Connect with us

Otomotif

5 Masalah Umum Mobil setelah Perjalanan Jauh

Setelah mudik Lebaran atau berkendara jauh, mobil rentan mengalami kerusakan. Kenali 5 masalah umum dan cara mengeceknya agar tetap aman berkendara.

Logompn

Published

on

5 Masalah Umum Mobil setelah Perjalanan Jauh
5 Masalah Umum Mobil setelah Perjalanan Jauh. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 24 Maret 2026 - Perjalanan jauh seperti mudik Lebaran kerap menyebabkan sejumlah masalah pada mobil.

Gangguan ini biasanya muncul setelah kendaraan menempuh jarak panjang dan menghadapi medan berat.

Setidaknya terdapat lima masalah umum yang kerap muncul pasca perjalanan jauh, seperti pada komponen kaki-kaki, ban, rem, kopling, dan radiator.

Pemeriksaan terhadap bagian-bagian tersebut penting dilakukan segera setelah mobil digunakan dalam perjalanan jarak jauh.

Kerusakan dapat timbul akibat beban kerja berlebih selama kendaraan melaju dalam waktu lama atau melalui jalan tidak rata.

Gejala awal dari kerusakan ini bisa dirasakan saat mobil mulai tidak stabil, setir bergetar, atau laju kendaraan terasa melayang dan tidak terkendali.

Masalah juga dapat diketahui dari suara-suara asing saat berkendara atau perubahan pada performa kendaraan.

Masalah pada sistem pengereman, kopling, ban, radiator, hingga kaki-kaki harus segera ditangani agar tidak membahayakan pengemudi.

Komponen Kaki-Kaki Alami Keausan dan Kerusakan

Komponen kaki-kaki menjadi bagian yang paling rentan mengalami kerusakan pascamudik. Beberapa indikasi gangguan yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Getaran pada setir saat berkendara
  • Mobil cenderung lari ke satu sisi
  • Bunyi berderak atau mendecit saat melintasi jalan rusak atau berbelok
  • Suspensi terasa limbung saat mobil melaju

Komponen yang rentan mengalami kerusakan di antaranya bushing arm yang bisa pecah atau getas, shock absorber rusak, ball joint longgar, tie rod bermasalah, serta link stabilizer yang rusak.

Pemeriksaan terhadap bagian seperti link arm dan rack steer juga diperlukan, terutama jika ditemukan gejala roda depan bergerak tidak stabil akibat kondisi rack steer yang oblak.

Baca Juga:  BYD Daftarkan Nama Danza di RI usai Keok Sengketa Merek

Tekanan dan Kondisi Ban Sering Tidak Stabil

Ban mobil juga menjadi komponen penting yang harus diperiksa.

Setelah menempuh perjalanan panjang, tekanan angin ban bisa berubah dan memengaruhi stabilitas kendaraan.

Tekanan yang terlalu rendah membuat mobil terasa melayang, sedangkan tekanan berlebih menyebabkan getaran yang keras saat berkendara.

Selain itu, ban yang sudah aus atau benjol juga bisa membuat mobil oleng.

Ban yang tidak balance dan bearing roda yang oblak dapat menyebabkan ban berputar secara tidak stabil.

Bentuk pelek yang berubah pun bisa memperparah kondisi ini. Pastikan juga ban masih dalam batas aman tread wear indicator (TWI) untuk memastikan keamanannya.

Rem dan Kopling Mengalami Aus

Penggunaan rem yang intens selama perjalanan jauh dapat menyebabkan aus pada kampas maupun rotor rem.

Disarankan untuk melakukan pengecekan rutin terhadap sistem pengereman setelah perjalanan panjang, mengingat potensi aus yang meningkat akibat beban kerja yang berat.

Khusus untuk pengguna mobil transmisi manual, kampas kopling juga rentan mengalami keausan, terutama saat melalui jalan menanjak atau macet.

Jika kopling mulai terasa slip, maka perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut atau penggantian komponen.

Radiator Berpotensi Overheat

Radiator mobil juga berisiko mengalami overheat akibat siklus kerja berat selama perjalanan panjang.

Mobil yang sudah berumur lebih rentan mengalami gangguan ini.

Disarankan untuk melakukan pengurasan radiator secara berkala, khususnya untuk mobil tua, agar suhu mesin tetap stabil.

Pemeriksaan Manual untuk Deteksi Awal

Beberapa cara dapat dilakukan untuk mendeteksi masalah pada mobil pasca mudik:

  • Dengarkan suara mendecit atau berderak saat mobil berjalan di medan tidak rata atau berbelok, menandakan ball joint atau bushing aus.
  • Rasakan getaran pada setir saat berkendara, terutama di kecepatan tinggi, sebagai indikasi shockbreaker atau tie rod bermasalah.
  • Goyangkan mobil ke atas dan bawah saat diam. Jika mobil terus bergoyang lebih dari satu hingga dua kali, kemungkinan besar shockbreaker sudah lemah.
Baca Juga:  Jangan Terlalu Lama! Ini Dampak jika Rem Tangan Sering Dipakai

Pemeriksaan menyeluruh sangat disarankan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Mobil yang telah menempuh perjalanan panjang seperti saat mudik Lebaran memerlukan perhatian ekstra untuk menjaga performa dan keselamatan berkendara.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending