Connect with us

Olahraga

Olimpiade Musim Dingin 2026 Seluncur Salju Halfpipe, Chloe Kim Melaju Mulus ke Babak Final

Chloe Kim mencatat skor 90,25 di kualifikasi halfpipe Olimpiade Musim Dingin 2026 dan melaju ke final Milano Cortina.

Logompn

Published

on

Olimpiade Musim Dingin 2026 Selunjur Salju Halfpipe, Chloe Kim Melaju Mulus ke Babak Final
Olimpiade Musim Dingin 2026 Selunjur Salju Halfpipe, Chloe Kim Melaju Mulus ke Babak Final. Gambar: Kolase Instagram/@chloekim

MPN Indonesia 12 Februari 2026 - Chloe Kim, snowboarder asal Amerika Serikat, berhasil melaju ke babak final nomor halfpipe putri Olimpiade Musim Dingin 2026 setelah meraih skor tertinggi dalam kualifikasi yang digelar di Livigno Snow Park, Rabu pagi (11/2) waktu setempat.

Atlet berusia 25 tahun itu mencatatkan nilai 90,25 pada putaran pertama, yang bertahan sebagai skor tertinggi hingga putaran kedua.

Final dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam (12/2) waktu setempat.

Kim tampil dominan meskipun baru pulih dari cedera robekan labrum di bahu kirinya yang ia alami sebulan sebelum kompetisi.

Kurang dari dua minggu setelah kembali bermain snowboard, ia membuktikan diri masih berada di puncak performa dengan mengungguli pesaingnya di babak kualifikasi Olimpiade Milano Cortina 2026.

“Saya sangat senang dengan diri saya yang sekarang. Menjelang olimpiade ini, saya merasa sangat nyaman dan tenang. Saya tahu apa yang harus saya lakukan di sini,” ujar Kim dikutip MPN Indonesia melaui ADN pada Kamis, (12/2).

“Saya senang bisa berada di sini karena beberapa bulan yang lalu, situasinya sempat tidak begitu pasti. Jadi, saya sangat gembira bisa lolos dan berhasil melewati babak kualifikasi,” tambahnya.

Penampilan Chloe Kim dan Dominasi AS di Babak Kualifikasi

Selain Chloe Kim, dua atlet Amerika Serikat lainnya juga berhasil melaju ke final, yakni Maddie Mastro dengan skor 86,00 di posisi ketiga, dan Bea Kim yang mencatatkan nilai 76,75 di peringkat ke-10.

Mereka bertiga akan kembali bertanding dalam final untuk memperebutkan medali pada Kamis malam.

Baca Juga:  Olimpiade Musim Dingin 2026 - Hasil Ski Gaya Bebas Big Air: Eileen Gu jadi Wanita dengan Medali Terbanyak!

Di babak kualifikasi tersebut, posisi kedua ditempati oleh Sara Shimizu dari Jepang dengan skor 87,50.

Chloe Kim, yang tampil terakhir pada final nanti karena menjadi yang terbaik di kualifikasi, berpeluang besar mencetak sejarah sebagai atlet pertama yang meraih tiga medali emas olimpiade berturut-turut di nomor halfpipe.

Cedera yang sempat mengganggu persiapannya tak menjadi hambatan bagi Kim. Ia menegaskan kondisinya sudah stabil dan tidak lagi membebaninya di arena.

“Saya rasa begitu kami sudah berada di sana dan fokus pada apa yang ingin kami lakukan, trik yang ingin kami tampilkan, pikiran saya benar-benar kosong. Saya tidak memikirkan bahu saya. Saya hanya fokus pada apa yang ingin saya capai dalam run ini, dan sejauh ini semuanya berjalan dengan sangat baik,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia melaui NPR pada Kamis, (12/2).

Jejak Prestasi dan Harapan di Final

Kim memulai dominasi di olahraga ini sejak meraih medali emas pada Olimpiade 2018 di Korea Selatan saat usianya 17 tahun.

Ia kembali mengulang pencapaian tersebut pada Olimpiade 2022 dengan skor 94,00.

Dengan pencapaian tertinggi sebelumnya yaitu skor 98,25 di run ketiga pada final 2018, peluang Kim mempertahankan emas tetap terbuka lebar.

Menjelang final, Kim menyatakan antusiasmenya.

“Aku memang punya beberapa agenda. Aku tidak bisa memberitahumu karena nanti akan merusak keseruannya, tapi aku sangat bersemangat, dan aku sangat berharap bisa mewujudkannya besok malam,” ujarnya.

Sementara itu, Bea Kim yang baru berusia 19 tahun dan kini menjadi rekan setim Chloe Kim serta Maddie Mastro, mengaku bangga bisa tampil di olimpiade bersama idolanya.

“Pergi ke pertandingan pada tahun 2018 adalah momen yang sangat penting,” kata Bea Kim.

Baca Juga:  Olimpiade Musim Dingin 2026 Berakhir, Norwegia Puncaki Klasemen

“Mereka berdua selalu sangat baik kepada saya dan menginspirasi saya untuk terjun ke olahraga ini. Jadi sekarang, bisa duduk di antara mereka dan berada di tim yang sama serta menyebut mereka teman saya, itu sangat berarti,” lanjutnya.

Kendala Cedera dan Fokus Menuju Final

Cedera robekan labrum pada bahu kiri yang dialami Kim saat latihan di Swiss sempat menjadi kekhawatiran.

Namun, sejak kembali berlatih halfpipe pada 29 Januari, ia tidak mengalami kekambuhan.

“Semuanya cukup baik. Tidak kambuh lagi sejak kejadian itu, dan itu luar biasa,” ujar Kim.

Ia menyebut penggunaan penyangga bahu membantunya tetap stabil selama latihan dan kompetisi.

Kim menyatakan bahwa ini merupakan kompetisi pertamanya musim ini.

“Ini sebenarnya kompetisi pertama saya musim ini, jadi agak gila bahwa COP pertama saya musim ini adalah olimpiade, tapi kita akan mengatasinya,” ujarnya.

Dengan dukungan penuh dari tim dan kondisi fisik yang membaik, Kim siap menampilkan performa terbaik.

“Saya hanya akan melakukan apa yang ingin saya lakukan di sini, dan jika (para juri) memutuskan untuk memberikannya kepada saya, maka itu luar biasa. Tapi saya benar-benar bersyukur berada di posisi di mana saya telah memenangkan semua acara ini berkali-kali,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending