonesia itu mengalami luka kecil dan luka bakar di lutut serta sempat tidak mendengar akibat ledakan di menit ke-49 pertandingan.

Insiden ini menyebabkan laga sempat dihentikan selama beberapa menit.

Meski demikian, Audero dinyatakan bisa melanjutkan pertandingan hingga selesai, di mana Cremonese harus menerima kekalahan 0-2 dari Inter Milan.

Lega Serie A menyatakan bahwa hukuman denda diberikan karena pelemparan benda ke lapangan yang menyebabkan cedera pemain lawan.

Operator kompetisi juga menyampaikan apresiasi terhadap Inter Milan atas respons cepat mereka dalam mengidentifikasi pelaku.

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Football Italia, pihak operator kompetisi juga mengapresiasi Inter yang bertindak cepat mengidentifikasi suporter yang berulah dengan melempar flare ke lapangan.

Hukuman Tambahan untuk Suporter Inter Milan

Selain sanksi finansial, Inter Milan juga dijatuhi hukuman tambahan berupa larangan kehadiran suporter dalam tiga pertandingan tandang berturut-turut.

Hukuman ini akan berlaku pada laga tandang Inter Milan melawan:

  • Sassuolo (8/2/2026)
  • Lecce (21/2/2026)
  • Fiorentina (22/3/2026)

Larangan ini merupakan kebijakan resmi dari Kementerian Dalam Negeri Italia yang mengumumkan keputusan tersebut pada Selasa (3/2).

Baca Juga:  Emil Audero Ungkap Kondisi Terkini usai Terkena Lemparan Flare Suporter Inter Milan

“Menyusul kekacauan yang serius, Menteri Dalam Negeri telah memerintahkan larangan perjalanan bagi pendukung Inter hingga 23 Maret 2026, serta larangan penjualan tiket untuk pertandingan yang sama kepada penduduk Lombardia,” kata pihak berwenang, dikutip MPN Indonesia dari Gazzetta pada Kamis (5/2).

Identitas Pelaku dan Penanganan Hukum

Pelaku pelemparan petasan berhasil diidentifikasi dan ditangkap dalam waktu 48 jam setelah kejadian.

Dikutip dari Rai, Milan DIGOS, unit khusus kepolisian Italia, menangkap seorang pria berusia 19 tahun yang diduga melakukan aksi tersebut.

Remaja tersebut disebutkan memiliki keterkaitan dengan kelompok suporter Vikings yang dipimpin oleh Nino Ceccarelli.

Pihak kepolisian dan keamanan stadion bertindak cepat dalam menindaklanjuti insiden ini.

Penangkapan ini menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penjatuhan sanksi oleh otoritas sepak bola Italia.

Selain denda dan larangan kehadiran, Inter Milan juga menerima peringatan resmi dan imbauan agar meningkatkan pengawasan terhadap suporter mereka di laga-laga mendatang.

Inter Milan Sampaikan Permohonan Maaf

Pihak klub Inter Milan, termasuk para petinggi dan kapten tim Lautaro Martinez, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini.

Klub mengecam keras tindakan oknum suporter yang melanggar hukum dan membahayakan keselamatan pemain lawan.

Sebagai bagian dari tanggung jawab klub, Inter Milan berkomitmen mendukung penuh proses hukum terhadap pelaku serta memperkuat sistem keamanan dalam pertandingan selanjutnya guna menghindari insiden serupa.

(AKM/NID/RAD)

Trending