Connect with us

Olahraga

Timnas Iran Tak Boleh Menginap di AS saat Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Timnas Iran tidak dapat menginap di Amerika Serikat saat Piala Dunia 2026 dan wajib masuk serta keluar pada hari yang sama.

Logompn

Published

on

Timnas Iran Tak Boleh Menginap di AS saat Piala Dunia 2026, Ini Biang Keroknya
Timnas Iran Tak Boleh Menginap di AS saat Piala Dunia 2026, Ini Biang Keroknya. Gambar: BBC

MPN Indonesia 9 Juni 2026 - Timnas Iran dipastikan tidak dapat menginap di wilayah Amerika Serikat saat menjalani pertandingan Piala Dunia 2026 karena pembatasan visa di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat.

Skuad Piala Dunia 2026 Iran diwajibkan memasuki dan meninggalkan wilayah Amerika Serikat pada hari yang sama dengan jadwal pertandingan yang dimainkan.

Utusan Iran, Abolfazl Pasandideh, menjelaskan bahwa pembatasan tersebut membuat tim hanya memiliki waktu terbatas berada di Amerika Serikat.

“Kita bisa masuk di pagi hari dan harus keluar di hari yang sama,” kata Abolfazl Pasandideh kepada wartawan, dikutip MPN Indonesia melalui SuperSports pada Selasa (9/6).

Selain pembatasan durasi tinggal, sebagian staf pendukung Timnas Iran juga tidak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat karena visa mereka ditolak.

Perpindahan Markas ke Meksiko

Timnas Iran kini bermarkas di Tijuana, Meksiko, setelah meninggalkan Turkiye pada Sabtu sekitar pukul 18.10 waktu setempat menuju barat laut Meksiko.

Kota Tijuana dipilih sebagai basis selama turnamen berlangsung menggantikan lokasi awal di Tucson, Arizona.

Keputusan pemindahan markas dilakukan pada akhir Mei, seiring perkembangan situasi politik dan pembatasan perjalanan ke Amerika Serikat.

Iran dijadwalkan memainkan tiga pertandingan fase grup di Amerika Serikat.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat memengaruhi berbagai aspek persiapan tim, termasuk pengurusan visa dan penempatan markas.

Sebelum bertolak ke Meksiko, skuad Iran menjalani hampir tiga pekan kamp pelatihan di Antalya, Turkiye.

Selama periode tersebut, mereka mengurus pengajuan visa perjalanan ke Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.

Penolakan Visa Staf Pendukung Tim Iran

Pada malam sebelum keberangkatan menuju Meksiko, para pemain menerima visa Amerika Serikat, sehingga tetap dapat bertanding di laga yang dijadwalkan di negara tersebut.

Baca Juga:  Kritik Donald Trump, Dubes Selandia Baru untuk Inggris Dipecat

Namun, pada Sabtu (6/6), Kedutaan Besar Iran di Turkiye mengeluarkan tanggapan setelah sejumlah staf pendukung tidak memperoleh visa.

“Mengapa Anda tidak mengatakan bahwa visa ditolak untuk sebagian besar staf manajerial dan eksekutif, penasihat teknis, dan lainnya yang merupakan bagian integral dari tim sepak bola nasional mana pun,” tulis pernyataan tersebut, dikutip MPN Indonesia melalui akun X @Iran_in_Turkiye.

“Anda kini telah meningkatkan perlakuan yang disengaja dan diskriminatif terhadap tim sepak bola nasional Iran ke tingkat tertinggi,” lanjutnya.

Kedutaan juga menyerukan FIFA untuk meminta pertanggungjawaban Amerika Serikat atas dugaan pelanggaran terhadap aturan-aturannya.

Federasi Sepak Bola Iran, termasuk ketuanya Mehdi Taj, dilaporkan termasuk di antara pihak yang visanya ditolak.

Mehdi Taj diketahui merupakan mantan anggota Garda Revolusi, sebagaimana dilaporkan media Iran di diaspora.

(AKM/NID/RAD)

Trending