Connect with us

Otomotif

Cegah Baterai Soak, Begini Cara Rawat Mobil Hybrid yang Jarang Dipakai

Mobil hybrid jarang digunakan tetap perlu dirawat untuk mencegah kerusakan baterai. Simak cara menjaga baterai tetap awet dan tidak rusak.

Logompn

Published

on

Cegah baterai soak, begini cara rawat mobil hybrid yang jarang dipakai
Ilustrasi Mobil Hybrid. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 7 Juli 2025 - Mobil hybrid yang jarang digunakan tetap membutuhkan perawatan rutin, terutama pada bagian baterai.

Bila dibiarkan terlalu lama tanpa pemakaian, baterai mobil hybrid bisa mengalami penurunan kinerja hingga rusak permanen.

Salah satu risiko utamanya adalah deep discharge, yaitu kondisi saat daya baterai turun drastis dan sulit dipulihkan.

Meski tidak digunakan, baterai tetap mengalami self-discharge, atau penurunan daya secara perlahan.

Jika hal ini dibiarkan tanpa pengisian ulang, baterai dapat mencapai titik kritis dan mempercepat kerusakan.

Selain itu, menyimpan mobil di lingkungan dengan suhu ekstrem juga bisa memperburuk kondisi baterai.

Menurut informasi dari situs aloyhybrid.com yang dikutip MPN Indonesia, salah satu cara efektif mencegah kerusakan adalah dengan rutin menyalakan kendaraan dan memastikan baterai tetap terisi, meskipun mobil tidak dikendarai dalam waktu lama.

Penyimpanan di tempat yang sejuk dan kering juga sangat disarankan untuk menjaga kondisi baterai.

Ikuti Panduan dari Pabrikan

Panduan perawatan dari pabrikan sangat penting untuk diikuti.

Buku manual kendaraan biasanya memuat petunjuk rinci mengenai cara menyimpan mobil dengan benar, serta prosedur pengecekan baterai saat mobil tidak digunakan dalam jangka waktu tertentu.

Mengikuti instruksi ini membantu mencegah kerusakan dini dan menjaga performa kendaraan.

Rutin Menyalakan dan Mengendarai Mobil

Menghidupkan dan mengendarai mobil hybrid secara berkala membantu menjaga kestabilan daya baterai.

Saat mobil digunakan, sistem pengisian daya dan pengereman regeneratif tetap aktif, sehingga baterai tetap terisi dalam kondisi optimal.

Jika mobil dibiarkan terlalu lama tanpa dikendarai, sistem ini tidak berjalan, dan risiko deep discharge menjadi lebih besar.

Baca Juga:  Kenapa Tarikan Gas Motor Terasa Delay dan Tak Stabil? Coba Cek Bagian Ini!

Hindari Deep Discharge dan Overcharging

Deep discharge adalah kondisi saat baterai kehabisan daya hingga ke titik yang sangat rendah. Ini dapat mempercepat kerusakan dan memperpendek umur baterai.

Di sisi lain, overcharging atau pengisian daya berlebihan juga berbahaya karena bisa meningkatkan suhu baterai dan merusak sel-sel di dalamnya.

Pemilik mobil hybrid disarankan untuk menjaga daya baterai pada level yang aman—tidak terlalu rendah dan tidak terlalu penuh.

Pengisian daya yang berlebihan, terutama dalam kondisi panas atau lembap, bisa mempercepat degradasi baterai.

Pilih Lokasi Penyimpanan yang Aman

Faktor lingkungan sangat memengaruhi kondisi baterai mobil hybrid. Menyimpan mobil di tempat yang sejuk, kering, dan memiliki ventilasi baik dapat membantu menjaga suhu baterai tetap stabil.

Lingkungan penyimpanan yang buruk, seperti suhu ekstrem atau kelembapan tinggi, dapat mempercepat kerusakan baterai.

Rutin Cek Kesehatan Baterai

Melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap kondisi baterai juga tidak kalah penting.

Pemilik mobil dapat memanfaatkan sistem diagnostik pada kendaraan untuk memantau kesehatan baterai.

Pemeriksaan ini memungkinkan deteksi dini jika terjadi ketidakseimbangan daya atau tanda-tanda kerusakan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending