Connect with us

Otomotif

Baru Genap Enam Bulan di Pasar Indonesia, Denza Sudah Ludes Ribuan Unit

Mobil listrik Denza asal Tiongkok berhasil mencatat penjualan sebanyak 5.733 unit untuk model Denza D9 di pasar Indonesia.

Logompn

Published

on

Baru genap enam bulan di pasar indonesia, denza sudah ludes ribuan unit
Baru Genap Enam Bulan di Pasar Indonesia, Denza Sudah Ludes Ribuan Unit | Gambar: Xinhua News

MPN Indonesia 20 Juli 2025 - Dalam waktu enam bulan sejak resmi diluncurkan di Indonesia pada Januari 2025, merek mobil listrik Denza asal Tiongkok telah mencatatkan penjualan sebanyak 5.733 unit untuk model Denza D9.

Data tersebut tercatat dalam laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk periode Januari hingga Juni 2025.

Angka ini tak hanya menempatkan Denza sebagai salah satu pendatang baru dengan pertumbuhan tercepat di segmen kendaraan listrik premium di tanah air, namun juga melampaui beberapa merek serupa yang telah lama bersaing di pasar Indonesia.

Dengan harga jual di bawah Rp1 miliar dan kemampuan berkendara hingga 600 kilometer dalam satu kali pengisian daya, Denza D9 menarik perhatian konsumen yang mencari efisiensi dan kenyamanan dalam kendaraan listrik.

Keberhasilan ini terjadi meskipun BYD Group Indonesia, induk perusahaan dari Denza, baru meresmikan empat dealer resminya pada Senin (10/3), yang tersebar di Jakarta, Banten, dan Bali.

Pengamat Sebut Harga yang Kompetitif jadi Daya Tarik Utama Denza

Menurut pengamat otomotif dan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, keberhasilan Denza dalam mengungguli beberapa pesaingnya di segmen premium disebabkan oleh beberapa faktor utama, termasuk strategi harga yang kompetitif, teknologi canggih, serta popularitas kendaraan listrik yang meningkat.

“Dengan harganya yang hanya sekitar 50–70 persen dari harga produk sekelasnya, mobil ini telah menciptakan value-for-money yang sangat tinggi, di samping mereka tetap menawarkan fitur mewah,” ujar Yannes kepada Xinhua News, dikutip MPN Indonesia, Sabtu (19/7).

Ia juga menambahkan bahwa biaya operasional dan perawatan yang lebih murah karena berbasis EV menjadi alasan ekonomis yang mendorong minat konsumen.

Reputasi BYD sebagai perusahaan induk Denza juga turut memengaruhi penerimaan pasar terhadap produk ini.

Baca Juga:  Mobil Listrik Pertama Polytron Akan Rilis Resmi di Indonesia Pekan Depan

Menurut Yannes, hal tersebut membantu mengurangi kekhawatiran konsumen terhadap layanan purna jual karena BYD terus memperluas jangkauannya di Indonesia.

Masih dikutip dari sumber yang sama, pengamat otomotif lain, Bebin Djuana, menyebut bahwa kenyamanan menjadi nilai lebih dari Denza D9.

Selain itu, karena statusnya sebagai kendaraan listrik, mobil ini tidak terdampak oleh kebijakan ganjil-genap yang berlaku di Jakarta.

Disamping hal itu, Bebin juga menyebut kelemahan dari merek mobil ini. Ia bahkan mengakui bahwa Denza masih tergolong merek baru di Indonesia meski hal tersebut tidak memengaruhi minat konsumen.

“Sebetulnya Denza memiliki kelemahan dari sisi reputasi karena merupakan merek baru di Indonesia, meski begitu, konsumen tampaknya bisa memaklumi hal itu,” ungkapnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending