Connect with us

Olahraga

Yakob dan Yance Jadi Korban Rasisme, Erick Thohir Buka Suara!

Erick Thohir dan PSSI tegas tolak rasisme usai Yakob dan Yance Sayuri jadi korban, dukung proses hukum demi sepak bola yang adil dan inklusif.

Logompn

Published

on

Yakob dan yance jadi korban rasisme, erick thohir buka suara!
Yakob dan Yance Jadi Korban Rasisme. Gambar : Instagram/@yassa_sayuri22

MPN Indonesia 6 Mei 2025 - Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk rasisme setelah dua pemain Timnas Indonesia, Yakob Sayuri dan Yance Sayuri, menjadi korban tindakan rasial.

Insiden tersebut mencuat ke publik setelah keduanya mengungkapkan pengalaman mereka melalui akun Instagram resmi Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) pada Sabtu (3/5).

Kedua pemain tersebut menyebut telah lama menjadi sasaran ucapan dan tindakan rasisme, yang belakangan semakin memburuk hingga melibatkan hinaan terhadap keluarga mereka.

Dalam keterangannya, Yakob dan Yance Sayuri menegaskan bahwa mereka sebelumnya memilih untuk tidak mempersoalkan tindakan rasisme yang mereka alami.

Namun, eskalasi perilaku tersebut memaksa mereka untuk angkat bicara demi keadilan dan perlindungan bagi pemain sepak bola lain.

“Kami seringkali kena ucapan dan tindakan rasis, semakin ke sini semakin berlebihan dan parah. Bahkan mereka menghina anak dan keluarga kami,” ujar Yakob dan Yance sebagaimana dikutip MPN Indonesia dari Instagram @appi.official, pada Selasa (6/5)).

Erick Thohir menyampaikan rasa kecewanya atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa PSSI tidak akan memberikan ruang bagi rasisme dalam sepak bola Indonesia.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Erick Thohir menegaskan, “Saya selalu menolak rasisme dalam bentuk apa pun di sepak bola. Tidak boleh ada perlakuan, ujaran atau apa pun yang berbau rasisme dalam sepak bola khususnya di Indonesia. Tidak ada tempat bagi rasisme di dunia.”

Dukungan PSSI dan Harapan Penegakan Hukum

Selain menyatakan sikap, Erick Thohir juga memastikan bahwa PSSI mendukung penuh proses hukum terhadap pelaku tindakan rasial yang menyerang pemain Timnas Indonesia tersebut.

Baca Juga:  Sebanyak 97 WNI Minggat dari Perusahaan Online Scam di Kamboja

Kedua pemain asal Kepulauan Yapen ini meminta agar para pelaku diberikan hukuman berat sesuai dengan ketentuan hukum dan kriminal yang berlaku.

Mereka juga menyerukan agar pelaku rasialisme dilarang berada di lingkungan sepak bola.

“Karena sepak bola itu untuk merayakan keberagaman,” tambah Yakob dan Yance.

Langkah tegas PSSI ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan yang menilai bahwa tindakan diskriminatif seperti ini harus segera diberantas untuk menjaga integritas dan nilai-nilai keberagaman dalam olahraga.

Erick Thohir menegaskan bahwa otoritas sepak bola nasional akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan dan memberikan efek jera kepada pelaku.

Komitmen Melawan Rasisme di Sepak Bola Indonesia

Kasus yang menimpa Yakob dan Yance Sayuri menjadi peringatan serius bahwa tindakan rasisme masih menjadi tantangan dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola di Indonesia.

PSSI berkomitmen untuk menciptakan lingkungan sepak bola yang inklusif, aman, dan menghormati keberagaman latar belakang pemain.

Erick Thohir juga mengajak seluruh elemen masyarakat sepak bola untuk bersatu melawan rasisme dan menjaga sportivitas di lapangan maupun di luar arena pertandingan.

“Kami di PSSI tidak akan pernah mentolerir perilaku diskriminatif dalam bentuk apa pun. Sepak bola harus menjadi wadah persatuan, bukan perpecahan,” pungkas Erick Thohir dalam pernyataannya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending