Connect with us

Olahraga

Jadi Pelatih SSB, Evan Dimas Gabungkan Teknik Sepak Bola dan Kesenian Tradisional

Evan Dimas rehat dari sepak bola profesional dan kini fokus melatih di SSB Saraswati, mengembangkan filosofi permainan berbasis seni dan budaya tradisional.

Arthur

Published

on

Jadi Pelatih Ssb, Evan Dimas Gabungkan Teknik Sepak Bola Dan Kesenian Tradisional
Jadi Pelatih SSB, Evan Dimas Gabungkan Teknik Sepak Bola dan Kesenian Tradisional. Gambar: Dok. Transfer Markt

MPN Indonesia 12 Februari 2025 - Mantan pemain Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono, memutuskan untuk rehat dari sepak bola profesional setelah kontraknya dengan Persik Kediri berakhir.

Meski tidak lagi bermain di level kompetitif, ia tetap aktif di dunia sepak bola dengan menjadi pelatih di sekolah sepak bola (SSB) Saraswati, yang berlokasi di Mojoarum, Tulungagung.

Selain itu, Evan juga menjadi salah satu pemangku atau stakeholder klub Persiba Balikpapan di Kalimantan.

Di SSB Saraswati, ia memegang lisensi pelatih C AFC dan menerapkan metode pelatihan unik dengan menggabungkan kesenian tradisional dalam teknik bermain sepak bola.

Filosofi Permainan Indah Berbasis Seni

Sebagai pelatih SSB, Evan Dimas memiliki pendekatan tersendiri dalam membentuk gaya bermain anak-anak asuhnya.

Ia mengadopsi unsur kebudayaan dalam metode pelatihannya, terutama dengan mengambil inspirasi dari kesenian tradisional.

Evan menyadari bahwa sepak bola modern semakin mengutamakan hasil akhir dibandingkan estetika permainan.

Ia ingin mengembalikan filosofi bermain indah, yang menurutnya bisa diadaptasi dari gerakan tari tradisional.

“Saya tersadar waktu melihat gerakan penari. Semua gerakannya sama. Ketukannya sama. Lalu saya pikir, kenapa sepak bola tidak dibikin seindah itu?” ujar Evan pada Selasa (11/2).

Menurutnya, seni tari mengajarkan keluwesan gerakan, yang dapat membantu pemain dalam mengembangkan teknik bermain sepak bola dengan lebih harmonis.

Menerapkan Permainan Tradisional dalam Sepak Bola

Dalam membangun mentalitas bermain, Evan Dimas tidak hanya mengandalkan teknik dan strategi, tetapi juga memasukkan unsur permainan tradisional dalam sesi latihan.

Baca Juga:  Kembali Muncul Ke Publik, Shin Tae Yong Kini malah Jadi Aktor Film Horor

Salah satu permainan yang diterapkannya adalah Gobag Sodor, yang menurutnya dapat meningkatkan koordinasi dan strategi pertahanan tim.

“Karena seni akan melatih keluwesan, dan dari beberapa permainan tradisional, bisa lahir koordinasi tim. Seperti Gobag Sodor untuk pertahanan,” jelasnya.

Selain itu, Evan juga menekankan pentingnya fair play dalam setiap pertandingan.

Ia mengajarkan anak-anak asuhnya untuk mengutamakan sportivitas di lapangan, bukan hanya sekadar mengejar kemenangan.

“Percuma kalau menang, tapi caranya nggak benar. Harus fair play. Mainlah dengan indah, maka lawan akan memberi aplaus ketika menang,” tegasnya.

Melibatkan Anak Didik dalam Kegiatan Seni dan Budaya

Untuk lebih memperkuat pemahaman tentang filosofi sepak bola berbasis kesenian tradisional, Evan Dimas mengajak para pemainnya menonton tari dan karawitan di sanggar setelah latihan.

Ini bertujuan agar mereka memahami hubungan antara seni, ritme, dan permainan sepak bola.

Selain itu, ia juga memastikan bahwa lingkungan latihan di SSB Saraswati terus ditingkatkan.

Saat ini, lapangan di Desa Mojoarum yang menjadi tempat latihan sedang dalam proses perbaikan, termasuk meratakan rumput agar bola dapat bergerak lebih optimal.

Fokus pada SSB, Belum Pikirkan Kembali ke Sepak Bola Profesional

Saat ini, Evan Dimas masih menikmati perannya sebagai pelatih di sekolah sepak bola (SSB) dan belum memiliki rencana untuk kembali ke sepak bola profesional.

“Saya lagi fokus di Saraswati. Saya nggak tahu bisa kembali bermain sebagai pemain profesional lagi atau tidak. Saya belum kepikiran untuk itu,” ujarnya.

Sebagai mantan pemain yang pernah membela berbagai klub, termasuk Bhayangkara FC, Arema FC, PSIS Semarang, dan Persik Kediri, Evan Dimas kini lebih tertarik untuk mengembangkan generasi muda melalui sepak bola yang mengedepankan seni dan kebudayaan.

Baca Juga:  Michael Carrick Resmi jadi Pelatih Manchester United hingga Akhir Musim!

Trending