Connect with us

Olahraga

Prabowo Bertemu Presiden FIFA, Bahas Stadion hingga Masa Depan Sepak Bola Indonesia

PSSI dan FIFA memperkuat kerja sama pengembangan sepak bola Indonesia melalui infrastruktur, pembinaan usia muda, FIFA Forward, dan Football for Schools.

Actress 1299250

Published

on

Ketum PSSI Bertemu Presiden FIFA, Siap Perkuat Olahraga Indonesia
Ketum PSSI Bertemu Presiden FIFA, Siap Perkuat Olahraga Indonesia. Gambar: Dok. Kemenpora

MPN Indonesia 6 Oktober 2026 - Ketua Umum PSSI Erick Thohir mendampingi Presiden FIFA Gianni Infantino bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/10).

Pertemuan membahas penguatan sepak bola dan olahraga Indonesia melalui pembangunan fasilitas, pembinaan usia muda, serta dukungan terhadap kegiatan FIFA.

“Alhamdulillah pertemuan yang sangat baik. Bapak Presiden menyampaikan bahwa sepak bola dan olahraga sangat penting untuk pembangunan karakter bangsa,” ujar Erick Thohir dikutip MPN Indonesia dari Kemenpora, Selasa (6/10).

Presiden Prabowo menyampaikan komitmen untuk membangun olahraga secara nasional.

Pembangunan tersebut mencakup sepak bola yang memiliki banyak peminat di Indonesia.

“Seperti yang sudah dijanjikan kepada Bapak Gianni Infantino, Presiden akan mendorong sesegera mungkin untuk fasilitas olahraga yang ada di daerah dan pusat dikerjasamakan dengan klub-klub olahraga sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa,” sebut Ketum PSSI.

Pemerintah juga memberikan dukungan terhadap kegiatan yang diselenggarakan FIFA di Indonesia.

Indonesia sebelumnya mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 hingga FIFA ASEAN Cup 2026.

PSSI dan FIFA Perkuat Pengembangan Sepak Bola Indonesia

Gianni Infantino menyambut pertemuan tersebut dan menyatakan senang kembali berada di Jakarta.

Presiden FIFA itu menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang sering dikunjunginya.

“Karena Indonesia adalah negara sepak bola yang besar, dengan pemimpin negara yang hebat, dan tentu saja Erick Thohir selaku ketua asosiasi sepak bola di Indonesia,” ucap Gianni.

Menurut Gianni Infantino, Presiden Prabowo memiliki perhatian terhadap perkembangan sepak bola.

Baca Juga:  Kembali Muncul Ke Publik, Shin Tae Yong Kini malah Jadi Aktor Film Horor

Pembahasan pertemuan juga mencakup strategi pembangunan olahraga Indonesia.

Pembahasan kemudian mencakup stadion, lapangan sepak bola, sekolah, serta pengembangan olahraga usia muda.

FIFA dan federasi juga menjalankan kolaborasi dalam sejumlah proyek pengembangan.

“Jadi kami berdiskusi tentang strategi secara umum dan juga visi di Indonesia. Dalam hal stadion, lapangan sepak bola, sekolah, dan apapun yang berhubungan dengan olahraga dan sepak bola usia muda,” terang Presiden FIFA.

FIFA ASEAN Cup juga menjadi bagian pembahasan dalam pertemuan tersebut. Indonesia menjadi lokasi penyelenggaraan edisi pertama ajang tersebut.

“Kami berkolaborasi bersama federasi dalam proyek ini, kami berdiskusi tentang FIFA ASEAN Cup yang fantastis, yang digelar di Indonesia. Sangat positif, edisi paling pertama, dan yang pertama selalu menjadi sejarah,” tandas Gianni.

Kerja Sama Olahraga Melalui Program FIFA

Kemitraan PSSI dengan FIFA juga berjalan melalui sejumlah program pembangunan sepak bola.

Cakupannya meliputi infrastruktur, sepak bola usia dini, pembinaan talenta, dan sepak bola wanita.

Erick Thohir menyampaikan bahwa program tersebut membantu penguatan ekosistem sepak bola nasional.

Program yang telah berjalan meliputi FIFA Forward, Football for Schools, dan FIFA Arena.

