Connect with us

Olahraga

Pelatih Iran: Tim Kami adalah Tim yang Paling Tertindas di Piala Dunia

Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, menyampaikan kekesalan terhadap kebijakan Amerika Serikat soal penyelenggaraan Piala Dunia.

Logompn

Published

on

Pelatih Iran Ungkap Kekesalan Terhadap FIFA dan AS Tim Kami Adalah yang Paling Tertindas di Seluruh Piala Dunia
Kapten Iran Mehdi Taremi. Gambar: EPA/Chris Torres

MPN Indonesia 18 Juni 2026 - Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, menyampaikan kekesalan terhadap kebijakan Amerika Serikat soal penyelenggaraan Piala Dunia.

Ghalenoei menjelaskan bahwa timnya dipaksa meninggalkan Los Angeles beberapa jam usai laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru yang berakhir imbang 2-2, Selasa (16/6) WIB.

Keputusan tersebut membuat tim Iran harus segera kembali ke markas mereka di Tijuana, Meksiko, tanpa waktu pemulihan.

“Kami diminta untuk naik pesawat dan kembali ke kamp kami di Tijuana dan kami sangat terganggu oleh hal itu. Mereka memaksa kami untuk kembali lebih awal,” kata Ghalenoei, dikutip MPN Indonesia dari The Guardian.

“Mereka membuat situasi semakin sulit, semakin banyak rintangan, tetapi kami tidak akan membiarkan hal itu menghentikan kami untuk melakukan yang terbaik,” sambungnya.

Ia lantas menyebut kondisi tersebut membuat timnya menjadi pihak yang paling dirugikan dalam turnamen sepak bola internasional tersebut.

“Kami tidak tahu mengapa mereka memulangkan kami. Ini sangat aneh. Sepertinya orang lain yang merencanakan semuanya untuk kami,” ujarnya.

“Tim kami adalah tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia. Federasi kami tidak hadir, media kami tidak hadir, manajemen kami juga tidak hadir,” imbuh dia.

Kendala yang Dialami Timnas Iran

Kapten Timnas Iran, Mehdi Taremi, mengatakan bahwa timnya harus menjalani perjalanan dari Tijuana ke Los Angeles hingga lima jam.

“Saya rasa FIFA harus membantu kami lebih dari ini,” kata Taremi, dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera.

Selain itu, mereka juga tidak diizinkan tiba dua hari sebelum pertandingan seperti rencana awal.

Kondisi ini diperparah dengan penolakan visa terhadap sejumlah staf pendukung.

Baca Juga:  Jadwal Persib vs Manila Digger di AFC Champions League Two 2026/2027

Dari total 15 staf yang awalnya tidak mendapat izin masuk ke Amerika Serikat, jumlah tersebut kemudian berkurang menjadi 11 setelah sebagian visa disetujui.

Tim juga tiba tanpa petugas media, beberapa analis, serta Presiden Federasi Mehdi Taj.

Penjelasan Pemerintah Amerika Serikat

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa kepulangan cepat Timnas Iran memang sudah sesuai prosedur.

Direktur Eksekutif Gugus Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani, menjelaskan bahwa Timnas Iran akan berangkat “pada malam pertandingan.”

Seorang juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri menyebut bahwa Iran telah menyetujui persyaratan tersebut.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending