Connect with us

Otomotif

Ini 5 Alasan Mengapa Anak Kecil Tidak Boleh Duduk di Kursi Depan Mobil

Dalam banyak kasus, anak kecil sering tidak dianjurkan untuk duduk di kursi depan mobil. Apa alasannya?

Logompn

Published

on

5 alasan mengapa anak tidak seharusnya duduk di kursi depan mobil
5 Alasan Mengapa Anak Tidak Seharusnya Duduk di Kursi Depan Mobil | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 8 Juli 2025 - Anak-anak sebaiknya tidak duduk di kursi depan mobil karena sejumlah faktor keselamatan yang telah diidentifikasi oleh para ahli keselamatan kendaraan.

Menurut firma hukum Chatham Gilder Howell Pittman yang menangani kasus kecelakaan mobil di Mississippi, anak-anak menghadapi risiko lebih besar saat duduk di kursi depan dalam kecelakaan lalu lintas.

Ini dikarenakan desain sistem keselamatan kendaraan dioptimalkan untuk penumpang dewasa. Oleh karena itu, anak-anak dianjurkan untuk berada di kursi belakang untuk mengurangi risiko cedera saat terjadi kecelakaan.

Masalah ini juga berkaitan erat dengan peraturan keselamatan anak di dalam mobil. Meski pemerintah Indonesia belum mengatur persoalan ini, kebijakan dari Mississippi State Department of Health bisa menjadi acuan.

Lembaga kesehatan asal Amerika Serikat itu menganjurkan anak di bawah empat tahun wajib menggunakan kursi mobil anak (child safety seat), sementara anak usia empat hingga enam tahun diwajibkan memakai booster seat jika tinggi mereka belum mencapai 57 inci atau beratnya belum mencapai 65 pon.

Berikut adalah lima alasan mengapa anak kecil tidak boleh duduk di kursi depan melansir situs The Lawyers That Listen.

Lima Alasan Anak Tidak Boleh Duduk di Kursi Depan Mobil

1. Risiko Cedera Akibat Kantung Udara

Kantung udara (airbag) dirancang untuk melindungi orang dewasa dalam kecelakaan, namun dapat menimbulkan cedera serius bagi anak-anak.

Tenaga dorongan dari kantung udara terlalu kuat bagi tubuh anak yang lebih kecil. Oleh karena itu, lebih aman bagi anak-anak untuk duduk di kursi belakang, karena airbag di bagian depan bisa menjadi ancaman langsung bagi mereka.

2. Sabuk Pengaman Tidak Sesuai Ukuran Tubuh Anak

Sabuk pengaman dibuat untuk ukuran tubuh orang dewasa. Pada anak-anak, posisi sabuk yang tidak tepat, misalnya melintang di leher atau perut bagian atas, dapat menyebabkan cedera saat terjadi tabrakan.

Untuk meminimalisir risiko ini, child safety seat yang tepat sangat dianjurkan demi keselamatan anak.

3. Kedekatan dengan Dashboard dan Kaca Depan

Anak yang duduk di kursi depan berada lebih dekat ke dashboard dan kaca depan. Ini meningkatkan kemungkinan benturan langsung ke permukaan keras tersebut saat terjadi kecelakaan.

Menempatkan anak di kursi belakang memberikan jarak tambahan dari titik benturan potensial.

4. Minimnya Fitur Keselamatan Anak di Kursi Depan

Kursi belakang pada mobil umumnya dilengkapi dengan fitur khusus keselamatan anak seperti anchor untuk kursi mobil anak atau booster seat.

Sebaliknya, kursi depan tidak dirancang dengan fitur serupa, sehingga perangkat keselamatan tidak dapat terpasang optimal.

5. Risiko Benturan Lebih Besar

Bagian depan mobil merupakan area yang paling sering terkena benturan dalam kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, penumpang yang duduk di kursi depan lebih rentan mengalami cedera parah akibat gaya tumbukan yang besar.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Continue Reading

Trending