“Dalam beberapa tahun terakhir, program-program seperti FIFA Forward, Football for Schools, dan FIFA Arena telah memberikan kontribusi yang berarti untuk memperkuat ekosistem sepak bola kita, mulai dari infrastruktur dan pengembangan akar rumput hingga menyediakan akses yang lebih besar ke sepak bola bagi anak-anak dan masyarakat,” ujar Erick Thohir dikutip MPN Indonesia dari FIFA, Selasa (6/10).

Salah satu proyeknya adalah pembangunan Pusat Pelatihan Nasional PSSI di Ibu Kota Nusantara atau IKN.

Pembangunan mendapat dukungan USD 5,4 juta melalui Program FIFA Forward dan investasi pemerintah Indonesia.

Baca Juga:  Shin Tae-yong Dipecat dari Kursi Pelatih Timnas Indonesia

Pusat pelatihan tersebut berdiri di atas lahan seluas 34,52 hektare. Fasilitas itu disiapkan untuk mendukung tim nasional dan program pengembangan sepak bola.

Pusat tersebut menjadi National Training Centre pertama yang dibangun khusus untuk pembinaan sepak bola nasional.

PSSI juga mendapat Penghargaan Emas FIFA Forward pada KTT Eksekutif Sepak Bola FIFA di Miami, Juni 2025.

Program Sepak Bola Menjangkau 38 Provinsi

Pengembangan sepak bola akar rumput juga dilakukan melalui FIFA Football for Schools. Program tersebut telah menjangkau anak-anak di seluruh 38 provinsi Indonesia.

Pada Mei 2025, dua lapangan mini FIFA Arena dibuka di Jakarta. Fasilitas tersebut memberikan akses sepak bola kepada sekitar 1.450 siswa di sekitar kawasan sekolah.

“FIFA Football for Schools telah membantu kami membawa sepak bola langsung ke anak-anak dan masyarakat, termasuk daerah terpencil, sementara Skema Pengembangan Bakat FIFA telah mendukung jalur pengembangan teknis kami secara berkelanjutan sejak tahun 2022,” jelas Erick.

Program itu menjadi bagian dari pengembangan sepak bola usia dini. Akses melalui sekolah memberikan kesempatan kepada lebih banyak anak untuk mengenal dan bermain sepak bola.

Pengembangan Sepak Bola Wanita

PSSI bersama FIFA juga menjalankan program pengembangan sepak bola wanita.

PSSI meluncurkan Strategi Sepak Bola Wanita Indonesia pada 2024 melalui FIFA Women’s Football Development Programmes.

PSSI kemudian terpilih sebagai salah satu dari tiga Asosiasi Anggota FIFA dalam Program Pemberdayaan Wanita dalam Olahraga FIFA-GIZ.

“Dengan Program Pengembangan Sepak Bola Wanita FIFA, PSSI mampu meluncurkan Strategi Sepak Bola Wanita kami pada tahun 2024. Kami kemudian merasa terhormat dipilih sebagai salah satu dari hanya tiga Asosiasi Anggota FIFA untuk Program Pemberdayaan Wanita dalam Olahraga FIFA-GIZ,” lanjutnya.

Baca Juga:  PSSI Buka Suara soal Paspoortgate Pemain Timnas Indonesia di Belanda

FIFA juga memberikan dukungan melalui FIFA Coach Education Scholarship. Program tersebut membantu peningkatan jumlah pelatih wanita berlisensi di Indonesia.

Kantor FIFA di Jakarta Perluas Kolaborasi

Kemitraan kedua pihak juga memasuki tahap baru melalui kehadiran kantor FIFA di Jakarta. Pada Juni, FIFA dan PSSI menyepakati Perjanjian Negara Tuan Rumah.

Kesepakatan tersebut menjadikan Jakarta sebagai pusat FIFA untuk kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur. Cakupannya meliputi 21 Asosiasi Anggota.

Kehadiran kantor tersebut membuka ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan. Kerja sama olahraga juga mencakup pengembangan program bersama negara-negara lain di kawasan.

“Bagi PSSI, kemitraan kami dengan FIFA lebih dari sekadar infrastruktur atau program individual. Ini tentang membangun fondasi yang kuat dan berkelanjutan untuk masa depan sepak bola Indonesia,” ujar Erick.

 (AKM/NID/RAD)



Trending