Connect with us

Olahraga

Menteri Olahraga Iran Sebut Negaranya akan Absen dari Piala Dunia 2026

Iran menarik diri dari Piala Dunia 2026 meski lolos kualifikasi dan tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Logompn

Published

on

Iran Pastikan Absen dari Piala Dunia
Iran Pastikan Absen dari Piala Dunia 2026. Gambar: Instagram/@teammellifootball/

MPN Indonesia 12 Maret 2026 - Iran dipastikan tidak akan berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia 2026 yang digelar mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Pengumuman resmi disampaikan Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali sebagai respons terhadap kondisi politik yang memanas dan ancaman keamanan yang disebut mengancam keselamatan para pemain.

Keputusan tersebut diambil setelah serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

“Mengingat rezim korup ini [AS] telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ujar Donyomali, dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera pada Kamis (12/3).

Ia juga menambahkan bahwa kondisi saat ini tidak memungkinkan bagi tim nasional Iran untuk hadir di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.

Sebelumnya, timnas Iran telah mengamankan satu tempat di putaran final Piala Dunia 2026 dan tergabung di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.

Jadwal pertandingan Iran dijadwalkan berlangsung di Los Angeles pada 15 Juni (melawan Selandia Baru), 21 Juni (melawan Belgia), dan 26 Juni di Seattle (melawan Mesir).

Situasi Politik dan Keamanan jadi Alasan Utama

Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menegaskan bahwa serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel telah menewaskan ribuan warga Iran dan menciptakan situasi tidak aman di wilayah tersebut.

“Mengingat tindakan jahat yang telah mereka lakukan terhadap Iran, mereka telah memicu dua perang terhadap kami selama delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh serta memartir ribuan rakyat kami. Oleh karena itu, kami tentu tidak dapat memiliki kehadiran seperti itu,” ujarnya.

Baca Juga:  4 Pemain Timnas Indonesia Ini Berpeluang Tampil di Kompetisi Eropa Musim Depan

Menurut laporan, serangan yang dimulai pada Sabtu (28/2) telah menewaskan sedikitnya 1.255 orang dan melukai lebih dari 12.000 orang di Iran.

Data dari Palang Merah Iran juga mencatat bahwa serangan tersebut menyebabkan korban tewas sebanyak 1.200 orang di Iran, 570 orang di Lebanon, dan 13 orang di Israel akibat serangan balasan dari Teheran.

Tujuh pemain dikabarkan memilih tidak kembali ke Iran dan menerima visa kemanusiaan dari Australia.

Reaksi FIFA dan Pemerintah Amerika Serikat

Meski Iran telah memastikan mundur, Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menyatakan bahwa tim Iran tetap dipersilakan berkompetisi.

Hal ini disampaikannya setelah berdiskusi langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat,” tulis Infantino, dikutip MPN Indonesia melalui Instagram @gianni_infantino pada Kamis, (12/3).

Infantino juga menyatakan bahwa Piala Dunia seharusnya menjadi momen pemersatu.

“Kita semua membutuhkan acara seperti Piala Dunia FIFA untuk menyatukan orang-orang sekarang lebih dari sebelumnya,” ujarnya.

Namun, tanggapan Presiden Trump saat ditanya Politico mengenai partisipasi Iran di turnamen tersebut justru berbeda.

“Saya benar-benar tidak peduli,” katanya singkat.

Federasi Sepak Bola Iran Buka Suara

Presiden Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI), Mehdi Taj, sebelumnya sempat meragukan keikutsertaan timnas Iran, meski belum menyatakan secara eksplisit penarikan diri.

“Setelah serangan ini [terhadap Iran], kita tidak bisa diharapkan untuk menantikan Piala Dunia dengan penuh harapan. Jika Piala Dunia seperti ini, siapa yang waras akan mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti ini?,” ujar Mehdi dalam pernyataannya kepada televisi pemerintah Iran pada Minggu, (1/3).

Baca Juga:  Barca vs Newcastle 1-1: Penalti Yamal Selamatkan Blaugrana dari Kekalahan

Hingga saat ini, belum ada pengumuman lanjutan dari FIFA terkait keputusan Iran tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Trending