Otomotif
Denza D9 PHEV Meluncur, Harganya Turun Jauh!
Denza D9 PHEV varian baru meluncur di China dengan harga 329.800 yuan atau sekitar Rp872 juta, lebih murah dari model sebelumnya.
MPN Indonesia 20 Juli 2026 - Denza menghadirkan varian baru D9 Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) generasi kedua di pasar China dengan harga lebih rendah, yakni 329.800 yuan atau sekitar Rp872 juta, sebagaimana dilaporkan Car News China pada Jumat (17/7).
Varian bernama Flash Charging Luxury Variant ini diluncurkan oleh Denza yang berada di bawah BYD untuk memperluas pilihan konsumen di segmen MPV premium, sekaligus menekan harga dibandingkan model sebelumnya yang dirilis pada April 2026.
Penurunan harga sekitar 30.000 yuan (sekitar Rp79,4 juta) dilakukan dengan mengurangi sejumlah fitur kabin tanpa mengubah sistem penggerak utama.
Varian baru Denza D9 PHEV ini tetap mempertahankan teknologi inti berupa sistem plug-in hybrid dengan penggerak empat roda (AWD), baterai Blade generasi kedua, serta perangkat bantuan mengemudi berbasis LiDAR.
Sistem tersebut menggabungkan mesin bensin turbo 1.500 cc dengan dua motor listrik, di mana motor depan menghasilkan tenaga 200 kW, motor belakang menghasilkan 45 kW, serta mesin bensin 115 kW dengan torsi 225 Nm.
Seluruh tenaga disalurkan melalui sistem AWD yang sama seperti varian sebelumnya.
Sinyal kehadiran model ini juga berkaitan dengan potensi ekspansi ke pasar lain, termasuk Indonesia.
“Tentunya banyak yang mengharapkan kami membawa produk-produk baru lagi ke Tanah Air, khususnya ada yang berpendapat untuk line-up PHEV. Itu sangat mungkin untuk dibawa ke Indonesia,” ujar Head of PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan, dikutip MPN Indonesia melalui Kompas.com pada Senin (20/7).
“Namun kami perlu memastikan beberapa hal terlebih dahulu,” tambahnya.
Spesifikasi dan Performa Tetap Dipertahankan
Secara teknis, mobil ini tetap menggunakan baterai Blade generasi kedua berkapasitas 58,5 kWh yang memungkinkan jarak tempuh hingga 350 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan pengujian CLTC.
Untuk penggunaan gabungan antara mesin bensin dan motor listrik, jarak tempuh diklaim mencapai 1.480 kilometer.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun harga diturunkan, kemampuan utama kendaraan elektrifikasi berbasis PHEV ini tidak mengalami perubahan signifikan.
Sistem pengisian daya juga menjadi salah satu fitur utama yang dipertahankan.
Denza membekali varian ini dengan teknologi Flash Charging berbasis arsitektur direct-drive dual-gun supercharging.
Dalam pengujian internal perusahaan, satu siklus pengisian daya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar sembilan menit.
Pada kondisi suhu ekstrem hingga -30 derajat Celcius, waktu pengisian hanya bertambah sekitar tiga menit.
Namun, pengisian berdaya tinggi ini memerlukan pengelolaan arus listrik dan suhu baterai yang lebih kompleks, dan dampak jangka panjang terhadap umur baterai belum diketahui.
Pengurangan Fitur untuk Menekan Harga
Penurunan harga pada Denza dilakukan melalui pengurangan sejumlah fitur kenyamanan di dalam kabin.
Fitur yang dihilangkan meliputi head-up display, layar hiburan penumpang depan berukuran 15,6 inci, sistem pewangi kabin, serta penggunaan trim interior berbahan kayu asli.
Selain itu, kursi penumpang depan tidak lagi memiliki pengaturan lumbar dan fungsi pijat, sementara kursi baris kedua tidak dilengkapi pemanas dan ventilasi.
Pada sektor suspensi, mobil ini masih menggunakan sistem DiSus-C Intelligent Damping Body Control System, tetapi tidak lagi dilengkapi perangkat tambahan seperti dual-valve mechanical hardware, sensor pembaca kondisi jalan, dan fitur iCVC intelligent control.
Dimensi kendaraan tetap dipertahankan dengan panjang 5.250 mm, lebar 1.960 mm, tinggi 1.900 mm, serta jarak sumbu roda 3.110 mm.
Sistem Keselamatan dan ADAS Tetap Lengkap
Meskipun fitur kabin dikurangi, sistem keselamatan dan bantuan mengemudi tetap menjadi fokus utama.
Varian ini masih dilengkapi satu sensor LiDAR di atap, tiga radar gelombang milimeter 4D, 11 kamera, dan 12 sensor ultrasonik.
Seluruh perangkat tersebut terintegrasi dalam sistem God’s Eye 5.0 Intelligent Driving Assistance System yang juga digunakan pada varian lain.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa BYD mempertahankan teknologi inti pada mobil, terutama pada aspek keselamatan dan performa, sementara pengurangan lebih difokuskan pada elemen kenyamanan.
Dengan strategi tersebut, BYD menjaga daya saing produk di tengah meningkatnya permintaan kendaraan hybrid dan mobil listrik di pasar global.
Potensi Masuk ke Indonesia dan Status Desain
Hingga saat ini, Denza D9 PHEV belum dipasarkan di Indonesia, tetapi peluang kehadirannya terbuka.
Selain pernyataan resmi dari pihak BYD, desain kendaraan ini juga telah didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) melalui Berita Resmi Desain Industri Nomor 27/DI/2025 yang terbit pada April 2025 dengan nomor permohonan A00202502079.
Secara tampilan, desain yang diajukan memiliki kemiripan dengan versi EV yang sudah dipasarkan di Indonesia, dengan perbedaan utama pada bagian depan berupa gril horizontal yang lebih sederhana sebagai ciri khas varian PHEV.
Jika direalisasikan, kehadiran mobil listrik berbasis hybrid ini berpotensi mengisi segmen MPV premium di Indonesia yang saat ini diisi oleh model seperti Toyota Alphard Hybrid dan Lexus LM.
Data penjualan di China menunjukkan peningkatan, dengan penjualan Denza mencapai 18.631 unit pada Juni 2026, naik dari 15.620 unit pada Mei dan 10.638 unit pada April.
Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan permintaan terhadap kendaraan hybrid dan mobil listrik, termasuk model Denza D9 PHEV di pasar domestik China.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
